Bisnis.com, JAKARTA – Obligasi Negara Ritel seri ORI028 telah mencatat penjualan sebesar Rp11,27 triliun sejak mulai ditawarkan pada 29 September 2025 hingga 20 Oktober 2025.
Realisasi itu setara dengan 75,13% dari target indikatif penerbitan ORI028 yang dipatok sebesar Rp15 triliun.
Berdasarkan data mitra distribusi ORI028 PT Bibit Tumbuh Bersama pada Senin (20/10/2025) pukul 13.46 WIB, ORI028 dengan tenor 3 tahun atau ORI028-T3 telah terjual Rp8,83 triliun atau 88,3% dari kuota nasional sebesar Rp10 triliun. Pada saat yang sama, ORI028 dengan tenor 6 tahun atau ORI028-T6 baru terjual Rp2,44 triliun atau 48,8% dari kuota nasional Rp5 triliun.
Dengan demikian, kuota pembelian ORI028-T3 masih tersisa 11,6% atau Rp1,16 triliun dan ORI028-T6 masih tersedia sebesar 51,1% dari total kuota atau senilai Rp2,55 triliun. Kuota pembelian itu dapat dipesan oleh investor ritel hingga penutupan penawaran ORI028 pada Kamis, 23 Oktober 2025.
Sebagai informasi, ORI028 adalah Obligasi Negara Ritel kedua yang diterbitkan pemerintah pada 2025. Sebab tren penurunan suku bunga, ORI028 menawarkan kupon sebesar 5,35% untuk produk bertenor 3 tahun dan 5,65% untuk produk ORI028 bertenor 6 tahun. Besaran kupon tersebut terpaut lebih dari 1 bps dibandingkan ORI027 yang terbit pada awal tahun dengan kupon senilai 6,65% dan 6,75%.
ORI027 sekaligus menjadi produk SBN Ritel dengan tingkat kupon terbesar sepanjang tahun berjalan 2025. Dengan begitu, realisasi penjualan ORI027 saat itu bahkan 116,71% lebih tinggi dari target yang telah ditentukan DJPPR Kementerian Keuangan. Namun, perlu dicatat bahwa suku bunga acuan BI saat itu berada di level 5,75%.
Dus, ORI028 sekaligus menjadi produk SBN Ritel dengan tingkat kupon terkecil sepanjang tahun berjalan 2025. Meskipun begitu, mitra distribusi produk ini tetap optimis ihwal penjualan mereka terhadap ORI028.
Head of PR & Corporate Communication Bibit William, menegaskan pihaknya optimis terhadap penjualan ORI028. Menurutnya, ORI028 mampu menjadi alternatif produk investasi yang selain dijamin oleh negara, juga memberikan imbal hasil yang lebih tinggi dari rata-rata bunga deposito.
Untuk diketahui, BCA menetapkan bunga deposito sebesar 3,00% per tahun untuk simpanan di atas Rp2 miliar hingga di bawah Rp5 miliar, dari sebelumnya 3,15% per tahun. Lalu untuk simpanan di atas Rp5 miliar, BCA menawarkan suku bunga 3,00% per tahun dari sebelumnya 3,25% per tahun.
Sementara itu, Bank Mandiri terpantau masih mempertahankan suku bunga deposito sejak 15 Juli 2025. Bank pelat merah itu menawarkan suku bunga deposito rupiah pada kisaran 2,25%-2,50% per tahun.
“Dengan momentum BI rate yang dipotong, kupon ORI028 ini cukup menarik. Di tengah penurunan BI Rate dan bunga deposito, SBN terbaru ORI028-T3 masih memberikan return menarik dan 72% lebih tinggi dari deposito yang dijamin LPS," katanya kepada Bisnis beberapa waktu lalu.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual obligasi. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.