Bisnis.com, JAKARTA — PT Indonesian Paradise Property Tbk. (INPP) atau Paradise Indonesia mencatatkan pertumbuhan pendapatan di tengah penyusutan laba bersih sepanjang 2025.
Berdasarkan laporan keuangan tahunan 2025, pendapatan neto INPP tumbuh 32,9% secara tahunan menjadi Rp1,74 triliun. Lonjakan ini ditopang oleh berlanjutnya proses serah terima (handover) proyek apartemen Antasari Place, kontribusi ekspansi 23 Paskal Shopping Center yang mulai beroperasi pertengahan tahun, serta peluncuran Citadines pada September 2025 yang memperkuat sumber pendapatan berulang (recurring income).
Kendati demikian di tengah pertumbuhan tersebut, laba bersih memang terdampak oleh penyesuaian non kas. Laba bersih INPP mengalami penurunan signifikan sepanjang 2025 sebesar 88% menjadi Rp49,82 miliar dari Rp418,07 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Namun demikian, CEO Paradise Indonesia Anthony P. Susilo mengatakan perseroan justru menunjukkan penguatan fundamental dari sisi likuiditas. Anthony menilai pencapaian ini menjadi fondasi kuat bagi ekspansi berkelanjutan perusahaan.
Dari sisi operasional, INPP juga terus memperkuat kualitas pendapatan. Saat ini, kontribusi recurring income telah mencapai sekitar 70% dari total pendapatan, menciptakan arus kas yang lebih stabil dan terprediksi.
Dana tersebut kemudian dialokasikan kembali untuk mendukung pengembangan proyek-proyek baru. Sejumlah proyek strategis pun telah disiapkan pada kuartal II/2026.
“Pada kuartal II/2026, perseroan berencana mengoperasikan 23 Semarang Shopping Center di Kota Semarang guna memperkuat segmen komersial,” ujarnya melalui keterangan resmi dikutip, Rabu (25/3/2026).
Selain itu, INPP juga tengah mengembangkan fase pertama 88 Plaza, proyek kompleks ritel dan ruko di Balikpapan yang menjadi bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang.
Secara kontribusi, segmen perhotelan menjadi penopang terbesar dengan porsi 36% terhadap total pendapatan. Disusul segmen komersial sebesar 34%, serta penjualan properti yang menyumbang 30%.
“Kami bersyukur dapat mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang konsisten selama lima tahun berturut-turut sambil melipatgandakan cadangan kas. Dengan Net DER yang rendah dan basis recurring income yang solid, kami siap mengakselerasi proyek-proyek ikonik baru,” imbuhnya.
Per 31 Desember 2025, posisi kas dan setara kas INPP melonjak signifikan hingga 113,3% menjadi Rp771,39 miliar. Peningkatan ini didorong oleh langkah strategis perusahaan, termasuk penerbitan obligasi senilai Rp500 miliar serta masuknya mitra strategis pada salah satu aset.
Langkah tersebut mencerminkan strategi perusahaan dalam menjaga struktur permodalan tetap sehat sekaligus memperkuat kapasitas pendanaan untuk ekspansi. Tercermin dari rasio Net Debt to Equity (Net DER) yang tetap rendah di level 0,21x, memberikan ruang yang luas bagi INPP untuk melakukan ekspansi ke depan.