Bisnis.com, JAKARTA — Presiden AS Donald Trump menuntut negara-negara yang bergantung pada pasokan energi dari Selat Hormuz ikut menjaga keamanan jalur tersebut yang kini efektif tertutup bagi kapal tanker minyak.
Melansir Bloomberg pada Senin (16/3/2026) Trump menyampaikan bahwa negara-negara yang bergantung pada pasokan energi dari jalur tersebut seharusnya turut bertanggung jawab melindungi kawasan itu.
“Saya benar-benar menuntut negara-negara tersebut datang dan melindungi wilayah mereka sendiri. Itu adalah tempat sejumlah negara mendapatkan energi, mereka harus datang dan membantu kami melindunginya,” ujar Trump kepada wartawan di pesawat kepresidenan Air Force One pada Minggu (15/3/2026) waktu setempat, tanpa menyebut negara yang dimaksud.
Dia menambahkan bahwa China sangat bergantung pada pasokan minyak yang melewati Selat Hormuz, sehingga Xi Jinping dan pemerintah Beijing dinilai perlu ikut menjaga keamanan jalur tersebut.
“Mengapa kami yang mempertahankan Selat Hormuz padahal jalur itu sebenarnya untuk China dan banyak negara lain? Mengapa mereka tidak melakukannya?” kata Trump.
Trump juga mengatakan bahwa pemerintah AS tengah berdiskusi dengan sekitar tujuh negara untuk terlibat membantu pengamanan pelayaran di kawasan tersebut. Namun, dia tidak merinci negara mana saja yang terlibat dalam pembicaraan tersebut.
Menurut Trump, beberapa negara memiliki kapal penyapu ranjau atau jenis kapal tertentu yang dapat membantu mengamankan jalur perairan tersebut agar kapal tanker minyak dapat melintas dengan aman. Dia berharap kerja sama itu dapat dimulai segera, meskipun mengakui implementasinya kemungkinan membutuhkan waktu.
Konflik dengan Iran telah secara efektif menghentikan perdagangan melalui Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang dalam kondisi normal dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia, selain berbagai komoditas lainnya. Pembukaan kembali jalur perdagangan di selat tersebut menjadi salah satu prioritas utama Trump seiring harga minyak global menembus level US$100 per barel.
Dalam wawancara terpisah dengan Financial Times pada hari yang sama, Trump mengatakan dirinya dapat menunda rencana pertemuan puncak dengan Presiden China Xi Jinping apabila Beijing tidak membantu membuka kembali jalur pelayaran tersebut.
Dia juga memperingatkan bahwa NATO dapat menghadapi masa depan yang “sangat buruk” apabila negara-negara anggotanya tidak turut membantu mengamankan Selat Hormuz.