Bisnis.com, JAKARTA – PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) membukukan koreksi laba bersih menjadi US$85,65 juta atau setara dengan Rp1,42 triliun (kurs Rp16.500 per dolar AS) dalam periode Januari-September 2025. Koreksi tersebut sejalan dengan kinerja top line yang juga mendingin.
Berdasarkan Laporan Keuangan, Medco hingga kuartal III/2025 membukukan jumlah pendapatan sebesar US$1,76 miliar, atau turun 1,46% dibanding US$1,78 miliar pada periode sebelumnya.
Pendapatan tersebut berasal dari pendapatan kontrak dengan pelanggan sebesar US$1,72 miliar atau turun 1,54% secara year on year (YoY), dan pendapatan keuangan sebesar US$37,86 juta, atau meningkat 2,38% YoY.
Sebenarnya, mayoritas segmen pendapatan kontrak Medco hingga kuartal III/2025 meningkat secara tahunan. Hanya saja, kontributor terbesar dari segmen minyak dan gas (migas) mengalami penyusutan.
Selama sembilan bulan pertama 2025 ini, pendapatan dari migas turun tipis 0,76% YoY menjadi US$1,59 miliar. Angka ini berkontribusi atas 92,97% dari total pendapatan Medco dari kontrak dengan pelanggan.
Berikutnya untuk segmentasi pendapatan kontrak lainnya, segemen konstruksi mencatatkan pendapatan sebesar US$15,46 juta, atau turun 79,11% YoY dibandingkan US$74,02 juta dalam periode yang sama tahun lalu.
Sisanya, seluruh segmen mengalami pertumbuhan. Kontrak penjualan listrik naik 61,84% YoY dari US$34,17 juta menjadi US$55,30 juta, kontrak operasi dan jasa pelayanan meningkat 48,83% YoY dari US$18,74 juta menjadi US$27,89 juta, dan kontrak penjualan jasa lainnnya melesat 161,20% YoY dari US$8,48 juta menjadi US$22,15 juta.
Sedangkan dari aspek pemberat, Medco dalam Januari-September 2025 menanggung jumlah beban pokok pendapatan dan biaya langsung lainnya sebesar US$1,09 miliar, atau turun 0,42% dari Rp1,10 miliar pada periode sebelumnya.
Bila menilik pos pemberat paling besar, tercatat penyusutan, deplesi dan amortisasi senilai US$437,45 juta (naik 0,28% YoY), biaya produksi dan lifting sebesar US$331,78 juta (meningkat 11,46% YoY), dan biaya pembelian minyak mentah US$224,60 juta (turun 6,33% YoY). Ketiganya masing-masing berkontribusi atas total beban mencapai 39,81%, 30,19% dan 20,44%.
Sedangkan, lonjakan beban eksplorasi menjadi yang paling besar, yaitu meningkat 161,73% YoY dari US$4,86 juta menjadi US$12,72 juta. Meski naik paling tinggi, kontribusinya atas total beban hanya mencapai 1,16%.
Dengan menghitung jumlah pendapatan dengan beban pokok pendapatan dan biaya langsung lainnya, maka laba bruto Medco per kuartal III/2025 tersisa sebesar US$658,25 juta. Angka ini turun 3,14% dari US$679,62 juta pada periode yang sama tahun lalu.
Dari sisi bottom line, laba periode berjalan yang dibukukan perseroan dalam sembilan bulan pertama 2025 ini mencapai US$93,74 juta. Angka ini menyusut 66,86% YoY dibandingkan US$282,86 juta yang dibukukan Medco pada periode sebelumnya.
Dari sana, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih perseroan tercatat sebesar US$85,65 juta, atau terkoreksi 68,66% YoY dibanding laba bersih Januari-September 2024 sebesar US$273,27 juta.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.