Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan Perum Bulog tengah menyiapkan gudang baru untuk menghadapi panen raya 2026.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan gudang baru tersebut dibutuhkan untuk menyimpan stok beras yang diperkirakan mencapai 6 juta ton hingga April 2026.
“Desember—Januari stok diperkirakan mencapai 3 juta ton. Lalu Februari hingga April kita butuh penyerapan 3 juta ton. Total perkiraan 6 juta ton. Tantangannya adalah gudang harus disiapkan dari sekarang,” kata Amran dalam keterangan tertulis, Kamis (20/11/2025).
Kendati demikian, Amran meyakini jajaran Bulog memiliki pengalaman dan kemampuan untuk mengelola situasi tersebut.
Sementara itu, Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memperkirakan panen raya tahun depan akan jauh lebih besar. Di sisi lain, stok di gudang saat ini mencapai 3,8 juta ton dan diprediksi mencapai 3,2 juta ton pada akhir tahun.
“3,2 juta [ton beras] ini perlu ada penyerapan baru saat puncak panen Februari–Mei. Oleh karena itu, Bulog ke depan akan menambah gudang dengan arahan Bapak Presiden. Harapannya bulan Maret nanti sudah jadi dan bisa langsung menampung hasil panen raya,” ujar Rizal.
Rizal menyampaikan saat ini Bulog telah menyiapkan pembangunan 100 gudang baru, yang terdiri dari 50 gudang di lahan milik Bulog yang sudah tersedia dan 50 gudang di lahan hibah kabupaten/kota.
Lebih lanjut, Rizal menuturkan, Bulog telah mempersiapkan skema untuk menyewa gudang sebagai antisipasi adanya lonjakan produksi beras.
“Mungkin kami harus menyewa gudang-gudang lainnya, termasuk memanfaatkan teknologi baru seperti penyimpanan tanpa gudang, penggunaan plastik khusus, sistem vakum atau ‘cocoon’,” imbuhnya.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan potensi produksi beras dalam negeri akan melimpah dan mencapai 34,77 juta ton sepanjang Januari—Desember 2025.
Angkanya mengalami peningkatan sebesar 4,15 juta ton atau 13,54% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2024, sebanyak 30,62 juta ton beras.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini mengatakan potensi produksi 34,77 juta ton beras hingga akhir 2025 itu sejalan dengan potensi luas panen padi subround III yang mencapai 3,04 juta hektare. Luasnya mengalami peningkatan seluas 0,27 juta hektare atau 9,77% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.
Alhasil, potensi luas panen padi sepanjang Januari hingga Desember 2025 diperkirakan akan mencapai 11,35 juta hektare atau mengalami peningkatan seluas 1,30 juta hektare atau 12,98% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2024.
Peningkatan potensi luas panen Januari—Desember 2025 ini utamanya disumbang oleh peningkatan luas panen pada subround I yang meningkat sebesar 25,82%.