Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur (Dispar Kaltim) memaparkan pesona pariwisata alam dan budaya yang terintegrasi di kawasan perairan Danau Jempang, ... [328] url asal
Samarinda (ANTARA) - Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur (Dispar Kaltim) memaparkan pesona pariwisata alam dan budaya yang terintegrasi di kawasan perairan Danau Jempang, Kabupaten Kutai Barat.
"Danau Jempang menyuguhkan keindahan yang terintegrasi antara keanekaragaman flora, fauna, dan kekayaan budaya lokal yang menjadi kebanggaan kita bersama," kata Kepala Dinas Pariwisata Kaltim Ririn Sari Dewi di Samarinda, Sabtu.
Destinasi wisata yang diklaim Dispar Kaltim sebagai surga tersembunyi ini memiliki luas area sekitar 15.000 hektare dengan kedalaman perairan rata-rata mencapai 7-8 meter.
Danau tersebut juga tercatat sebagai salah satu perairan terbesar di antara kurang lebih 76 danau lainnya di sepanjang alur aliran Sungai Mahakam.
"Para pengunjung yang menyukai wisata alam liar dapat memanjakan mata dengan melihat langsung habitat berbagai jenis satwa eksotis di sana," kata Ririn.
Dia menyampaikan beragam spesies burung air seperti kuntul, bangau, walet, dan cangak terlihat sering terbang menghiasi lanskap alam di kawasan perairan tersebut.
"Wadah yang menenangkan ini juga menjadi habitat bagi aneka ikan lokal sekaligus penyokong sumber kehidupan masyarakat melalui sektor perikanan," ungkap Ririn.
Ia menambahkan, pesona alam danau ini semakin terintegrasi melalui perpaduan kekayaan budaya lokal yang berpusat di Kampung Tanjung Isuy pada kawasan tepiannya.
Saat mengunjungi kampung wisata tersebut, ujar Ririn, para pelancong dapat secara langsung menyaksikan arsitektur khas dari rumah-rumah tradisional adat setempat.
"Pengalaman wisata budaya pengunjung juga akan semakin menarik dengan kehadiran berbagai karya kerajinan tangan berbahan rotan serta ukiran kayu yang sangat artistik," jelasnya.
Mengingat letak geografisnya yang relatif terpencil, para wisatawan memang perlu mempersiapkan lebih ekstra untuk bisa mencapai destinasi liburan tersebut.
"Apabila memulai keberangkatan dari pusat Kota Samarinda, wisatawan harus menempuh rute perjalanan darat sejauh kurang lebih 213 kilometer menuju Tanjung Isuy," papar Ririn.
Ririn menuturkan waktu tempuh perjalanan darat sekitar enam setengah hingga tujuh jam itu dipastikan terbayar lunas dengan keindahan pemandangannya yang memukau.
"Sebagai alternatif tambahan, para pelancong juga memiliki opsi menyusuri jalur air menggunakan perahu dengan selalu mempertimbangkan kondisi keamanan serta musim," demikian Ririn.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) menghidupkan kembali pesona Parahyangan melalui program perjalanan yang menyatukan budaya, sejarah, dan alam Bandung untuk ... [396] url asal
Seluruh rangkaian acara ditutup dengan A Night in Parahyangan: Masquerade Soirée di The Gaia Hotel Bandung, sebuah malam apresiasi yang memadukan keanggunan, musik, dan kehangatan Bandung sebagai kota penuh cerita,
Jakarta (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia (Persero) menghidupkan kembali pesona Parahyangan melalui program perjalanan yang menyatukan budaya, sejarah, dan alam Bandung untuk menghadirkan pengalaman berkereta yang hangat, modern, dan semakin dekat dengan masyarakat.
"KAI menghadirkan pengalaman perjalanan yang menguatkan romansa Bandung dan pesona Parahyangan melalui Travelling by Train: #KembaliKeParahyangan," kata Direktur Bisnis dan Pengembangan Usaha KAI Rafli Yandra dalam pelepasan peserta Travelling by Train: #KembaliKeParahyangan di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa.
Dia menyampaikan, Travelling by Train: #KembaliKeParahyangan dirancang untuk menghadirkan kembali suasana perjalanan menuju Bandung sebagai pengalaman yang menyenangkan, hangat, dan penuh inspirasi.
Kegiatan yang diikuti oleh 70 peserta itu membawa romansa perjalanan kereta api melalui rangkaian aktivitas yang menyentuh berbagai aspek Bandung.
Mulai dari budaya di Saung Angklung Ujo, sejarah di Museum Geologi, hingga keindahan alam Kawah Putih, Rengganis Suspension Bridge, dan sesi kreatif di Unkl347 Store.
Rafli menjelaskan, sejumlah influencer dan kreator digital turut ambil bagian untuk memperkuat pesan perjalanan kereta api sebagai pilihan yang modern, nyaman, dan dekat dengan kehidupan masyarakat masa kini.
"Seluruh rangkaian acara ditutup dengan A Night in Parahyangan: Masquerade Soirée di The Gaia Hotel Bandung, sebuah malam apresiasi yang memadukan keanggunan, musik, dan kehangatan Bandung sebagai kota penuh cerita," ujarnya.
PT KAI menghidupkan pesona Parahyangan lewat program perjalanan spesial bertajuk Travelling by Train: #KembaliKeParahyangan," di Jakarta, Selasa (18/11/2025). ANTARA/HO-Humas KAI
Vice President Public Relations KAI Anne Purba menyampaikan jalur Parahyangan terus menunjukkan perkembangan positif. Sepanjang Januari-Oktober 2025, KA Parahyangan telah melayani 728.949 pelanggan, meningkat 41,75 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Menurut Anne, daya tarik itu hadir karena perjalanan menuju Bandung menyuguhkan panorama yang memanjakan mata, melewati jembatan tinggi, lembah hijau, aliran sungai, dan terowongan bersejarah yang memberi karakter tersendiri pada setiap perjalanan.
Anne menambahkan bahwa Travelling by Train: #KembaliKeParahyangan memperkuat citra KAI sebagai penyedia layanan transportasi yang mengutamakan kenyamanan dan pengalaman.
Kehadiran peserta yang terdiri dari pengguna aktif media sosial, komunitas, dan pecinta perjalanan membantu menyebarluaskan cerita positif mengenai perjalanan kereta api.
“Dengan keindahan lintasan dan rangkaian aktivitas yang disiapkan, KAI berharap semakin banyak masyarakat memilih kereta api sebagai cara terbaik menikmati Bandung yang hangat, dan penuh makna,” kata Anne.