Jakarta (ANTARA) - Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia Fakhrul Fulvian menilai bahwa World Economic Forum (WEF) 2026 menjadi sarana strategis bagi Indonesia untuk menunjukkan posisi dan arah kebijakan negara di tengah dinamika dan ketidakpastian global.
Ditemui di kantor Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Jakarta, Rabu, Fakhrul menyampaikan bahwa Indonesia tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga dapat memanfaatkannya sebagai panggung positioning untuk memperlihatkan karakter, komitmen, serta prioritas nasional kepada negara-negara dunia.
"WEF ini adalah sarana positioning, merupakan sebuah acara yang strategis. Kita yang paling penting, saya berharap itu Presiden Prabowo besok memberikan sebuah statement, sebuah pidato yang menunjukkan di mana posisi Indonesia," kata Fakhrul.
Salah satu pesan penting yang perlu dikomunikasikan, menurut Fakhrul, terkait dengan komitmen terhadap disiplin dan kesinambungan fiskal.
Meski 2025 dinilai sebagai masa konsolidasi dengan defisit fiskal yang meningkat dan realisasi di atas 2,9 persen, lanjut Fakhrul, pemerintah tetap perlu menegaskan bahwa keberlanjutan fiskal menjadi fondasi utama dalam menjaga operasional negara ke depan.
Selain itu, Fakhrul mengatakan WEF juga menjadi momentum penting bagi Presiden Prabowo Subianto untuk menyampaikan pidato yang menegaskan posisi Indonesia yang berada di tengah, meski gejolak geopolitik dan geoekonomi sedang terjadi.
Menurutnya, dengan komunikasi yang tegas dan terarah, Indonesia diharapkan mampu memperkuat citra sebagai negara yang stabil, kredibel, dan memiliki visi jangka panjang di kancah global.
"Karena itu kita sangat-sangat mengharapkan statement yang firm untuk disampaikan besok. Harus bisa menjelaskan bagaimana posisi Indonesia di tengah berbagai macam gejolak dunia yang sedang terjadi pada saat ini," imbuhnya.
Presiden Prabowo dijadwalkan hadir ke acara WEF di Kota Davos, Swiss. Presiden Republik Indonesia sudah 10 tahun absen dari ajang WEF, yang mana presiden yang hadir pertama kali adalah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan berpidato pada 2011 tentang ekonomi hijau atau ramah lingkungan.
Pada WEF edisi kali ini Presiden Prabowo bersama CEO Danantara Rosan Roeslani beserta sejumlah menteri, antara lain Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, berencana akan hadir.
Forum ini melibatkan pemimpin negara-negara dunia, pengusaha, akademisi, hingga perwakilan masyarakat sipil dengan mengusung tema "A Spirit of Dialogue".
Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia
Editor: Biqwanto Situmorang
Copyright © ANTARA 2026