Bisnis.com, JAKARTA — Emiten pelayaran PT Hasnur Internasional Shipping Tbk. (HAIS) mencermati potensi dampak tidak langsung dari pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), meskipun eksposur langsung perseroan dinilai terbatas.
Direktur Keuangan HIS Rickie menyampaikan bahwa pelemahan rupiah tidak berdampak signifikan terhadap kinerja perseroan dalam jangka pendek. Hal itu ditopang oleh struktur pendapatan dan biaya operasional perusahaan yang mayoritas menggunakan mata uang rupiah.
Dia menjelaskan seluruh pendapatan perusahaan dicatat dalam rupiah, sejalan dengan struktur biaya operasional utama seperti docking dan perawatan kapal yang juga berbasis rupiah. Dengan kondisi tersebut, eksposur perseroan terhadap risiko nilai tukar dinilai masih berada dalam level yang terkendali.
“Meski demikian, perseroan tetap mencermati potensi dampak tidak langsung atau second-order impact dari penguatan dolar, khususnya melalui pergerakan harga komoditas global. Salah satu risiko yang diantisipasi adalah kenaikan harga bahan bakar minyak, terutama solar, yang merupakan komponen utama biaya operasional industri pelayaran,” ujarnya, Rabu (21/1/2025).
Selain itu, Rickie menuturkan harga material dan suku cadang kapal juga berpotensi mengalami penyesuaian. Beberapa komponen perawatan kapal, seperti pelat baja dan material tertentu, mengacu pada harga pasar global yang sensitif terhadap penguatan dolar AS. Kondisi tersebut dapat berdampak pada biaya perawatan kapal secara bertahap.
“Kami menilai dampak tersebut tidak terjadi secara langsung dan sangat bergantung pada kebijakan harga domestik, kondisi pasokan, serta efisiensi internal perusahaan,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi dinamika tersebut, HIS menyiapkan sejumlah langkah mitigasi dengan menjaga disiplin biaya dan meningkatkan efisiensi operasional. Upaya tersebut dilakukan melalui optimalisasi jadwal kapal, pengendalian konsumsi bahan bakar, serta peningkatan produktivitas armada.
Selain itu, perseroan juga memperkuat perencanaan keuangan dan menjaga fleksibilitas likuiditas di tengah volatilitas kondisi makroekonomi.
HIS akan terus memantau dinamika nilai tukar sebagai bagian dari faktor makro yang memengaruhi kinerja perseroan. Di sisi lain, perusahaan mendorong inovasi dan digitalisasi proses operasional guna meningkatkan akurasi pengambilan keputusan sekaligus menekan biaya tidak langsung.
Pemantauan berkala terhadap struktur biaya, termasuk potensi eksposur mata uang asing, juga dilakukan agar tetap berada dalam batas yang wajar.
“Dengan struktur biaya yang didominasi rupiah dan fokus berkelanjutan pada efisiensi, HIS berada pada posisi yang relatif resilien dalam menghadapi dinamika nilai tukar dan pergerakan harga komoditas global,” terangnya.
______
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.