Bisnis.com, JAKARTA — Emiten Kiki Barki PT Harum Energy Tbk. (HRUM) mencetak peningkatan pendapatan menjadi sebesar US$1,33 miliar, atau setara Rp22,38 triliun sepanjang tahun 2025 (kurs Jisdor BI Rp16.720 per dolar AS 31 Desember 2025).
HRUM membukukan pendapatan naik 3,33% secara tahunan dari US$1,29 miliar, menjadi US$1,33 miliar atau setara Rp22,38 triliun.
Pendapatan tersebut dikontribusikan dari pendapatan dari kontrak dengan pelanggan dengan penjualan ekspor nickel matte sebesar US$395,9 juta, batu bara sebesar US$336,88 juta, dan feronikel sebesar US$299,9 juta.
Lalu penjualan lokal nikel matte sebesar US$189,76 juta, batu bara sebesar US$67,43 juta, dan feronikel senilai US$33,98 juta.
Kemudian pendapatan sewa bongkar muat batu bara sebesar US$10,04 juta, lalu pendapatan time freight, dan voyage charter sebesar US$2,35 juta, dan jasa pengangkutan senilai US$2,3 juta.
Berdasarkan pelanggannya, pendapatan ini diperoleh dari Hong Kong Rui Pu Co Ltd sebesar US$614,75 juta, Golden Harbour International Pte. Ltd sebesar US$82,57 juta.
Beban pokok pendapatan HRUM juga meningkat 10,85% menjadi US$1,12 miliar, dari sebelumnya sebesar US$1,01 miliar pada 2024.
Alhasil HRUM mencetak laba bruto sebesar US$216,7 juta, turun 23,51% dari sebelumnya sebesar US$283,4 juta.
HRUM tercatat mencetak laba bersih sebesar US$37,42 juta atau setara Rp625,7 miliar pada 2025. Laba bersih ini naik dari 2024 sebesar US$54,07 juta.
Adapun HRUM mencetak total aset sebesar US$3,43 miliar, naik dari US$2,57 miliar pada tahun 2024.
Total liabilitas HRUM pada 2025 juga naik menjadi US$1,61 miliar, naik dari tahun 2024 sebesar US$791,88 juta. Total ekuitas HRUM juga naik menjadi US$1,81 miliar, naik dari tahun 2024 yang sebesar US$1,78 miliar.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.