Bisnis.com, JAKARTA — PT Mora Telematika Indonesia Tbk. (MORA) atau Moratelindo mencatatkan kinerja keuangan dengan pertumbuhan laba bersih yang signifikan di tengah kenaikan pendapatan yang relatif tipis.
Berdasarkan laporan keuangan hingga 31 Desember 2025, MORA meraih pendapatan sebesar Rp4,00 triliun, meningkat tipis 0,75% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp3,97 triliun.
Dari sisi profitabilitas, laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk melonjak 82,7% menjadi Rp448,49 miliar, dari Rp245,47 miliar pada tahun sebelumnya.
Kenaikan laba tersebut didukung oleh perbaikan kinerja operasional. Laba kotor tercatat meningkat menjadi Rp2,36 triliun, dibandingkan Rp2,32 triliun pada 2024. Sementara itu, perseroan juga berhasil menekan beban usaha menjadi Rp1,24 triliun dari sebelumnya Rp1,26 triliun.
Efisiensi ini mendorong laba usaha naik menjadi Rp1,11 triliun, dari Rp1,06 triliun. Tren positif berlanjut pada laba sebelum pajak yang tumbuh menjadi Rp678,62 miliar, dibandingkan Rp521,63 miliar pada periode sebelumnya.
Dari sisi neraca, struktur keuangan MORA mencatatkan perbaikan. Total liabilitas menurun menjadi Rp6,84 triliun per akhir 2025, dari Rp7,26 triliun pada akhir 2024.
Jumlah ekuitas naik menjadi Rp7,91 triliun pada 2025 dari Rp7,39 triliun. Dengan demikian, jumlah liabilitas dan ekuitas MORA hingga akhir 2025 menjadi Rp7,914 triliun, dari Rp7,39 triliun pada 2024.
Sementara itu, total aset meningkat tipis menjadi Rp14,76 triliun pada 2025, dibandingkan Rp14,65 triliun pada tahun sebelumnya.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.