Bisnis.com, JAKARTA — Raksasa elektronik asal Jepang Sony, dikabarkan akan menunda peluncuran PlayStation 6 (PS6), dari jadwal awal. Penundaan ini dipicu tekanan pasokan dan kenaikan harga komponen semikonduktor, terutama chip memori, akibat lonjakan permintaan kecerdasan buatan (AI).
Sebelumnya, PS6 dijadwalkan rilis pada 2027. Namun, para petinggi perusahaan tengah mempertimbangkan meluncurkannya pada 2028 atau bahkan 2029, seperti yang tertulis dalam laporan terbaru Bloomberg. Jika keputusan penundaan benar dilakukan, peluncuran konsol ini akan mencatat jeda hampir satu dekade sejak debut PlayStation 5 pada November 2020.
“Menunda peluncuran PS6 beberapa tahun akan menjadi kabar baik di tengah krisis RAM! Peluncuran pada tahun 2027 akan menjadi bencana bagi semua pihak yang terlibat… Karena Covid dan pembuatan game yang sekarang memakan waktu 5-7 tahun, rasanya era PS5 baru saja dimulai,” tulis Jason Schreier dari Bloomberg, dikutip Bisnis, Selasa (17/2/2026)
Laporan Bloomberg menjelaskan bahwa perusahaan-perusahaan seperti Alphabet, Amazon, Microsoft, dan Meta menginvestasikan ratusan miliar dolar ke pusat data AI, memborong akselerator AI yang membutuhkan memori dalam jumlah besar.
Setiap generasi baru perangkat keras AI menggunakan RAM jauh lebih banyak daripada PC tradisional, dan permintaan tersebut diperkirakan akan terus meningkat hingga akhir dekade ini.
Kendati demikian, penundaan peluncuran PS6 ini dinilai menjadi langkah strategis. Mengutip Forbes, salah satu hal yang cukup mengejutkan adalah belum adanya dorongan besar dari konsumen untuk segera beralih dari PlayStation 5 ke PlayStation 6.
Generasi konsol saat ini, terutama PS5 Pro, dinilai masih sangat mumpuni dan belum terasa usang. Banyak pemain juga belum melihat urgensi untuk mengganti perangkat mereka dalam waktu dekat.
Sementara itu, dalam beberapa tahun terakhir, Sony justru menaikkan harga perangkat kerasnya. Edisi PS5 yang awalnya meluncur di kisaran US$400, kini dijual sekitar US$500, padahal dalam siklus industri konsol, harga biasanya turun seiring waktu. Kenaikan ini dipicu oleh lonjakan biaya produksi dan tekanan pasokan komponen.
Sementara Adapun PS5 Pro kini dipasarkan di kisaran US$750. Jika melihat tren tersebut, harga PS6 disinyalir dijual sekitar US$800 hingga US$850. “Sony mungkin akan membebankan kenaikan biaya di masa mendatang kepada konsumen,” ucap David Gibson, analis senior di MST International yang fokus pada perusahaan gim dan teknologi, dikutip dai IGN.
Krisis pasokan chip global tidak hanya berdampak pada Sony. Nintendo juga dilaporkan mempertimbangkan penyesuaian harga untuk konsol Switch 2 yang baru diluncurkan, sebagai respons terhadap kenaikan biaya komponen. Nintendo telah mematok harga konsol tersebut US$150 lebih mahal dari Switch original yang seharga US$300, yaitu US$450.