Bisnis.com, JAKARTA — Emiten pengelola Pizza Hut, PT Sarimelati Kencana Tbk. (PZZA) mendirikan anak usaha baru bernama PT Tradisi Baru Bakeri (PT TBB) sebagai bagian dari strategi diversifikasi bisnis perseroan.
Berdasarkan keterbukaan informasi, pendirian entitas baru tersebut terjadi pada 20 Februari 2026. PT TBB didirikan berdasarkan Akta Pendirian Nomor 04 tertanggal 5 Februari 2026 yang dibuat di hadapan Notaris Mira Dewi Miriam, SH, dan telah memperoleh pengesahan dari Menteri Hukum Republik Indonesia melalui Surat Keputusan Nomor AHU-0014795.AH.01.01.TAHUN 2026 tertanggal 20 Februari 2026.
Corporate Secretary PZZA Andromeda Hermawan Tristanto menyampaikan bahwa pembentukan entitas baru ini merupakan langkah strategis perseroan.
“Perseroan telah mendirikan anak perusahaan baru berdasarkan hukum negara Republik Indonesia yang bernama PT Tradisi Baru Bakeri yang berkedudukan di Jakarta Selatan,” ujarnya dalam keterbukaan informasi, Selasa (24/2/2026).
PT TBB akan menjalankan kegiatan usaha di bidang penyediaan akomodasi, penyediaan makan minum, serta perdagangan eceran roti dan kue.
Dari sisi permodalan, PT TBB memiliki modal dasar sebesar Rp60 miliar yang terbagi atas 60.000 lembar saham dengan nilai nominal Rp1 juta per saham. Dari jumlah tersebut, telah ditempatkan dan disetor penuh sebesar 25% atau sebanyak 15.000 lembar saham dengan nilai total Rp15 miliar.
Dalam struktur kepemilikan, PZZA menjadi pemegang saham mayoritas dengan porsi 55,5% atau setara 8.325 lembar saham senilai Rp8,325 miliar. Sisanya dimiliki oleh sejumlah entitas dan individu, termasuk PT Jumi Sarikenco sebesar 20%, PT Sriboga Raturaya 10%, serta beberapa pemegang saham lainnya dengan porsi di bawah 3%.
Andromeda menegaskan bahwa pendirian anak usaha ini tidak menimbulkan dampak material terhadap operasional maupun kondisi keuangan perseroan.
“Dengan pembentukan anak perusahaan ini, Perseroan akan memiliki anak usaha baru yang laporan keuangannya akan terkonsolidasi. Kejadian ini tidak akan berdampak terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha Perseroan,” jelasnya.
Lebih lanjut, manajemen meyakini pembentukan PT TBB selaras dengan strategi diversifikasi dan upaya menjaga keberlanjutan bisnis jangka panjang.
“Perseroan berkeyakinan bahwa pembentukan ini dilakukan sesuai dengan strategi bisnis diversifikasi Perseroan serta untuk memastikan agar Perseroan fokus pada pelaksanaan kegiatan usaha yang berkelanjutan,” tutup Andromeda.
_____
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.