Bisnis.com, JAKARTA—Emiten jasa tenaga alih daya (outsourcing), PT Personel Alih Daya Tbk. (PADA) mencatatkan laba bersih pada 2025, berbalik dari rugi bersih pada tahun sebelumnya.
Entitas yang sudah diakuisisi PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk. (INET) tersebut mencatatkan laba bersih sebesar Rp2,5 miliar, berbalik positif dibandingkan rugi bersih tahun 2024 yang mencapai Rp16,5 miliar.
PADA membukukan pendapatan usaha sebesar Rp1,16 triliun, meningkat 27,8% dibandingkan perolehan tahun sebelumnya Rp910,5 miliar. Kenaikan ini dipicu oleh kontribusi positif dari ekspansi bisnis baru yaitu layanan jasa kurir, peningkatan volume transaksi dari klien atau mitra eksisting khususnya layanan jasa personel support & office services.
“Selain itu, PADA mencatatkan pertumbuhan positif dari proyek kolaborasi dengan mitra strategis untuk penjualan produk Starlite (Fiber to the Home/FTTH) serta Internet Rakyat (IRA) 5G Fixed Wireless Access (FWA),” jelas Direktur Utama Personel Alih Daya Cahyanul Uswah, dalam siaran pers, Rabu (1/4/2026).
Laba kotor pada 2025 naik 37,4% menjadi Rp43,1 miliar dari sebelumnya Rp31,3 miliar. Meskipun terdapat kenaikan pada Beban Pokok Pendapatan, Perseroan berhasil mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang lebih besar sehingga margin tetap terjaga.
Pencapaian ini didorong oleh langkah strategis perseroan dalam menyeleksi kontrak klien atau mitra dengan management fee yang memberikan margin lebih optimal. Selain itu, PADA melakukan efektivitas strategi efisiensi biaya guna menjaga profitabilitas operasional.
Per 31 Desember 2025, total aset perseroan tercatat sebesar Rp265,9 miliar, tumbuh 9,8% dibandingkan posisi akhir tahun 2024 yang sebesar Rp242,1 miliar. Sejalan dengan utang bank jangka pendek serta utang pihak berelasi jangka panjang, total liabilitas mengalami kenaikan sebesar 17,2% menjadi Rp146,1 miliar. Peningkatan liabilitas ini, merupakan langkah strategis untuk memperkuat modal kerja dan mendukung percepatan pertumbuhan operasional.
Cahyanul Uswah menjelaskan, pencapaian 2025 menjadi tonggak penguatan fundamental bisnis perseroan melalui strategi ganda diterapkan secara konsisten. Pertama, perseroan berhasil mencatatkan pendapatan dari lini bisnis baru yaitu layanan Jasa Kurir, serta memperkuat layanan jasa Technical Services pada project penjualan Starlite serta Internet Rakyat (IRA).
Kedua, penerapan disiplin operasional yang ketat dalam menyeleksi kontrak dengan management fee yang lebih optimal di seluruh unit bisnis telah berhasil memperkokoh fundamental perseroan.
“Guna merespons pertumbuhan sektor e-commerce dan logistik yang sangat pesat, Perseroan melalui lini bisnis Jasa Kurir telah menyiapkan strategi khusus untuk meningkatkan kualitas layanan. Strategi ini mencakup pemenuhan tenaga kerja (kurir dan sortir) yang masif bagi klien strategis, serta akselerasi ekspansi ke berbagai wilayah baru,” paparnya.
Selaras dengan strategi pertumbuhan bisnis jangka panjang, perseroan pun telah mengawali langkah strategis lainnya pada penghujung 2025 melalui optimalisasi kolaborasi dengan mitra strategis Grup PT Solusi Sinergi Digital Tbk. (WIFI) atau Surge, yakni PT Integrasi Jaringan Ekosistem dan PT Telemedia Komunikasi Pratama.
Sinergi ini bertujuan untuk mendukung penyediaan tenaga kerja teknisi untuk instalasi dan tenaga penjualan ataupun distribusi, tenaga teknisi untuk pemeliharaan perangkat dan jaringan serta dukungan layanan pelanggan (agent Call Center).
Kolaborasi ini bertujuan untuk mengakselerasi perluasan jangkauan internet nasional hingga ke pelosok daerah, khususnya untuk mendukung produk Starlite serta Internet Rakyat (IRA).
Selain itu di bawah naungan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) sebagai pengendali baru akan membuka ruang sinergi yang lebih luas bagi PADA di dalam ekosistem Grup Usaha INET. Kolaborasi ini mencakup pemenuhan kebutuhan tenaga kerja (SDM) untuk penjualan, instalasi serta pemeliharaan jaringan dan infrastruktur (managed services) di seluruh Grup Usaha INET.
Menurut Cahyanul Uswah, perseroan kini memiliki akses strategis ke segmen klien atau sektor-sektor baru, melakukan perluasan jangkauan pasar regional, serta adopsi dan transfer teknologi terkini milik Grup Usaha INET.
“Integrasi ini dapat mengoptimalkan strategi cross-selling dan bundling layanan, yang pada akhirnya akan memperkaya portofolio dan diferensiasi solusi layanan bagi klien/mitra perseroan,” imbuhnya.