Bisnis.com, JAKARTA - Kelangkaan pasokan komponen utama seperti cip dan Random Access Memory (RAM) berdampak pada peluncuran laptop terbaru Polytron. Kondisi tersebut memaksa produsen elektronik nasional ini menyesuaikan ulang jadwal rilis produk, meskipun permintaan pasar dinilai cukup positif.
Commercial Director Polytron Tekno Wibowo menyampaikan bahwa keterbatasan suplai memori saat ini menjadi hambatan paling signifikan. Sebagai pemain baru di segmen laptop, Polytron belum memiliki keleluasaan untuk memperoleh alokasi pasokan besar dari prinsipal komponen global.
“Tantangannya hari ini kan supply memory terbatas, sehingga kita cukup kesulitan juga karena kita kan baru mulai nih. Baru mulai mau minta berapa (komponen) kan nggak dikasi," ujar Tekno saat berbincang dengan Bisnis di kawasan Melawai, Selasa (20/1/2025).
Tekno menjelaskan, keterbatasan cip dan RAM membuat perusahaan tidak dapat merealisasikan rencana peluncuran produk baru sesuai jadwal awal. Polytron semula menargetkan peluncuran laptop terbaru pada kuartal pertama tahun ini, namun rencana tersebut terpaksa ditunda.
“Masalah chip mungkin akan menunda lah, tapi kita tetap kejar. Cuma waktunya mungkin kita harus nge-plan agak mundur dikit," tuturnya.
Penundaan ini terjadi di tengah upaya Polytron membangun pijakan di pasar laptop nasional. Meski penjualan laptop yang sudah diluncurkan sebelumnya dinilai cukup baik, kesinambungan pasokan komponen menjadi faktor penentu ekspansi ke depan.
Selain memengaruhi waktu peluncuran, tekanan pada sisi pasokan juga berpotensi berdampak pada harga jual. Tekno mengungkapkan adanya kemungkinan penyesuaian harga laptop Polytron di kisaran 5% hingga 10% sebagai konsekuensi dari naiknya biaya dan terbatasnya ketersediaan komponen.
Sementara itu, perusahaan juga menargetkan pertumbuhan penjualan laptop hingga tiga kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, dengan catatan rantai pasok global mulai membaik.
“Laptop kita sebetulnya sudah targetin untuk bisa menjadi tiga kali lipat dari tahun 2025, tapi ya baik lagi kita nanti tergantung pada supply-nya," sebut Tekno.
Sebelumnya, Polytron resmi memperluas portofolio produk teknologi konsumen dengan meluncurkan lini laptop pertamanya, Polytron Luxia, pada Agustus 2025. Luxia hadir alam tiga model dengan fokus segmen berbeda.
Pertama, Luxia i3 yang diposisikan sebagai model entry-level untuk pelajar dan pengguna umum, varian ini menggunakan prosesor Intel Core i3 generasi terbaru dan menawarkan performa yang memadai untuk aktivitas produktif sehari-hari dengan layar 14 inci beresolusi WUXGA dan RAM yang bisa di-upgrade. Harganya dibanderol Rp5,4 jutaan guna menarik first-time buyer.
Model kedua yakno Luxia Pro i5. Menargetkan kreator konten dan profesional muda, model ini dibekali prosesor Intel Core i5, unit grafis terintegrasi yang lebih kuat, serta RAM 16GB untuk kebutuhan multitasking dan pengolahan grafis ringan. Bobotnya di bawah 1 kg memperkuat daya tarik mobilitasnya, dengan harga sekitar Rp7,5-7,9 jutaan tergantung konfigurasi penyimpanan.
Terakhir, Luxia Pro Ultra 5. Seri tertinggi ini dibekali prosesor kelas atas, dukungan teknologi kecerdasan buatan (AI), dan grafis yang lebih mumpuni. Dirancang untuk profesional yang memerlukan performa tinggi sekaligus mobilitas, perangkat ini dipasarkan dengan harga Rp10,9 jutaan saat peluncurannya.