Bisnis.com, JAKARTA — Emiten properti, PT Perintis Triniti Properti Tbk. (TRIN) atau Triniti Land mengungkap sedang dalam tahap diskusi intensif dengan calon mitra strategis dalam rangka memperkuat struktur bisnis dan permodalan.
Manajemen TRIN mengatakan saat ini perseroan sedang fokus pada pembangunan proyek yang sedang berjalan yaitu Marc's Boulevard di Batam, Collins Boulevard di Tangerang, Holdwell Business Park di Lampung, dan joint operation (JO) Triniti Sentul dalam pengembangan Proyek Sequoia Hills di Sentul, Bogor, bersama PT Sentul Golf Utama.
Dari sisi kinerja keuangan, Triniti Land memfokuskan pada tiga strategi. Pertama, pertumbuhan dari sisi pendapatan yang difokuskan melalui percepatan proses serah terima unit, penyelesaian proyek-proyek yang sedang berjalan, serta optimalisasi penerimaan dari account receivable.
Kedua, peningkatan efisiensi operasional, di mana perseroan berupaya untuk meningkatkan tingkat profitabilitas proyek. Ketiga, memperkuat struktur permodalan guna mendukung keberlanjutan usaha dan memberikan rang yang lebih fleksibel bagi pertumbuhan di masa mendatang.
Adapun, dalam rangka memperkuat struktur permodalan, perseroan berencana melakukan aksi korporasi dalam waktu dekat.
“Perseroan juga tengah dalam tahap diskusi intensif dengan beberapa pihak calon strategic partner dalam rangka memperkuat struktur bisnis dan permodalan perseroan,” ungkap manajemen TRIN dalam paparan publik, dikutip Selasa (21/10/2025).
Namun demikian, informasi lebih lanjut mengenai hal tersebut belum dapat disampaikan kepada publik, dikarenakan Triniti Land terikat pada Non-Disclosure Agreement (NDA).
Sebagai gambaran, TRIN mengalami penurunan jumlah ekuitas dalam beberapa tahun terakhir. Total ekuitas perseroan tercatat sebesar Rp642 miliar pada 2022, turun menjadi Rp622 miliar pada 2023, dan Rp418,78 miliar pada 2024.
Hingga Juni 2025, total aset TRIN tercatat sebesar Rp2,24 triliun dengan total ekuitas Rp424 miliar dan total liabilitas Rp1,81 triliun.
Di sisi neraca laba rugi, TRIN mencatat pertumbuhan pendapatan dari Rp97,7 miliar pada semester I/2024 menjadi Rp173 miliar pada semester I/2025. Selain itu, laba bersih juga menunjukkan kinerja positif yaitu sebesar Rp5,3 miliar pada semester I/2025 sehingga mencerminkan perbaikan kinerja keuangan yang berkesinambungan.