Bisnis.com, PANGKALAN BUN — Pendapatan dan laba bersih PT Astra Agro Lestari Tbk. (AALI), emiten sawit dan CPO Grup Astra, ditopang oleh peningkatan produksi dan tren kenaikan harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO).
Direktur Utama Astra Agro Lestari Djap Tet Fa menyatakan kinerja top line maupun bottom line kuartal III/2025 yang cukup solid berkat adanya kenaikan produksi pada kuartal III/2025 yang naik sekitar 8% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya serta ditopang oleh tren kenaikan harga CPO.
“Kombinasi keduanya [peningkatan produksi dan tren kenaikan harga CPO global] yang mendongkrak kinerja kuartal III/2025,” ujarnya dalam Talk to The CEO 2025, di Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, Kamis malam (30/10/2025).
Sebagai catatan, sepanjang Januari hingga September 2025, hasil panen tandan buah segar (TBS) Astra Agro Lestari tercatat 2,23 juta ton, tumbuh tipis 1,88% dibandingkan dengan panen pada periode sama 2024 sebanyak 2,19 juta ton.
“Secara total produksi kita pada kuartal III/2025 naik 8% dibandingkan dengan tahun lalu,” ujarnya.
Meski kenaikan produksi relatif tipis, laporan keuangan AALI kuartal III/2025 (unaudited) mencatat perkiraan nilai wajar (hasil panen TBS) dikurangi biaya untuk menjual sebesar Rp 5,53 triliun.
Nilai perkiraan wajar hasil panen tersebut cukup tinggi dibandingkan dengan perkiraan nilai wajar (hasil panen TBS) dikurangi biaya untuk menjual pada kuartaL III/2024 sebesar Rp4,29 triliun.
Adapun, sepanjang Januari—September 2025, AALI mengantongi pendapatan bersih Rp22,11 triliun, tumbuh 35,81% dibandingkan dengan pendapatan pada periode sama tahun sebelumnya (year on year/yoy) sebesar Rp16,28 triliun.
Pendapatan bersih Astra Agro Lestari, terutama bersumber dari CPO dan turunannya sebesar Rp19,82 triliun, naik 31,3% dari sebelumnya Rp15,09 triliun. Selanjutnya, inti sawit dan turunannya Rp2,25 triliun, dan lainnya Rp41,14 miliar.
Secara geografis, pendapatan bersih AALI sebelum eliminasi mayoritas bersumber dari kawasan Sulawesi Rp12 triliun, Kalimantan Rp9,89 triliun, dan Sumatra Rp9,16 triliun.
Seiring dengan kenaikan pendapatan bersih, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk AALI pada kuartal III/2025 juga ikut menanjak sebesar 33,58%, dari Rp801,15 miliar menjadi Rp1,07 triliun. Alhasil, laba per saham AALI meningkat dari Rp416,25 menjadi Rp555,99.
Hingga 30 September 2025, total aset Astra Agro Lestari tercatat sebesar Rp27,96 triliun, dari akhir 2024 sebesar Rp28,79 triliun. Adapun, total ekuitas naik tipis, menjadi Rp23,69 triliun, dari akhir 2024 sebesar Rp23,20 triliun.
Sementara itu, liabilitas AALI tercatat turun menjadi Rp4,26 triliun, dari akhir 2024 sebesar Rp5,59 triliun.
Djap Tet Fa mengakui tren kenaikan harga CPO menjadi kontribusi bagi peningkatan kinerja keuangan Perseroan. Meski demikian, dia menegaskan bahwa harga CPO di luar kuasa perseroan.
Pasalnya, lanjut dia, harga CPO sangat tergantung pada tiga hal, yaitu faktor permintaan dan penawaran, tingkat kompetisi dengan minyak nabati lain serta sentimen geopolitik.
“Di industri sawit itu, efisiensi penting karena kami [industri sawit] tidak bisa mengontrol harga. Yang bisa kita kontrol ya proses dan efisiensi yang dilakukan oleh Astra Agro Lestari,” jelasnya.
Emiten perkebunan Grup Astra PT Astra Agro Lestari Tbk. (AALI) menyuarakan optimisme terhadap industri minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) ke depan seiring dengan kebutuhan yang terus bertambah.
Djap Tet Fa mengungkapkan hingga hari ini, secara nasional Gapki memproyeksikan produksi minyak kelapa sawit berpotensi mencapai lebih dari 50 juta ton. Adapun, kebutuhan minyak kelapa sawit disebutnya banyak berasal dari sektor pangan maupun energi.
Sementara itu, dari sisi pangan, kebutuhan minyak kelapa sawit juga dipastikan terus bertambah seiring dengan meningkatnya pertumbuhan penduduk dunia. Adapun, CPO merupakan bahan baku untuk produk minyak sayur dan minyak kedelai.
"Kebutuhan ini tentunya akan terus bertambah seiring dengan proyeksi pertumbuhan penduduk yang terus meningkat ke depannya," ujarnya.