Bisnis.com, JAKARTA – Yum! Brands Inc. mengumumkan pelepasan segmen bisnis Pizza Hut kepada perusahaan ekuitas swasta LongRange Capital dan Yum! China Holdings dengan nilai transaksi ditaksir mencapai US$2,7 miliar atau setara Rp48,13 triliun (Kurs jisdor Rp17.826 per dolar AS).
Melansir laman resmi Yum! Brands, manajemen menerangkan bahwa aksi penjualan Pizza Hut Global kepada LongRange tidak termasuk penjualan merek Pizza Hut di China. Kepemilikan atas Pizza Hut di China akan diakuisisi oleh Yum! China Holdings.
Manajemen menerangkan, aksi itu ditempuh Yum! Brands setelah melakukan kajian komprehensif terhadap berbagai opsi strategis untuk Pizza Hut yang telah dilakukan sejak November 2025.
Manajemen juga mengklaim aksi ini dilakukan untukmemberikan Pizza Hut struktur kepemilikan yang sesuai dengan pasar, keunggulan kompetitif, dan prioritas jangka panjangnya yang berbeda, di bawah kepemimpinan yang memiliki pengalaman signifikan di industri restoran cepat saji.
“Di bawah kepemilikan LongRange dan Yum China, Pizza Hut akan berada dalam posisi yang baik untuk pertumbuhan di masa depan dengan dukungan pemilik yang memiliki keahlian mendalam di industri restoran. Pizza Hut merupakan salah satu merek restoran paling ikonik di dunia, dan kami bangga atas peran penting yang telah dimainkannya dalam sejarah Yum!" kataChief Executive Officer Yum! Brands, Chris Turner dalam keterangannya, dikutip Jumat (19/6/2026).
Merinci dua aksi penjualan tersebut, Yum! akan menjual Pizza Hut Global di luar China kepada LongRangedengan nilai sekitar US$1,5 miliar.Selain itu, Yum! menyebut berpeluang menerima tambahan pembayaran sebesar US$75 juta pada 2030.
Sementara berdasarkan ketentuan perjanjian dengan Yum China, Yum! akan menjual Pizza Hut China kepada Yum China dengan nilai sekitar US$1,2 miliar.
Dari kedua transaksi tersebut, Yum! memperkirakan akan memperoleh hasil bersih sekitar US$2,3 miliar setelah pajak, penyesuaian penutupan transaksi, dan biaya terkait transaksi.
Hasil bersih setelah pajak akan digunakan sesuai dengan strategi alokasi modal Perseroan, termasuk untuk berinvestasi dalam bisnis dan mengembalikan kelebihan modal kepada para pemegang saham.Manajemen memprediksi kedua transaksi akan rampung pada kuartal III/2026.
____
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.