Bisnis.com, JAKARTA—Setelah menjabat sebagai Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) selama 2,5 tahun, Julfi Hadi mengajukan pengunduran diri.
Berdasarkan situs resmi PGE, Julfi Hadi diangkat menjadi Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) sejak sejak Juni 2023.
Pengangkatan Julfi Hadi dilakukan dalam upaya PGEO menjadi perusahaan energi hijau kelas dunia dengan kapasitas terpasang geothermal terbesar di dunia. Julfi Hadi menggantikan Dannif Danusaputro yang membawa Pertamina Geothermal Energy melantai di Bursa Efek Indonesia pada 24 Februari 2023 setelah merampungkan IPO senilai Rp9,05 triliun.
Julfi Hadi merupakan peraih gelar Master of Science of Geology dari University of Texas, El Paso, Amerika Serikat (AS) dan Bachelor of Science in Geology dari University of Texas, El Paso, AS.
Dia memiliki pengalaman lebih dari 35 tahun di sektor panas bumi. Mengawali karirnya sebagai Geologist di Amoseas Indonesia. Dalam mengemban pendidikan pascasarjana, Julfi Hadi memperoleh penghargaan dari Geological Society of America South Central Section untuk tesis yang dikerjakan.
Julfi Hadi juga memiliki pengalaman di beberapa proyek geotermal seperti Wayang Windu Unit-2 110 MW dan Darajat Unit-3 110 Mwe development.
Adapun, pengunduran diri Julfi Hadi disampaikan Sekretaris Perusahaan PGEO Kitty Andhora dalam keterbukaan informasi, Kamis (27/11/2025).
Kitty menyampaikan perseroan telah menerima surat pengunduran diri Julfi Hadi selaku Direktur Utama Perseroan melalui surat tertanggal 25 November 2025.
"Selanjutnya, sesuai Pasal 8 ayat (3) POJK 33/2014, Perseroan akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dalam jangka waktu paling lambat 90 hari kalender sejak diterimanya surat pengunduran diri," tulis Kitty, dikutip Jumat (28/11/2025).
Sepanjang 2023-2024, PGEO mencatat pendapatan US$406,28 juta dan US$407,12 juta. Adapun, laba bersih yang dibukukan PGEO sebesar US$163,59 juta pada 2023 dan turun menjadi US$160,49 juta pada 2024.
Dalam perkembangan terakhir, PGEO mencatat koreksi terhadap laba bersih perseroan pada kuartal III/2025 sebesar 22,17% menjadi US$104,28 juta dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu akibat sejumlah hal.
Manager Corporate Communication & CSR PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) Muhammad Taufik mengatakan sepanjang kuartal III/2025, perseroan mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 4,20% year-on-year (YoY) menjadi US$318,86 juta.
PGEO menilai fundamental keuangan perseroan dalam kondisi yang solid, tecermin dari posisi kas yang sehat dan struktur pendanaan yang terkendali. Hal ini memastikan kemampuan PGEO untuk melanjutkan ekspansi secara berkelanjutan serta menjaga daya saing perseroan ke depan.
Adapun hingga saat ini, perseroan belum melakukan perubahan terhadap target kinerja tahun 2025 dan tetap fokus menjalankan rencana kerja yang telah ditetapkan. Sejauh ini, PGEO telah mengidentifikasi potensi panas bumi sebesar 3 GW dari berbagai WKP yang dikelola.