Bisnis.com, JAKARTA - Peneliti muda asal Indonesia, Zhafira Wibawa Mukti, melakukan diseminasi riset ilmiah melalui presentasi poster di tengah dominasi akademisi dan peneliti profesional.
Dari risetnya itu, dia melakukan diseminasi riset di Pacifichem 2025, Bahas Kualitas Air Lewat BOTLND.
Zhafira yang masih duduk di kelas XII Sekolah Kak Seto program Homeschooling mempresentasikan riset pengembangan BOTLND dalam simposium Challenges in Water: From Fundamental Chemistry to Technical Applications.
BOTLND merupakan perangkat berbentuk tumbler berbasis Internet of Things (IoT) yang dirancang untuk memantau parameter dasar kualitas cairan, seperti pH dan Total Dissolved Solids (TDS), secara real time.
Zhafira menyampaikan bahwa riset BOTLND berangkat dari keprihatinan terhadap rendahnya kesadaran masyarakat akan kualitas air minum.
“Selama ini air sering dianggap aman hanya dari tampilan fisiknya, padahal parameter kimia seperti pH dan TDS memiliki dampak jangka panjang terhadap kesehatan jika tidak diperhatikan,” ujarnya.
Pengembangan BOTLND tidak hanya dilakukan secara konseptual. Proses pembuatan prototipe device ini mendapat dukungan teknis dari Yadi, General Manager PT Karya Multi Solution Indonesia, sehingga rancangan riset dapat diwujudkan dalam bentuk perangkat fungsional yang siap dipresentasikan secara akademik.
Melalui integrasi sensor pada tutup tumbler, BOTLND memungkinkan pemantauan kualitas cairan dilakukan secara praktis dan fleksibel. D
Dalam poster yang dipresentasikan di Pacifichem 2025, Zhafira menegaskan tujuan utama pengembangan perangkat tersebut.
“BOTLND dirancang sebagai alat pemantauan praktis berbasis IoT untuk meningkatkan kesadaran pengguna terhadap kualitas cairan sehari-hari, bukan untuk menggantikan fungsi alat ukur laboratorium,” katanya.
Poster BOTLND dinyatakan lolos seleksi pada Juni 2025 setelah melalui penilaian komite ilmiah. Selama sesi presentasi, sejumlah peserta menunjukkan ketertarikan terhadap aspek aplikatif riset ini serta menanyakan potensi pengembangan dan penerapannya di berbagai konteks.
Keikutsertaan dalam Pacifichem membuka peluang diskusi dan kolaborasi lintas negara dengan peneliti dari Jepang, India, dan Amerika Serikat.
Ke depan, Zhafira berencana melanjutkan pengembangan riset terkait air agar tidak hanya berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi dapat memberi kontribusi nyata terhadap upaya peningkatan kualitas air yang aman untuk dikonsumsi.
Pacifichem merupakan konferensi kimia internasional yang diselenggarakan setiap lima tahun dan diikuti oleh peneliti dari berbagai negara. Standar seleksi abstrak yang ketat membuat kehadiran siswa sekolah menengah sebagai presenter poster tergolong sangat jarang, sehingga partisipasi Zhafira menarik perhatian peserta internasional.