Bisnis.com, JAKARTA— Dominasi algoritmamedia sosial dalam menentukan konten yang muncul di feed pengguna mulai berkurang. Sejumlah platform seperti Threads, Instagram, dan TikTok kini menghadirkan fitur yang memungkinkan pengguna mengatur preferensi rekomendasi konten secara lebih langsung dengan dukungan kecerdasan buatan (AI).
Melalui fitur tersebut, pengguna tidak lagi hanya mengandalkan tombol “suka” atau “tidak tertarik” untuk memengaruhi algoritma. Mereka kini dapat secara langsung menentukan topik yang ingin lebih sering maupun lebih jarang ditampilkan di beranda.
Berikut sejumlah fitur yang telah diperkenalkan platform-platform tersebut, dikutip dari TechCrunch, Kamis (18/6/2026).
Threads
Pada 16 Juni 2026, Threads meluncurkan fitur baru bernama Your Algo. Fitur ini merupakan pengembangan dari Dear Algo, yang sebelumnya memungkinkan pengguna memengaruhi rekomendasi feed melalui unggahan publik.
Melalui Dear Algo, pengguna dapat menyampaikan preferensi mereka dengan membuat unggahan mengenai jenis konten yang ingin lebih banyak ditampilkan. Misalnya, pengguna dapat menulis bahwa mereka ingin melihat lebih banyak konten tentang podcast atau topik tertentu.
Lewat Your Algo, preferensi tersebut kini dapat disampaikan secara pribadi tanpa perlu membuat unggahan yang dapat dilihat pengguna lain. Pengguna dapat meminta Threads menampilkan lebih banyak atau lebih sedikit konten terkait topik tertentu.
Selain itu, pengguna juga dapat menentukan berapa lama preferensi tersebut berlaku, mulai dari satu hari, tiga hari, hingga tujuh hari. Sebagai contoh, pengguna dapat meminta lebih banyak konten olahraga sekaligus mengurangi kemunculan berita yang dianggap memicu stres.
Instagram
Instagram juga memperluas fitur Your Algorithm yang memungkinkan pengguna memahami sekaligus mengelola faktor-faktor yang memengaruhi rekomendasi konten pada akun mereka.
Melalui menu pengaturan, pengguna dapat melihat topik-topik yang dinilai paling menarik oleh Instagram berdasarkan aktivitas yang dilakukan di platform tersebut. Setelah itu, pengguna dapat menyesuaikan daftar minat tersebut dengan menentukan topik yang ingin lebih sering atau lebih jarang ditampilkan.
Fitur ini sebelumnya hanya tersedia untuk Reels sejak akhir 2025. Kini, Instagram telah memperluasnya ke feed utama dan halaman Explore.
Kepala Instagram Adam Mosseri mengatakan perkembangan teknologi AI, khususnya large language model (LLM), membuat sistem rekomendasi menjadi lebih mudah dipahami oleh pengguna. Teknologi tersebut memungkinkan pengguna mengetahui alasan suatu konten muncul di feed mereka sekaligus memberikan masukan yang lebih spesifik kepada algoritma.
TikTok
Sementara itu, TikTok telah lebih dahulu menghadirkan fitur serupa melalui Manage Topics yang diluncurkan pada 2024.
Fitur tersebut memungkinkan pengguna mengatur frekuensi kemunculan berbagai kategori konten di halaman For You, mulai dari olahraga, perjalanan, humor, berita terkini, makanan, hingga tari.
Pengguna cukup menyesuaikan pengaturan pada masing-masing kategori sesuai preferensi mereka. Semakin tinggi pengaturannya, semakin sering konten terkait akan ditampilkan oleh algoritma TikTok.
Pada 2025, TikTok kemudian memperkuat fitur tersebut melalui Smart Keyword Filters berbasis AI. Fitur ini memungkinkan sistem menyaring tidak hanya kata kunci tertentu, tetapi juga istilah lain yang memiliki makna serupa.
Misalnya, ketika pengguna ingin mengurangi konten terkait renovasi rumah dan memblokir kata remodeling, sistem juga akan secara otomatis membatasi konten yang mengandung kata renovationmaupun istilah lain yang berkaitan.
Perkembangan ini menunjukkan pergeseran pendekatan platform media sosial dalam mengelola sistem rekomendasi. Jika sebelumnya algoritma menjadi pihak yang dominan menentukan konten yang muncul di feed pengguna, kini platform mulai memberikan ruang lebih besar bagi pengguna untuk mengarahkan pengalaman mereka sendiri di media sosial.