Bisnis.com, JAKARTA—PT Harta Djaya Karya Tbk. (MEJA) menyampaikan proses pengambilalihan perusahaan oleh pihak Triple B diperkirakan akan memakan waktu sekitar dua bulan. Artinya, proses akuisisi ditargetkan tuntas awal 2026.
Direktur Utama MEJA Richie Adrian Hartanto dalam surat penjelasannya kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) tertanggal 4 November 2025, menjelaskan bahwa proses saat ini masih berada pada tahap uji tuntas (due diligence) yang ditargetkan selesai pada akhir November 2025.
“Proses uji tuntas mencakup aspek legal, keuangan, dan operasional, dan diharapkan seluruhnya dapat diselesaikan pada akhir bulan ini,” ujar Richie.
Lebih lanjut, dia menguraikan bahwa setelah tahap uji tuntas rampung, akan dilanjutkan dengan proses negosiasi antara pihak-pihak terkait untuk membahas temuan, solusi, dan kesepakatan atas pembayaran saham. Tahap ini diperkirakan selesai pada akhir Desember 2025.
Adapun, dalam tahap akhir mencakup proses pembayaran saham, meliputi penandatanganan perjanjian jual beli saham, penetapan jadwal pembayaran, serta pengaturan teknis lainnya. Seluruh rangkaian tersebut ditargetkan tuntas pada akhir Januari 2026.
“Langkah pengambilalihan ini diharapkan dapat memperkuat struktur kepemilikan dan arah strategis MEJA ke depan, sekaligus meningkatkan kepercayaan investor terhadap prospek perusahaan di pasar modal,” jelas Richie.
Sebagai informasi, PT Harta Djaya Karya Tbk. (MEJA) resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah melakukan IPO pada 12 Februari 2024.
Emiten berkode saham MEJA itu melepas sebanyak-banyaknya 480 juta saham atau setara 25,03% dari total modal ditempatkan dan disetor perseroan. Kala itu, MEJA menetapkan harga IPO senilai Rp103 per lembar. Alhasil MEJA meraup dana segar Rp49,44 miliar.
Pada awal pendirian, MEJA memiliki usaha di bidang pembangunan sebagai pemborong pekerjaan bangunan, jasa konsultan desain interior dan perdagangan furnitur pada 2012. Hal ini bermula ketika perseroan berdiri dan membuka workshop di Sawangan, Depok, Jawa Barat dengan luas mencapai 600 meter persegi.
Titik tolak perkembangan MEJA bermula saat diberi kesempatan untuk menjadi vendor di berbagai Instansi seperti Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, Kepolisian Republik Indonesia dan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.
Pada 2021, perseroan terpilih menjadi salah satu kontraktor di Proyek Revitalisasi Taman Ismail Marzuki. Sementara itu, tahun berikutnya, perseroan mendapatkan proyek pengerjaan interior untuk BUMN Bank Mandiri dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI).
Adapun hingga saat ini, perseroan memiliki fokus dalam tiga segmen bisnis, yakni konsultasi desain, pelaksana konstruksi interior dan pabrikasi furnitur.