Bisnis.com, JAKARTA – PT Alam Sutera Realty Tbk. (ASRI) mampu membukukan laba bersih senilai Rp313,18 miliar pada 2025 atau meningkat sebesar 467,19% secara tahunan dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya di tengah koreksi pendapatan.
Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia, laba bersih yang dapat diatribuskikan kepada entitas induk ASRI meningkat 467,15% dari Rp55,22 miliar menjadi Rp313,18 miliar pada 2025.
Sebaliknya penjualan, pendapatan jasa dan usaha lainnya perseroan sebesar 14,58% secara tahunan dari Rp3,43 triliun menjadi Rp2,93 triliun.
Jika dilihat lebih rinci, dari data kinerja ASRI hingga akhir Desember 2025, penyebab penurunan penjualan adalah koreksi pada segmen pendapatan rumah dan ruko sebesar 42% dari Rp1,96 triliun pada 2024 menjadi Rp 1,142 triliun.
Tak hanya itu pendapatan dari pendapatan apartemen dan gedung perkantoran pada 2025 juga menyusut dari senilai Rp144 miliar pada 2024 menjadi sebesar Rp68 miliar pada 2025.
Sisi lain kontribusi pendapatan tanah melonjak 71% dari senilai Rp472 miliar pada 2024 menjadi Rp806 miliar pada 2025. Pendapatan berulang dan lainnya juga meningkat 7% dari tahun 2024 sebesar Rp57 miliar menjadi Rp 918 miliar pada 2025.
Dari sisi marketing sales, ASRI mencatat senilai Rp2,4 triliun pada akhir tahun 2025. Segmen residensial memberikan kontribusi pendapatan sebesar Rp1,7 triliun atau sekitar 71% dari total marketing sales pada 2025.
Rinciannya Alam Sutera township termasuk apartment senilai Rp1,3 triliun, Suvarna Sutera township senilai Rp381 miliar.
Komposisi marketing sales ASRI pada 2025 didominasi oleh penjualan rumah dan tanah residensial sebanyak 67% dan sisanya adalah penjualan produk komersial dan apartemen. Alam Sutera township memberikan kontribusi penjualan terbesar yaitu sebesar 78% yang didukung oleh penjualan Sutera Rasuna. Suvarna Sutera memberikan kontribusi sebesar 22%.
Namun demikian kinerja beban operasional ASRI menurun 6% dari tahun 2024 sebesar Rp536 miliar menjadi Rp502 miliar pada 2025. Dengan demikian laba komprehensif periode perjalan mampu meningkat dari tahun 2024 sebesar Rp 66 miliar menjadi Rp 319 miliar pada 2025.
Dari segi neraca, ASRI membukukan aset sejumlah Rp23,16 triliun pada 2025, naik dari Rp22,02 triliun pada akhir 2024. Demikian juga dengan liabilitas yang naik dari Rp10,68 triliun menjadi Rp11,5 triliun, serta ekuitas yang bertumbuh dari Rp11,33 triliun menjadi Rp11,65 triliun.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.