Bisnis.com, JAKARTA — PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) menjalankan rencana pengembangan teknologi Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) Minas Stage-1 pada sumur-sumur mature di Lapangan Minas Zona Rokan.
Inovasi ini diterapkan demi mendorong peningkatan produksi minyak secara signifikan. Adapun lapangan Minas sendiri menghasilkan Sumatra Light Crude, yaitu minyak mentah ringan dengan kadar logam dan belerang rendah.
Sr. Engineer Petroleum Pertamina Hulu Rokan (PHR) Kaisar Agus Dely Putra mengatakan saat ini PHR tengah melakukan peremajaan fasilitas dan persiapan lainnya untuk memuluskan proyek CEOR yang diharapkan rampung pada akhir 2025.
“Penambahan produksi minyak diperkirakan baru mulai terlihat sekitar Juni 2026 atau 6 bulan sejak injeksi kimia dilakukan,” ujar Kaisar melalui keterangan resmi dikutip Sabtu (18/10/2025).
Kaisar menjelaskan, dengan metode CEOR, diproyeksikan penambahan produksi minyak di Lapangan Minas bisa mencapai 2.800 barel per hari (bph). Hal ini akan mendorong peningkatan produksi minyak di Zona Rokan sebagai salah satu tulang punggung ketahanan energi nasional.
PHR, kata dia, menjalankan teknologi EOR (Enhanced Oil Recovery) untuk mengangkat minyak yang tersisa di dalam reservoir yang tidak bisa diproduksikan secara primary dan secondary recovery dan kemungkinan potensi peningkatan produksi masih sangat besar.
“Proses EOR bisa mengangkat sekitar 16% dari minyak yang ada di dalam reservoir, dibutuhkanlah teknologi yang disebut CEOR,” tutur Kaisar.
Dia menambahkan, metode CEOR dilakukan dengan injeksi bahan kimia yakni alkali, surfaktan dan polimer. Injeksi bahan kimia ini juga disebut pengurasan minyak tahap lanjut. Cairan kimia ini akan membersihkan batuan yang berada di bawah reservoir sehingga minyak terangkat.
Asal tahu saja, Lapangan Minas memiliki luas 204,37 km persegi, dengan jumlah sumur mencapai 1.982 dan sumur aktif sebanyak 1.243 sumur. Rerata produksi harian Lapangan Minas pada 2025 mencapai 29.000 barel per hari.
Seluruh hasil produksi minyak di Zona Rokan dari lapangan akan dipompakan melalui sistem jaringan pipa menuju tangki penyimpanan di Hydrocarbon Transportation (HCT) Crude Oil Terminal Operation Center di Kota Dumai, untuk selanjutnya didistribusikan ke Kilang Pertamina Dumai melalui pipa maupun melalui kapal tanker ke kilang Pertamina lainnya.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.