Bisnis.com, JAKARTA – Emiten milik Raam Punjabi, PT Tripar Multivision Plus Tbk. (RAAM) mencatatkan kinerja yang membaik sepanjang periode Januari–September 2025. Kendati masih dibayangi kerugian, emiten yang dipimpin oleh aktor Ario Bayu sebagai Direktur Utama ini mampu menekan kerugian menjadi Rp20,29 miliar pada periode yang berakhir September 2025.
Melansir laporan keuangan, sepanjang periode yang berakhir September 2025, RAAM membukukan pendapatan senilai Rp145,42 miliar. Torehan itu susut 12,82%year-on-year(YoY) dibandingkan posisi Rp166,81 miliar pada periode yang sama 2024.
Dari sejumlah segmen pendapatan RAAM, segmen film memberikan kontribusi tersebar, dengan nilai Rp66,23 miliar per kuartal III/2025. Meskipun menyusut 20,17% YoY dibandingkan Rp82,97 miliar pada periode yang sama 2024, kontribusi segmen ini mencapai 45,54% dari total pendapatan.
Sementara itu, segmen penjualan tiket dan TV berbayar RAAM tumbuh masing-masing 23,17% dan 16,25% YoY. Segmen makanan dan minuman, menyumbang kenaikan tertinggi, dengan melesat 56,76% YoY menjadi Rp16,71 miliar per kuartal III/2025. Hanya segmen sinetron yang tidak mencatatkan pendapatan pada periode ini.
Meskipun sejumlah segmen menampilkan torehan yang beragam, RAAM tetap mencatatkan beban pokok penjualan yang membengkak menjadi Rp126,00 miliar per kuartal III/2025, dari posisi Rp95,42 miliar pada periode yang sama 2024.
Alhasil, dengan membengkaknya beban pokok pendapatan, RAAM hanya mampu membukukan laba bruto senilai Rp19,42 miliar pada periode Januari–September 2025. Laba bruto yang mampu ditorehkan oleh RAAM susut hingga 72,79% YoY dibandingkan Rp71,39 miliar pada periode yang sama 2024.
Belum lagi, laba bruto yang telah ditorehkan oleh RAAM dirintangi oleh membengkaknya beban umum dan administrasi hingga mencapai Rp81,87 miliar pada periode sembilan bulan 2025. Beban umum dan administrasi ini membengkak dari posisi Rp72,19 miliar pada periode yang sama 2024.
Alhasil, setelah dikurangi berbagai beban dan pajak, RAAM hanya mampu memperkecil rugi menjadi Rp20,29 miliar pada periode Januari–September 2025. Rugi tersebut menyusut dibandingkan torehan rugi perseroan sebesar Rp112,58 miliar pada periode yang sama 2024.
Sementara itu, dari sisi neraca, RAAM membukukan jumlah aset senilai Rp1,65 triliun pada September 2025. Total aset RAAM turut susut dari Rp1,71 triliun pada Desember 2024, lantaran menyusutnya jumlah aset lancar dan tidak lancar perseroan.
Sementara itu, RAAM juga membukukan liabilitas yang menyusut menjadi Rp343,15 miliar per September 2025, dari posisi Rp385,05 miliar pada Desember 2024. Dari sisi ekuitas, RAAM membukukan total ekuitas senilai Rp1,31 triliun, turun dari Rp1,33 triliun pada Desember 2024.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.