Bisnis.com, JAKARTA — Emiten farmasi PT Soho Global Health Tbk. (SOHO) memperoleh fasilitas kredit korporasi dari PT Bank HSBC Indonesia senilai maksimal Rp350 miliar untuk mendukung kebutuhan modal kerja dan kas operasional perusahaan serta anak usahanya.
Berdasarkan keterbukaan informasi perseroan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), fasilitas tersebut ditandatangani pada 10 Oktober 2025 oleh SOHO bersama dua anak usahanya, yakni PT Soho Industri Pharmasi dan PT Parit Padang Global, yang bertindak sebagai debitur.
Adapun fasilitas kredit dari HSBC mencakup beberapa instrumen, antara lain documentary credit (DC), deferred payment credit (DPC), clean import loan (post-shipment buyer loan), serta bank garansi atau stand-by letter of credit.
“Fasilitas ini diberikan tanpa agunan dan berlaku selama satu tahun sejak penandatanganan perjanjian, dengan opsi perpanjangan otomatis setiap tahunnya,” tulis manajemen dalam keterbukaan informasi, dikutip Minggu (12/10/2025).
Perseroan menjelaskan, dana yang diperoleh akan digunakan untuk membiayai kebutuhan modal kerja dan keperluan umum korporasi, baik di tingkat induk maupun anak usaha. Transaksi ini disebut memberikan fleksibilitas keuangan tambahan bagi SOHO dalam menjaga likuiditas dan mendukung pertumbuhan bisnis.
Lebih lanjut, perseroan menegaskan bahwa fasilitas kredit ini tidak termasuk transaksi material karena nilainya kurang dari 20% ekuitas perusahaan, serta tidak mengandung benturan kepentingan maupun transaksi afiliasi sebagaimana diatur dalam POJK No.42/2020.
SOHO menilai dukungan perbankan dari HSBC akan memperkuat struktur pendanaan perusahaan di tengah peningkatan permintaan produk farmasi dan kesehatan.
Perseroan yang berdiri sejak 1956 ini membawahi sejumlah lini bisnis di bidang farmasi dan distribusi alat kesehatan melalui anak usahanya, seperti Soho Industri Pharmasi dan Parit Padang Global. Saham SOHO pertama kali tercatat di Bursa Efek Indonesia pada 2020 dengan kode SOHO.
_______
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.