Bisnis.com, JAKARTA – Emiten produsen Indomie, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) membukukan kinerja yang solid sepanjang tahun lalu. Kinerja bottom line perseroan bahkan mampu tumbuh hingga 30,30% secara tahunan (year-on-year/YoY).
Melansir laporan keuangan, ICBP membukukan pendapatan senilai Rp74,85 triliun sepanjang periode Januari—Desember 2025. Realisasi itu mencerminkan kenaikan 3,11% YoY dibandingkan Rp72,59 triliun pada periode yang sama 2024.
Kenaikan pendapatan perseroan terutama disebabkan oleh bertumbuhnya segmen penjualan mi instan yang membukukan penjualan senilai Rp54,38 triliun, naik 3,61% YoY dibandingkan Rp52,48 triliun pada periode yang sama 2024.
Selain itu, pada segmen dairy, ICBP turut membukukan penjualan senilai Rp9,65 triliun, segmen makanan ringan senilai Rp4,42 triliun, penyedap makanan senilai Rp3,60 triliun, nutrisi dan makanan khusus sebesar Rp1,31 triliun, dan segmen minuman sebesar Rp1,47 triliun.
Meskipun begitu, tidak semua segmen penjualan perseroan bertumbuh. Segmen nutrisi dan makanan khusus terkoreksi 3,25% YoY dan minuman terkoreksi 12,09% YoY.
Sejalan dengan meningkatnya penjualan perseroan, beban pokok penjualan juga turut membengkak 6,09% YoY menjadi Rp48,49 triliun pada 2025. Realisasi itu mencerminkan kenaikan dari Rp45,70 triliun pada periode yang sama 2024.
Alhasil, laba bruto yang mampu dibukukan perseroan sempat terkoreksi 1,98% YoY menjadi Rp26,36 triliun pada 2025, turun dari Rp26,89 triliun pada periode yang sama 2024. Namun, pendapatan operasi lain membuat laba bersih ICBP masih tumbuh.
Setelah dikurangi berbagai beban dan pajak, ICBP akhirnya mampu membukukan laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih senilai Rp9,22 triliun pada periode Januari—Desember 2025. Realisasi itu mencerminkan kenaikan 30,30% YoY dibandingkan Rp7,07 triliun pada periode yang sama 2024.
Dari sisi neraca, ICBP bahkan mampu membukukan total aset senilai Rp135,54 triliun per Desember 2025. Realisasi itu mencerminkan peningkatan yang signifikan dari Rp126,04 triliun pada Desember 2024.
Sementara itu, liabilitas ICBP turut membengkak menjadi Rp61,86 triliun per Desember 2025, naik dari Rp58,99 triliun pada periode yang sama 2024. Ekuitas perseroan tercatat senilai Rp73,68 triliun, naik dari Rp67,04 triliun per Desember 2024.
______
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.