Bisnis.com, JAKARTA— PT DFI Retail Nusantara Tbk. (HERO), yang menaungi peritel modern IKEA dan Guardian, membukukan kenaikan penjualan menjadi Rp4,84 triliun pada 2025.
Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2025, pendapatan DFI Retail Nusantara itu meningkat 6,69% year-on-year (YoY) dari Rp4,54 triliun pada 2024.
Pada saat yang sama, HERO membukukan beban pokok pendapatan Rp2,65 triliun, beban usaha Rp2,1 triliun, biaya keuangan Rp120,65 miliar, dan beban pajak penghasilan Rp12,73 miliar.
Alhasil, HERO meraih laba tahun berjalan Rp160,33 miliar pada 2025. Capaian itu berbalik positif dari rugi tahun berjalan Rp5,58 miliar pada 2024.
Sejalan dengan itu, laba per saham HERO tercatat Rp38 pada akhir tahun buku 2025.
Emiten yang menaungi IKEA Indonesia itu melalui anak usahanya PT Rumah Mebel Nusantara itu membukukan total aset Rp4,42 triliun per 31 Desember 2025. Sementara itu, total liabilitasnya Rp2,76 triliun dan jumlah ekuitasnya Rp1,65 triliun.
Sebelumnya, Guardian Indonesia, jenama ritel di bawah PT DFI Ritel Nusantara Tbk. (HERO), menargetkan pertumbuhan double digit pada periode Ramadan 2026 didorong oleh meningkatnya permintaan produk skincare, parfum, serta produk wellness seperti vitamin dan suplemen.
Managing Director Guardian Indonesia Anna Hull mengatakan momentum Ramadan selalu menjadi periode penting bagi industri ritel kesehatan dan kecantikan di Indonesia dalam meningkatkan penjualan. Manajemen tetap menargetkan pertumbuhan double digit pada tahun ini berkaca dengan realisasi pada tahun lalu.
“Tahun lalu pertumbuhan penjualan selama periode Ramadan mencapai double digit dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk tahun ini tentu kami menargetkan pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan tahun lalu,” ujarnya, Senin (9/3/2026).
Dari sisi kategori produk, tren konsumsi masyarakat juga mengalami perubahan dalam beberapa tahun terakhir. Jika sebelumnya produk kosmetik seperti lipstik dan foundation menjadi kontributor utama penjualan, kini konsumen semakin banyak mencari produk perawatan kulit.
Menurut Anna, minat terhadap skincare meningkat seiring semakin tingginya kesadaran konsumen terhadap kesehatan kulit dan kualitas bahan yang digunakan dalam produk kecantikan.
Selain skincare, kategori fragrance atau parfum juga mencatat pertumbuhan yang cukup pesat, terutama menjelang Lebaran ketika masyarakat ingin tampil lebih rapi dan percaya diri saat bertemu keluarga maupun kerabat.
Anna menjelaskan pertumbuhan industri kecantikan di Indonesia juga ditopang oleh besarnya populasi generasi muda, khususnya Gen Z, yang memiliki ketertarikan tinggi terhadap produk beauty and wellness.
Menurutnya, generasi muda kini tidak hanya fokus pada makeup dan penampilan luar, tetapi juga mulai memperhatikan kesehatan tubuh dari dalam.
“Sekarang banyak konsumen, terutama Gen Z, yang mulai memperhatikan vitamin dan suplemen yang mereka konsumsi, apakah itu untuk kesehatan kulit atau untuk menjaga energi selama Ramadan,” jelasnya.