Bisnis.com, JAKARTA - PT Pollux Hotels Group Tbk. (POLI) meluncurkan Obligasi Terkait Keberlanjutan I Tahun 2025 dengan target penghimpunan dana hingga Rp500 miliar. Aksi korporasi POLI itu mendapatkan peringkat idAAA dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), level tertinggi di pasar obligasi domestik.
Director of Social and Environmental Compliance Pollux Hotels Group Tbk., Diana Jo, mengatakan penerbitan obligasi ini sebagai momentum penting tidak hanya bagi perseroan tetapi juga bagi industri properti nasional.
"Dengan bangga kami mengumumkan bahwa Pollux Hotels Group memperoleh persetujuan OJK untuk menerbitkan sustainability-linked bond berperingkat AAA dengan penjaminan penuh dari CGIF,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (26/11/2025).
Sebagai informasi, peringkat idAAA diberikan setelah instrumen tersebut memperoleh jaminan penuh, tanpa syarat, dan tidak dapat dibatalkan dari Credit Guarantee and Investment Facility (CGIF), trust fund di bawah Asian Development Bank (ADB). Jaminan ini mencakup seluruh kewajiban pembayaran bunga dan pokok sampai jatuh tempo.
Dengan dukungan CGIF, obligasi ini dikategorikan memiliki risiko sangat rendah dan menempatkannya sebagai salah satu instrumen pendanaan paling aman di pasar korporasi Indonesia.
Obligasi POLI ini ditawarkan dalam dua tenor yakni 3 tahun dengan kupon indikatif 5,35%–5,85% dan 5 tahun dengan kupon indikatif 5,75%–6,25%. Dengan imbal hasil yang tetap menarik dan tingkat keamanan tinggi, instrumen ini diproyeksikan menjadi magnet bagi investor institusi maupun ritel.
"Obligasi ini menegaskan komitmen Pollux untuk membangun bisnis yang lebih berkelanjutan, transparan, dan bertanggung jawab," tambah Diana.
Po Sun Kok, Founder Pollux Hotels Group menambahkan dana hasil penerbitan obligasi akan dialokasikan untuk dua tujuan utama.
Pertama, meningkatkan sistem keberlanjutan di seluruh properti kami, termasuk pemasangan solar cell dan recovered water system untuk menurunkan konsumsi listrik dan air.
“Kedua, dana akan digunakan untuk refinancing sebagian fasilitas kredit guna menciptakan struktur pendanaan yang lebih sehat dan efisien.”
Adapun, Pollux Hotels Group mengelola portofolio properti dengan nilai aset lebih dari Rp10 triliun yang tersebar di Semarang, Cikarang, Batam, dan Lombok.
Peringkat idAAA atas obligasi ini semakin memperkuat posisi perusahaan sebagai emiten dengan stabilitas keuangan kuat dan tata kelola korporasi yang solid.
Instrumen ini juga memenuhi ketentuan POJK 18/2023 terkait sustainability-linked bond, termasuk penetapan KPI keberlanjutan seperti efisiensi utilitas, peningkatan manajemen air, dan pengurangan emisi karbon.
Dari sisi kinerja, POLI mencatatkan kinerja solid. Mengutip laporan keuangan, POLI membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp62,82 miliar pada kuartal III/2025, naik lebih dari 400% secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan Rp11,49 miliar pada kuartal III/2024.
POLI meraup pendapatan sebesar Rp479,35 miliar pada kuartal III/2025, naik 73,38% YoY. Pada saat bersamaan, beban pokok ikut meningkat menjadi Rp256,23 miliar, naik 90% YoY. Hal itu membuat laba kotor POLI berada pada Rp223,12 miliar, tumbuh 57,55%.
Pada sisi neraca, total aset POLI tercatat sebesar Rp4,24 triliun pada kuartal III/2025, turun 4,97% dari posisi akhir 2024. Penurunan aset itu lantaran liabilitas yang turun hingga 11,88% menjadi Rp2,14 triliun, sementara ekuitas tumbuh 3,27% menjadi Rp2,10 triliun.
------------------------
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.