Bisnis.com, JAKARTA — Apple dikabarkan tengah memfinalisasi produksi laptop entry-level terbaru yang dijadwalkan meluncur seawal Maret mendatang.
Perangkat ini dirancang khusus untuk menembus segmen pasar pelajar dan pelanggan korporasi yang sensitif terhadap harga.
Dalam laporan terbarunya, Jurnalis teknologi Mark Gurman menyebutkan bahwa perangkat dengan kode internal J700 ini akan membawa perubahan pada unit pemrosesan.
Laptop ini bakal menjadi Mac modern pertama yang ditenagai prosesor seri-A sekelas iPhone, menggantikan cip seri-M yang selama ini digunakan.
Strategi penggunaan silikon smartphone yang kemungkinan besar adalah chip A18 Pro bertujuan untuk menekan biaya produksi. Upaya tersebut memungkinkan Apple menetapkan harga jual yang jauh lebih murah dibandingkan lini produk yang ada saat ini.
"Keputusan menggunakan prosesor seri-A memungkinkan Apple menekan harga hingga jauh di bawah US$1.000," tulis Gurman dalam buletin Power On, dikutip dari Phone Arena, Senin (16/2/2026).
Estimasi pasar menempatkan harga jual perangkat ini di kisaran Rp8,4 juta hingga Rp11,7 juta. Angka tersebut terpaut jauh dari harga ritel MacBook Air M4 13 inci yang saat ini dibanderol mulai dari US$999 atau sekitar Rp16,8 juta.
Meski menyasar segmen bujet rendah, Apple dipastikan tidak akan beralih ke material plastik. Perusahaan tetap mempertahankan penggunaan sasis logam standar untuk menjaga kualitas bangunan perangkat.
Guna merealisasikan efisiensi biaya pada material logam, Apple telah mengembangkan proses penempaan baru. Metode manufaktur ini diklaim lebih cepat dan ekonomis dibandingkan teknik unibody presisi yang diterapkan pada MacBook Air dan MacBook Pro.
Secara spesifikasi, layar perangkat ini diperkirakan sedikit lebih kecil dari 13 inci, atau sekitar 12,9 inci. Ukuran yang lebih ringkas ini diposisikan tepat di bawah model MacBook Air demi mendukung portabilitas bagi pelajar.
Performa chip A18 Pro yang akan disematkan juga dinilai tidak kalah bersaing. Kemampuan pemrosesan chip tersebut dilaporkan mulai mendekati performa cip M1, sehingga tetap mumpuni untuk tugas komputasi dasar.
Selain efisiensi biaya, Apple berupaya menyegarkan visual produk untuk menarik demografi siswa. Perusahaan tengah menguji opsi warna yang lebih variatif dibandingkan palet warna profesional yang biasanya ditawarkan.
Prototipe yang sedang diuji mencakup warna kuning muda, hijau muda, biru, merah muda, dan ungu. Opsi warna klasik seperti perak dan abu-abu tua juga tetap dipertimbangkan dalam pengujian tersebut.
Gurman mencatat bahwa variasi warna ini diharapkan dapat mendongkrak penjualan di kalangan pelajar. Kendati demikian, belum ada kepastian mengenai opsi warna mana yang akan lolos ke tahap produksi massal.