#30 tag 24jam
PT IIM Buktikan Konsistensi Kinerja Historis dan Dampak Sosial di Tengah Volatilitas Pasar
Direktur PT IIM, Camar Remoa menyampaikan, bahwa di tengah dinamika pasar, investor perlu semakin cermat dalam memahami karakteristik produk investasi. Fluktuasi... | Halaman Lengkap [795] url asal
#investor #reksa-dana #pasar-saham #pt-insight-investments-management
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 02/06/26 22:27
v/238133/
JAKARTA - Fluktuasi pasar di dalam maupun luar negeri saat ini mendorong investor, terutama investor reksa dana , melirik instrumen yang cenderung lebih defensif secara kinerja historis. Hal ini terlihat dari meningkatnya dana kelolaan Reksa Dana Pendapatan Tetap dan Reksa Dana Pasar Uang yang memiliki kinerja cenderung stabil.Berdasarkan data KSEI, dana kelolaan Reksa Dana Pendapatan Tetap meningkat sebesar 10,26% sepanjang tahun 2026 (data per April 2026). Peningkatan tersebut lebih besar dibandingkan dengan Reksa Dana Pasar Uang di angka 4,06% dan Reksa Dana Saham yang mengalami penurunan sebesar -0,7% sepanjang tahun 2026 (per April 2026).
Direktur PT IIM, Camar Remoa menyampaikan, bahwa di tengah dinamika pasar, investor perlu semakin cermat dalam memahami karakteristik produk investasi, termasuk potensi hasil, risiko dan kesesuaiannya dengan tujuan investasi masing-masing.
“Selain memperhatikan kondisi pasar saat ini, kami melihat investor kini semakin memperhatikan aspek keberlanjutan dan manfaat jangka panjang dalam berinvestasi. Karena itu PT IIM terus berupaya menghadirkan berbagai produk investasi yang kompetitif dari sisi kinerja sekaligus relevan dengan kebutuhan investor saat ini,” ujar Camar, Selasa (2/6/2026).
Komitmen tersebut turut mendapat pengakuan internasional melalui ajang LSEG Lipper Fund Awards 2026, di mana PT IIM meraih penghargaan Best Fund Over 3 & 5 Years Bond Sukuk Indonesia IDR untuk produk Reksa Dana Haji Syariah (I-Hajj Syariah Fund).
Penghargaan tersebut dinilai melalui penghitungan risk-adjusted performance selama 36, 60, dan 120 bulan. Ini mencerminkan konsistensi kinerja historis dari Reksa Dana Haji Syariah (I-Hajj Syariah Fund), sekaligus memperkuat upaya perusahaan dalam menghadirkan produk investasi yang tidak hanya kompetitif dari sisi kinerja, tetapi juga memberikan nilai sosial bagi masyarakat.
Camar menyampaikan bahwa pencapaian ini menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus menghadirkan produk investasi yang mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi investor maupun masyarakat luas.
“Kami percaya investasi dapat menjadi sarana untuk menciptakan nilai berkelanjutan, baik dari sisi finansial maupun sosial. Melalui Reksa Dana Haji Syariah (I-Hajj Syariah Fund), kami ingin menunjukkan bahwa investasi dapat berjalan beriringan dengan semangat kepedulian dan pemberdayaan masyarakat,” kata Camar.
Sejak diluncurkan pada 2005 hingga April 2026, Reksa Dana Haji Syariah (I-Hajj Syariah Fund) mencatat kinerja historis sejak peluncuran sebesar 462,23%, lebih tinggi dibandingkan dengan benchmark sebesar 162,88%. Kinerja tersebut mencerminkan konsistensi PT IIM dalam menghadirkan produk investasi syariah yang berkelanjutan dan relevan dengan kebutuhan investor jangka panjang.
Selain memberikan potensi kenaikan imbal hasil, produk ini juga menghadirkan kontribusi sosial melalui program penyisihan dana infak haji. Hingga Februari 2026, investor Reksa Dana Haji Syariah (I-Hajj Syariah Fund) telah membantu memberangkatkan 1.349 jemaah untuk menunaikan ibadah haji dan umrah. Para penerima manfaat merupakan masyarakat pra-sejahtera yang memiliki kontribusi positif bagi lingkungan dan komunitasnya masing-masing.
PT IIM berharap Reksa Dana Haji Syariah (I-Hajj Syariah Fund) dapat menjadi sarana investasi yang tidak hanya memberikan manfaat bagi investor, tetapi juga menciptakan dampak positif bagi masyarakat luas.
Sejalan dengan slogan PT IIM, “Transforming Investments into Social Impact”, perusahaan terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan investasi berbasis social impact yang menghubungkan tujuan finansial dengan kontribusi sosial yang berkelanjutan. Melalui berbagai produk dan inisiatif yang dihadirkan, PT IIM berupaya menciptakan nilai jangka panjang yang tidak hanya memberikan manfaat bagi investor, tetapi juga bagi masyarakat luas.
Komitmen PT IIM dalam menghadirkan investasi yang memberikan dampak sosial juga mendapatkan apresiasi melalui ajang TOP CSR Awards 2026. Dalam ajang tersebut, PT IIM meraih penghargaan TOP CSR Awards 2026 # Corporate Level Star 5 serta Golden Star Trophy sebagai perusahaan penerima predikat Star 5 selama tiga tahun berturut-turut.
Penghargaan tersebut diberikan kepada PT IIM atas implementasi program CSR yang dinilai berada pada level “sangat ekselen” melalui berbagai inisiatif yang mengadopsi konsep CSV (Creating Shared Value) dan ISO 26000 Social Responsibility (SR). Selain itu, Direktur PT IIM, Ria Meristika Warganda, turut menerima penghargaan TOP Leader on CSR Commitment 2026 atas kepemimpinan dan komitmennya dalam mendorong implementasi CSR di perusahaan.
Menanggapi penghargaan tersebut, Direktur PT IIM, Ria M. Warganda, menyampaikan bahwa penghargaan ini menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus memperkuat implementasi CSR yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan mendukung keberlanjutan bisnis perusahaan.
“Penghargaan ini tidak lepas dari peran besar para investor yang telah memercayakan investasinya kepada PT IIM. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh nasabah dan mitra distribusi. PT IIM akan terus menghadirkan berbagai inisiatif dan produk investasi yang mampu memberikan nilai finansial serta dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan,” ujar Ria.
PT IIM percaya bahwa investasi dapat menjadi bagian dari upaya menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan. Melalui berbagai produk investasi berbasis social impact, perusahaan berharap dapat mendorong semakin banyak masyarakat untuk berinvestasi sekaligus berkontribusi bagi lingkungan dan kehidupan sosial yang lebih baik.
Berbagai produk investasi berbasis keberlanjutan dari PT IIM juga dapat diakses melalui berbagai mitra distribusi yang telah bekerja sama dengan perusahaan. Selain itu, investor juga dapat berinvestasi secara lebih mudah melalui aplikasi Investasi.
Dampak Perang AS-Iran ke RI Tercermin di 4 Kanal Utama, Pentingnya Diversifikasi Portofolio
Direktur PT Insight Investments Management (PT IIM), Camar Remoa menilai, bahwa dampak konflik tersebut terhadap Indonesia akan tercermin pada empat kanal utama.... | Halaman Lengkap [903] url asal
#investor #pt-insight-investments-management #tips-investasi #manajer-investasi
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 23/04/26 20:35
v/201058/
JAKARTA - Konflik Timur Tengah , khususnya di sekitar Selat Hormuz, menjadi sumber shock utama bagi ekonomi global melalui lonjakan harga minyak dan peningkatan volatilitas pasar. Meski terdapat indikasi deeskalasi, kondisi tetap rapuh dan berpotensi kembali memburuk, sehingga arah ke depan masih sangat bergantung pada perkembangan geopolitik.Direktur PT Insight Investments Management (PT IIM) , Camar Remoa menilai, bahwa dampak konflik tersebut terhadap Indonesia akan tercermin pada empat kanal utama, yaitu external balance, nilai tukar, fiskal dan inflasi.
Dari sisi eksternal, Indonesia sebagai net oil importer menghadapi tekanan struktural akibat ketergantungan tinggi pada impor minyak. Kenaikan harga minyak memperburuk neraca perdagangan energi dan mendorong pelebaran current account deficit (CAD) yang berpotensi naik hingga 1,1% terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB).
Meskipun terdapat offset dari kenaikan komoditas lain seperti batu bara dan CPO, namun dominasi kenaikan harga minyak membuat dampak bersih tetap negatif. Meneropong Market Outlook 2026 dan Strategi Investasi Reksa Dana
“Dari sisi nilai tukar, tekanan muncul dari meningkatnya kebutuhan dolar untuk impor energi serta fenomena flight to safety menyebabkan Rupiah melemah ke kisaran 17.100/USD. Ruang intervensi BI melalui cadangan devisa yang terbatas dikhawatirkan berpotensi membutuhkan penyesuaian suku bunga untuk menjaga stabilitas rupiah ke depan,” ujar Camar dalam keterangannya, Kamis (23/4/2026).
Dari sisi fiskal, kenaikan harga minyak di atas asumsi APBN meningkatkan beban subsidi secara signifikan hingga Rp200 triliun, sementara tambahan penerimaan tidak cukup mengimbangi. Hal ini berisiko mendorong defisit fiskal mendekati atau melampaui 3% terhadap PDB di tengah ruang fiskal yang semakin terbatas.
Dari sisi inflasi, dampaknya relatif tertahan oleh subsidi, namun tetap berisiko meningkat secara signifikan jika terjadi penyesuaian harga BBM subsidi, dengan potensi tambahan inflasi >2-3%. Risiko ini diperbesar oleh kondisi sosial seperti melemahnya kelas menengah dan rendahnya kepercayaan bisnis.
Lebih lanjut, Camar menambahkan bahwa secara keseluruhan, ekonomi Indonesia masih memiliki buffer jangka pendek melalui kebijakan fiskal ekspansif dengan pertumbuhan di kisaran 5,2% pada tahun 2026.
“Namun, risiko utama terletak pada durasi shock energi, di mana semakin lama konflik berlangsung, semakin besar tekanan kumulatif terhadap stabilitas makroekonomi,” kaya Camar.
Strategi Investasi di Tengah Volatilitas
Dengan meningkatnya ketidakpastian global serta dinamika pasar domestik, kebutuhan akan strategi investasi yang adaptif menjadi semakin relevan. Volatilitas yang dipicu oleh faktor geopolitik, arah kebijakan suku bunga global, serta pergerakan aliran dana asing mendorong investor untuk lebih selektif dalam mengelola portofolio.Camar menekankan bahwa pendekatan yang disiplin dan terdiversifikasi menjadi kunci dalam menghadapi kondisi pasar saat ini. “Di tengah volatilitas yang meningkat, investor perlu memastikan alokasi aset tetap seimbang dan tidak terfokus pada satu instrumen saja. Diversifikasi menjadi strategi penting untuk menjaga stabilitas sekaligus mengoptimalkan peluang,” ujarnya.
Dalam kondisi ini, Camar menjelaskan, bahwa investor dengan profil risiko konservatif dapat mengedepankan strategi defensif dengan menjaga likuiditas melalui instrumen yang relatif stabil. Investasi Reksa Dana Pasar Uang dapat dimanfaatkan sebagai pilihan untuk penempatan dana jangka pendek sekaligus sebagai strategi “parkir dana” sambil menunggu momentum pasar yang lebih optimal.
“Sementara itu, Reksa Dana Pendapatan Tetap dapat menjadi alternatif bagi investor yang menginginkan potensi imbal hasil yang lebih optimal dengan tingkat risiko yang tetap terjaga. Instrumen ini secara historis mampu memberikan kinerja yang relatif stabil, termasuk dalam berbagai fase siklus pasar,” lanjutnya.
Bagi investor dengan profil risiko moderat hingga agresif, peluang tetap terbuka melalui alokasi pada instrumen berbasis obligasi pemerintah maupun saham, khususnya dengan pendekatan investasi bertahap. Strategi seperti Dollar Cost Averaging (DCA) dapat membantu investor mengurangi risiko timing sekaligus mengoptimalkan potensi pertumbuhan jangka panjang.
“Ke depan, disiplin dalam pengelolaan portofolio, termasuk menjaga keseimbangan alokasi aset dan likuiditas, menjadi faktor kunci dalam menghadapi dinamika pasar yang terus berkembang. Dengan pendekatan yang terukur dan terdiversifikasi, investor dapat tetap menjaga stabilitas sekaligus memanfaatkan peluang di tengah volatilitas pasar,” jelas Camar.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, PT IIM menghadirkan produk Reksa Dana Pasar Uang Insight Money (I-Money) sebagai solusi untuk penempatan dana yang lebih fleksibel. Reksa Dana ini dirancang untuk membantu investor menjaga likuiditas sekaligus tetap memperoleh potensi imbal hasil yang relatif stabil, melalui diversifikasi pada instrumen pasar uang atau efek bersifat utang yang diterbitkan pemerintah RI dan/atau korporasi dengan jangka waktu tidak lebih dari 1 tahun.
Tidak hanya itu, Reksa Dana Pasar Uang Insight Money (I-Money) juga memberi kesempatan investor berkontribusi terhadap dampak sosial kemanusiaan dan keagamaan.
Yield Obligasi Mengalami Tren Penurunan, Reksa Dana Kian Menarik
Dengan karakteristik yang cenderung stabil, I-Money dapat menjadi pilihan bagi investor untuk tetap mengoptimalkan pengelolaan dana dengan tingkat risiko yang lebih terjaga, terutama di tengah kondisi volatilitas pasar.
Sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 2015, I-Money telah mencatatkan pertumbuhan kumulatif sebesar 90,94% yang melampaui benchmark Infovesta Money Market Fund Index di kisaran 57%. Capaian ini mencerminkan konsistensi pengelolaan portofolio dalam jangka panjang serta kemampuan produk dalam memberikan nilai tambah bagi investor.
Selain itu para investor juga dapat memilih Reksa Dana Syariah Pendapatan Tetap Insight Elite Fund (I-Elite) yang bertujuan mengoptimalkan potensi imbal hasil jangka menengah-panjang, sekaligus memberikan kesempatan bagi investor untuk berkontribusi dalam berbagai kegiatan sosial kemanusiaan dan keagamaan.
I-Elite dikelola secara aktif dengan mengombinasikan sukuk korporasi sebagai fondasi stabilitas dan likuiditas, serta alokasi taktis pada sukuk negara untuk menangkap peluang momentum pasar. Pendekatan ini cenderung menjaga stabilitas portofolio, sekaligus lebih adaptif terhadap perubahan kondisi pasar.
Agar investasi lebih terarah, reksa dana dapat menjadi salah satu pilihan karena dikelola secara profesional oleh manajer investasi serta ditempatkan pada berbagai instrumen keuangan sehingga portofolionya menjadi lebih terdiversifikasi. Selain diakses melalui berbagai mitra distribusi yang telah bekerja sama dengan PT IIM, investor dapat berinvestasi melalui aplikasi investasiIN.
Sabet Most Trusted Financial Brands Awards 2026, Bukti PT IIM Kantongi Kepercayaan Publik
PT Insight Investments Management (PT IIM) kembali menorehkan prestasi dengan meraih penghargaan dalam ajang Most Trusted Financial Brands Awards 2026. PT Insight... | Halaman Lengkap [1,144] url asal
#pt-insight-investments-management #manajer-investasi #reksa-dana #kepercayaan-publik
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 08/04/26 18:22
v/185518/
JAKARTA - PT Insight Investments Management (PT IIM) kembali menorehkan prestasi dengan meraih penghargaan dalam ajang Most Trusted Financial Brands Awards 2026. Acara penganugerahan tersebut diselenggarakan di Mezzanine Ballroom, Hotel Aryaduta, Jakarta pada Selasa 31 Maret 2026.Dalam ajang tersebut, PT IIM berhasil meraih penghargaan Most Trusted Financial Brands Awards 2026 pada kategori Manajer Investasi Reksa Dana Pendapatan Tetap. Pengakuan ini diberikan kepada PT IIM karena dinilai berhasil membangun dan menjaga kepercayaan publik melalui kinerja, integritas, serta kualitas layanan yang konsisten.
Pencapaian ini menjadi salah satu tolok ukur penting bagi masyarakat dalam memilih institusi keuangan yang terpercaya sekaligus mencerminkan komitmen PT IIM dalam menghadirkan produk investasi yang kredibel, transparan, dan berorientasi pada kepentingan investor.
Most Trusted Financial Brands Awards merupakan ajang penghargaan tahunan yang bertujuan untuk mendorong industri keuangan di Indonesia agar terus meningkatkan kualitas layanan dan inovasi produk. Penilaian penghargaan ini dilakukan melalui survei yang melibatkan 13.000 responden berusia 18 hingga 56 tahun dari berbagai wilayah di Indonesia, termasuk Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua, menggunakan metode multistage random sampling.
Meneropong Market Outlook 2026 dan Strategi Investasi Reksa Dana
Hasil survei kemudian diproses melalui validasi ketat oleh tim Infovesta dan InvestorTrust guna memastikan bahwa penerima penghargaan benar-benar memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi di mata publik.
Direktur PT IIM, Ria M Warganda menyampaikan, apresiasi atas penghargaan tersebut, serta berterima kasih kepada investor dan mitra distribusi atas kepercayaan yang diberikan kepada PT IIM.
“Penghargaan ini menjadi kebanggaan PT IIM dan bentuk kepercayaan seluruh investor dan mitra distribusi yang telah diberikan dan berjalan bersama kami hingga hari ini. Tidak hanya dalam menghasilkan kinerja yang baik, tetapi juga dalam menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan sesuai dengan komitmen PT IIM, Transforming Investment into Social Impact. Hal ini karena seluruh produk Reksa Dana PT IIM memiliki fitur kontribusi sosial,” ujar Ria dalam keterangan tertulisnya, Rabu (8/4/2026).
Ria menambahkan bahwa PT IIM sangat bersyukur mendapatkan penghargaan dalam kategori Reksa Dana Pendapatan Tetap. Ini sejalan dengan pertumbuhan dana kelolaan industri reksa dana sepanjang tahun 2025, khususnya pada segmen reksa dana pendapatan tetap.
Berdasarkan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) - Desember 2025, total dana kelolaan industri reksa dana Indonesia (tidak termasuk KPD) mencapai Rp703,26 triliun per akhir Desember 2025. Meningkat sekitar 32% dari Rp533,06 triliun per akhir Desember 2024.
Dalam periode tersebut, reksa dana pendapatan tetap mencatat pertumbuhan tertinggi berkisar 65% dalam satu tahun dengan total dana kelolaan mencapai Rp241,97 triliun. Capaian ini menegaskan bahwa reksa dana pendapatan tetap menjadi salah satu pilihan utama investor, terutama di tengah kondisi pasar yang dinamis, didukung oleh kinerja historis yang relatif stabil serta potensi imbal hasil yang kompetitif.
“Sepanjang tahun 2025, reksa dana pendapatan tetap terbukti memberikan kontribusi signifikan terhadap industri reksa dana, sekaligus menjadi salah satu pilihan utama investor di tengah ketidakpastian ekonomi, karena didukung oleh kinerja historis yang relatif stabil serta potensi imbal hasil yang kompetitif,” jelas Ria.
Melalui pencapaian ini, PT IIM berharap dapat terus memperkuat perannya sebagai manajer investasi terpercaya sekaligus berkontribusi dalam mendorong perkembangan industri keuangan nasional yang sehat dan berkelanjutan.
Pertumbuhan jumlah investor ritel di Indonesia terus menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Mengacu pada data yang sama dari Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) pada Desember 2025, jumlah investor pasar modal Indonesia tercatat mencapai 20.347.147.
Dari jumlah tersebut, komposisi investor masih didominasi oleh investor individu yang mencapai 99,73%, sementara investor institusi hanya sekitar 0,27%. Secara lebih rinci, jumlah investor individu tercatat sebanyak 20.292.599 pada Desember 2025, meningkat dari 14.826.867 pada Desember 2024. Hal ini menunjukkan bahwa pertumbuhan investor pasar modal indonesia masih ditopang oleh meningkatnya partisipasi investor ritel.
Mendorong Reksa Dana Syariah Jadi Opsi Pengelolaan Wakaf Uang
Ria menyampaikan bahwa tren ini menunjukkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap instrumen investasi yang dikelola secara profesional. Pencapaian tersebut juga menjadi momentum bagi perusahaan untuk semakin memperkuat perannya di tengah pertumbuhan jumlah investor ritel di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.
Menurutnya, meningkatnya partisipasi masyarakat dalam investasi menunjukkan semakin tingginya kesadaran terhadap pentingnya pengelolaan keuangan dan investasi jangka panjang.
“Merespons pertumbuhan investor ritel, PT IIM terus memperluas kerja sama dengan berbagai mitra distribusi guna memastikan produk reksa dana Insight dapat diakses lebih luas oleh masyarakat. PT IIM juga berkomitmen menghadirkan solusi investasi yang inovatif dan mudah diakses melalui aplikasi InvestasiIN," terang dia.
"Sebagai aplikasi yang menghadirkan kontribusi sosial dalam investasi, InvestasiIN tidak hanya memudahkan transaksi reksa dana secara digital, tetapi juga memungkinkan investor berpartisipasi dalam kegiatan sosial,” tuturnya.
“Pertumbuhan investor ritel di Indonesia membuka peluang besar bagi industri pengelolaan investasi untuk menghadirkan produk yang semakin inovatif dan mudah diakses. PT IIM berkomitmen untuk terus menghadirkan solusi investasi yang relevan dengan kebutuhan investor ritel sekaligus menjaga kepercayaan yang telah diberikan oleh masyarakat,” sambung Ria.
Selain jumlah yang terus meningkat, karakteristik investor ritel di Indonesia juga mengalami perubahan. Investor baru umumnya lebih digital savvy, semakin sadar terhadap risiko investasi, serta mulai memprioritaskan diversifikasi portofolio dalam mengelola aset mereka.
Mereka juga cenderung mencari kemudahan dan kenyamanan dalam melakukan transaksi investasi melalui aplikasi digital.
Seiring dengan meningkatnya partisipasi investor ritel tersebut, kebutuhan masyarakat terhadap produk investasi yang tidak hanya memberikan potensi imbal hasil, tetapi juga relevan dengan tujuan keuangan tertentu semakin meningkat.
Untuk itu, PT IIM menghadirkan program investasi melalui produk Reksa Dana Insight Haji Syariah (I-Hajj Syariah Fund) yang dirancang untuk memberikan alternatif investasi yang sesuai dengan profil risiko investor, khususnya bagi investor dengan profil risiko moderat.
Reksa Dana Insight Haji Syariah (I-Hajj Syariah Fund) memiliki rekam jejak panjang yang relatif stabil sejak diluncurkannya pada tahun 2005. Produk ini menjadi solusi investasi yang kompetitif dan selaras dengan nilai kebermanfaatan jangka panjang bagi investor maupun bagi sesama yang membutuhkan.
Hingga Februari 2026, investor telah membantu memberangkatkan 1.349 jemaah melaksanakan ibadah haji dan umrah melalui penyisihan dana infaq haji produk Reksa Dana Insight Haji Syariah. Para jemaah yang diberangkatkan merupakan masyarakat terpilih dengan keterbatasan finansial/pra-sejahtera namun mempunyai impact positif terhadap masyarakat dan lingkungan masing-masing.
Berdasarkan Fund Fact Sheet per akhir Februari 2026, Reksa Dana Insight Haji Syariah (I-Hajj Syariah Fund) mencerminkan performa yang positif dan menunjukkan kinerja historis yang solid. Sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 2005, I-Hajj Syariah Fund telah mencatatkan pertumbuhan kumulatif sebesar 460,47%.
Capaian ini mencerminkan konsistensi pengelolaan portofolio dalam jangka panjang serta kemampuan produk dalam memberikan nilai tambah bagi investor. Kinerja tersebut juga sejalan dengan tren meningkatnya minat masyarakat terhadap instrumen investasi syariah yang tidak hanya memberikan potensi imbal hasil, tetapi juga selaras dengan prinsip investasi berbasis syariah. Dengan rekam jejak kinerja yang panjang, produk ini menjadi salah satu alternatif bagi investor yang ingin merencanakan tujuan keuangan jangka menengah hingga panjang.
Agar investasi lebih terarah, reksa dana dapat menjadi salah satu pilihan karena dikelola secara profesional oleh manajer investasi serta ditempatkan pada berbagai instrumen keuangan sehingga portofolionya menjadi lebih terdiversifikasi. Selain diakses melalui berbagai mitra distribusi yang telah bekerja sama dengan PT IIM, investor dapat berinvestasi melalui aplikasi investasiIN.
Meneropong Market Outlook 2026 dan Strategi Investasi Reksa Dana
PT Insight Investments Management (PT IIM) memandang tahun 2026 sebagai periode yang penuh tantangan sekaligus peluang. PT Insight Investments Management (PT IIM)... | Halaman Lengkap [1,067] url asal
#pt-insight-investments-management #reksa-dana #outlook #ekonomi-global
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 13/01/26 20:01
v/102407/
JAKARTA - PT Insight Investments Management (PT IIM) memandang tahun 2026 sebagai periode yang penuh tantangan sekaligus peluang, seiring dengan dinamika global yang masih diliputi ketidakpastian serta prospek ekonomi domestik yang menunjukkan pemulihan yang semakin solid.Secara global, pertumbuhan ekonomi dunia diperkirakan masih stagnan di kisaran 3,2% sejak 2023 hingga 2026. Ketegangan geopolitik, perang dagang, krisis iklim, serta dampak lanjutan pandemi COVID-19 masih menjadi faktor utama yang menekan outlook ekonomi global .
Amerika Serikat dan Eropa sebagai negara maju (developed market) menunjukkan ketahanan yang relatif baik, dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi AS sekitar 2% pada 2025 dan diperkirakan melambat menjadi 1,7%, seiring dampak lagging dari kebijakan tarif proteksionis.
“Kebijakan tarif Amerika Serikat yang bersifat proteksionis justru meningkatkan ketidakpastian global dan berpotensi berpengaruh negatif terhadap Amerika Serikat sendiri. Dampaknya terhadap aktivitas bisnis dan investasi baru akan semakin terasa ke depan,” jelas Direktur PT IIM, Camar Remoa, Selasa (13/1/2026).
Insight Investments Management Curi Perhatian di Dua Ajang Bergengsi
Di sisi lain, negara berkembang (emerging markets) masih menjadi motor pertumbuhan global. India mencatatkan pertumbuhan tertinggi, disusul oleh China dan Indonesia yang menunjukkan tren pertumbuhan relatif solid.
Pada paruh pertama 2025, pertumbuhan global bahkan tercatat lebih tangguh dari perkiraan, didorong oleh front-loading produksi dan perdagangan menjelang kenaikan tarif, investasi terkait Artificial Intelligence (AI) di AS, serta dukungan fiskal pemerintah Tiongkok.
Memasuki 2026, PT IIM memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia berpotensi mencapai 5,2%, didorong oleh membaiknya permintaan domestik dan stabilitas makro ekonomi. Konsumsi rumah tangga sebagai kontributor terbesar PDB menunjukkan penguatan.
Hal ini tercermin dari data Consumer Confidence Index (CCI) yang terus menguat, menandakan pulihnya kepercayaan masyarakat. CCI November 2025 berada pada level 124 yang menandakan konsumsi semakin solid dan mengindikasikan keyakinan masyarakat yang terus membaik.
Didorong oleh tren suku bunga yang lebih rendah, masyarakat diharapkan akan lebih terstimulasi untuk meningkatkan belanja. Sebagai catatan, pemerintah turut memberikan katalis positif melalui Economic Acceleration Package senilai Rp16 triliun yang mulai berdampak pada pemulihan daya beli masyarakat pada paruh kedua 2025.
Inflasi juga terkendali di bawah 3%, sesuai dengan target Bank Indonesia, yang menandakan efektivitas kebijakan moneter dalam menjaga stabilitas harga.
“Pemulihan ekonomi domestik mulai terlihat lebih merata. Kepercayaan konsumen yang membaik, inflasi yang terkendali, serta dukungan kebijakan moneter dan fiskal menjadi kombinasi positif bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan,” jelas Camar.
Dari sisi fiskal, defisit fiskal tetap terjaga dengan defisit yang diproyeksikan berada di bawah 3% PDB. Sementara itu belanja pemerintah pada 2026 diproyeksikan meningkat dengan fokus pada program prioritas nasional, termasuk sektor sosial, pangan, dan infrastruktur, serta keberlanjutan stimulus ekonomi.
Sementara itu, investasi sebagai kontributor terbesar kedua diperkirakan membaik, sejalan dengan perbaikan indikator Purchasing Managers’ Index (PMI) yang konsisten berada di atas level ekspansif 50. Meski demikian, Camar menekankan bahwa tantangan utama tetap berada pada aspek eksekusi dan koordinasi antar lembaga, agar momentum pemulihan ekonomi dapat terjaga secara berkelanjutan.
Dari sisi pasar obligasi, hingga akhir September 2025 pemerintah telah menerbitkan Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp710,55 triliun, atau sekitar 79% dari target lelang tahun 2025. Dengan sisa penerbitan sekitar Rp180 triliun pada kuartal IV, target tersebut dinilai masih sangat manageable.
Kepemilikan SBN terus didominasi oleh investor domestik, mencerminkan keyakinan pasar terhadap stabilitas dan kredibilitas obligasi pemerintah Indonesia.
“Tingginya likuiditas domestik serta pergeseran alokasi dari SRBI ke SBN menunjukkan bahwa obligasi pemerintah masih menjadi instrumen utama bagi investor dalam menjaga stabilitas portofolio di tengah volatilitas global,” kata Camar.
Volume obligasi jatuh tempo yang mencapai sekitar Rp218,9 triliun pada Oktober 2025 berpotensi menyuntikkan likuiditas signifikan ke sistem keuangan. Likuiditas ini diperkirakan akan kembali mengalir ke SBN maupun obligasi korporasi, yang masih menawarkan imbal hasil menarik.
Sepanjang 2025, pasar saham Indonesia bergerak dalam volatilitas yang tinggi. Arus dana asing sempat mencatatkan outflow hingga Rp54 triliun pada September 2025, terutama pada saham-saham large cap seperti sektor keuangan dan konsumer.
Namun sentimen mulai membaik pada Oktober–November 2025 dengan kembalinya inflow asing sekitar Rp25 triliun, mencerminkan meningkatnya minat investor terhadap pasar domestik.
Camar menguraikan, bahwa dari sisi earnings performance secara keseluruhan kinerja laba emiten di IHSG terkontraksi sekitar 9% sepanjang 9M-2025, namun hal tersebut berbanding terbalik dengan kinerja IHSG setahun kebelakang.
“Hingga penutupan Desember 2025, IHSG tercatat mengalami kenaikan 22,1% ke level 8.646, dimana penguatan tersebut terutama didorong oleh saham-saham konglomerasi seperti DSSA, DCII, BRPT, TLKM, ASII, dan BRMS. Sementara itu, saham-saham big cap tradisional, khususnya perbankan, seperti yang mendominasi indeks LQ45 naik sebesar 2,41% dan SRI Kehati sebesar 2,02%,” papar Camar.
Sejalan dengan kondisi ekonomi domestik yang semakin solid tersebut, Camar menilai bahwa tahun 2026 dapat membawa optimisme bagi investor untuk mulai berfokus pada peluang pertumbuhan di pasar saham. Pulihnya daya beli masyarakat diprediksi akan menjadi bahan bakar utama bagi kenaikan kinerja perusahaan-perusahaan di bursa.
Camar menilai potensi liquidity easing pada tahun ini -yang distimulasi dari tren penurunan suku bunga serta Quantitative Easing (paket stimulus) di AS- dapat mendorong perbaikan ekspektasi pertumbuhan ekonomi ke depan. Likuiditas yang lebih longgar berpotensi mendorong aliran modal asing (capital inflow) masuk ke bursa domestik, sekaligus meningkatkan minat investor terhadap aset berisiko, termasuk reksa dana berbasis saham.
Reksa dana berbasis saham semakin menarik dengan potensi pertumbuhan yang atraktif, ditopang oleh valuasi indeks yang masih berada di bawah rata-rata historis lima tahun serta tingkat dividen yield yang relatif tinggi.
Dalam konteks tersebut, Reksa Dana Insight SRI-Kehati Likuid (I-SRI Likuid) dapat menjadi salah satu alternatif bagi investor berprofil risiko agresif, mengingat portofolionya terdiri dari saham-saham berlikuiditas tinggi dan berdividen menarik, sejalan dengan karakteristik Indeks SRI Kehati sebagai indeks acuannya.
Sementara itu, bagi investor yang memiliki tingkat toleransi risiko lebih tinggi dan mengedepankan keyakinan (conviction-based investing), Insight Wealth dapat menjadi pilihan, dengan portofolio saham yang diseleksi secara aktif oleh manajer investasi.
“Dua reksa dana saham ini memiliki jejak kinerja yang kompetitif terhadap benchmark sehingga diharapkan mampu memanfaatkan peluang pemulihan pasar saham secara lebih terukur,” jelas Camar.
Meski demikian, Camar menekankan pentingnya penerapan strategi investasi yang terdiversifikasi dan disiplin. Sambil menunggu momentum entry level yang lebih optimal serta untuk menjaga volatilitas portofolio, reksa dana pasar uang tetap relevan sebagai instrumen pengelolaan likuiditas.
“Untuk reksadana pasar uang, I-Money menjadi solusi investasi yang relatif aman dan optimal dengan likuiditas terjaga. Begitupun dengan I-Mosy, reksadana syariah bagi investor dengan time-horizon pendek. Kedua reksa dana ini memiliki track record kinerja cemerlang yang mengungguli benchmark,” terang Camar.
“Disiplin alokasi aset dan pemilihan instrumen yang tepat akan menjadi kunci bagi investor dalam menghadapi dinamika pasar pada 2026,” pungkas Camar.
Mendorong Reksa Dana Syariah Jadi Opsi Pengelolaan Wakaf Uang
Selain menjadi sumber modal yang sangat kompetitif karena cost of fund mendekati nol, wakaf produktif juga dapat dikombinasikan dengan berbagai skema investasi... | Halaman Lengkap [923] url asal
#wakaf-uang #investasi-wakaf #wakaf #reksa-dana #pt-insight-investments-management
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 24/11/25 21:26
v/48746/
JAKARTA - PT Insight Investments Management (PT IIM) mendorong pemanfaatan wakaf uang sebagai aset produktif melalui instrumen Reksa Dana Syariah . Hal itu sejalan dengan meningkatnya minat masyarakat pada instrumen wakaf yang berkelanjutan dan berdampak sosial luas.Konsep ini memungkinkan dana wakaf tidak hanya menjadi donasi pasif, melainkan dikelola secara profesional agar terus tumbuh dan memberikan manfaat jangka panjang.
Dalam diskusi panel bertajuk Pasar Modal Syariah yang diselenggarakan PT IIM dengan menggandeng partisipan dari berbagai perbankan syariah, universitas, serta yayasan dan lembaga sosial pada Senin 17 November 2025, Head of Sharia Investment Division dan Head of Investment Specialist PT IIM Suluh Tripambudi menyampaikan, bahwa wakaf memiliki potensi besar sebagai motor penggerak ekonomi syariah melalui skema wakaf uang dan wakaf produktif yang kompetitif dan mudah diakses masyarakat.
“Selain menjadi sumber modal yang sangat kompetitif karena cost of fund mendekati nol, wakaf produktif juga dapat dikombinasikan dengan berbagai skema investasi syariah yang inovatif. Pendekatan ini membuka ruang partisipasi publik yang lebih inklusif. Secara keseluruhan, wakaf dapat menjadi solusi nyata atas tantangan sosial ekonomi Indonesia saat ini,” ujarnya, Senin (24/11/2025).
Sebagai informasi, wakaf produktif merupakan konsep pengelolaan aset wakaf yang bertujuan untuk menghasilkan pendapatan berkelanjutan melalui aktivitas ekonomi produktif. Berbeda dengan wakaf konsumtif yang digunakan secara langsung untuk kebutuhan sosial, wakaf produktif mengubah aset (seperti tanah, bangunan, atau uang) menjadi modal usaha yang keuntungannya kemudian disalurkan untuk membiayai berbagai program dan membantu masyarakat.
Salah satu inovasi pada wakaf produktif berupa wakaf uang dapat dikembangkan melalui mekanisme sederhana yakni: dana wakaf (uang) disalurkan kepada nazhir, kemudian nazhir menginvestasikan ke Reksa Dana Syariah. Nilai rupiah awal investasi tetap utuh dan terus produktif, sementara hasil investasinya dapat dimanfaatkan kembali oleh nazhir dan disalurkan kepada Mauquf ‘Alaih (penerima manfaat wakaf).
Hasil pengembangan tersebut dapat digunakan untuk biaya operasional, program pemberdayaan, kegiatan CSR, hingga pembangunan fasilitas sosial yang sifatnya berkelanjutan. Implementasi mekanisme di atas harus sepenuhnya merujuk dan mematuhi semua peraturan dan pedoman yang dikeluarkan oleh regulator, meliputi Badan Wakaf Indonesia (BWI), Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“Wakaf uang kini tidak lagi sekadar kontribusi sesaat. Melalui Reksa Dana Syariah, wakaf menjadi aset yang terus tumbuh, menghasilkan manfaat, dan memberikan dampak jangka panjang bagi umat,” ujar Suluh.
“Model ini menghadirkan cara baru berwakaf yang lebih produktif, transparan, dan terukur,” sambungnya.
Reksa Dana Syariah Unggulan PT IIM
Dalam acara yang sama, turut hadir Direktur PT IIM Ria M Warganda yang menyampaikan bahwa salah satu produk reksa dana syariah unggulan yang dihadirkan PT IIM adalah Reksa Dana Insight Haji Syariah (I-Hajj Syariah Fund). Produk ini memiliki rekam jejak panjang, relatif stabil, dan merupakan pionir pengelolaan investasi berbasis charity di Indonesia.
“Sejak diluncurkan pada 2005, I-Hajj Syariah Fund secara rutin memberangkatan jamaah umrah melalui penyisihan dana infaq. Sejak 2005 hingga Oktober 2025, inisiatif ini telah memberangkatkan lebih dari 1.169 jamaah kurang mampu yang memiliki kontribusi sosial di masyarakat untuk menjalankan ibadah haji atau umrah dan jumlah ini akan terus bertambah. Hal ini menjadikannya salah satu program charity-investments paling berkelanjutan di Tanah Air,” tuturnya.
Dari sisi performa, I-Hajj Syariah Fund kinerja iHajj menunjukkan konsistensi yang kuat dengan memberikan imbal hasil yang relatif stabil di segala kondisi pasar. Secara historikal I-Hajj Syariah Fund terbukti memberikan imbal hasil yang lebih baik dibandingkan benchmark ketika pasar mengalami krisis.
“Kinerja historis ini menunjukkan bahwa I-Hajj Syariah Fund tidak hanya mampu memberikan imbal hasil kompetitif, tetapi juga membuka ruang bagi dampak sosial yang terukur,” tutur Ria.
Selain I-Hajj Syariah Fund, produk reksa dana syariah unggulan lainnya yang dimiliki oleh PT IIM adalah Insight Simas Asna (I-Asna). Reksa dana pendapatan tetap ini bertujuan untuk memberikan potensi pertumbuhan di tengah ketidakpastian dan meraih momentum investasi dengan memadukan stabilitas dari pemilihan sukuk unggulan dengan potensi pertumbuhan dari capital gain pada sukuk negara.
“I-Asna sendiri secara historikal mampu memberikan imbal hasil yang lebih baik dibandingkan benchmark sejak peluncurannya (lihat Fig.3). Kami menerapkan strategi pengelolaan aktif dengan mengombinasikan sukuk korporasi sebagai sumber stabilitas dan likuiditas, serta menerapkan double buffer strategy, yaitu menggunakan sukuk berdurasi pendek sebagai jangkar stabilitas dan sukuk negara untuk menangkap peluang momentum capital gain,” jelas Ria.
Strategi ini ditempatkan secara strategis untuk menangkap potensi keuntungan di tengah tren penurunan suku bunga dan perbaikan kondisi pasar. Baik I-Hajj Syariah Fund maupun I-Asna telah memperoleh berbagai penghargaan bergengsi, baik di tingkat nasional maupun internasional dari lembaga terkemuka, seperti LSEG Lipper Fund Awards, Edvisor, IDX Channel, dan Infovesta.
“I-Hajj Syariah Fund maupun I-Asna merupakan dua reksa dana PT IIM dengan volatilitas medium, durasi menengah, yang sesuai untuk berinvestasi dalam jangka menengah hingga panjang, khususnya saat kondisi volatilitas pasar tinggi,” ujar Ria.
Mau Investasi Reksa Dana, Begini Strategi Cerdasnya
Sementara itu bagi investor dengan time-horizon pendek, salah satu pilihan reksa dana PT yang cocok sebagai solusi investasi yang relatif aman dan optimal dengan likuiditas terjaga adalah Insight Money Syariah (I-Mosy).
“Insight Money Syariah (I-Mosy) adalah Reksa Dana Pasar Uang yang cocok untuk menyimpan dana idle atau dana yang akan digunakan dalam jangka pendek. Dengan profil risiko yang relatif rendah, I-Mosy menunjukkan sharpe ratio yang sangat baik artinya mampu memberi potensi imbal hasil optimal dengan tingkat risiko yang terjaga. Reksa dana ini juga mencatat kinerja historis yang baik,” jelas Ria.
“PT IIM mengandalkan tiga reksa dana syariah ini, I-Hajj Syariah Fund dengan rekam jejak kuat dan dampak sosial nyata, I-Asna yang tumbuh stabil melalui strategi aktif pada sukuk, serta I-Mosy yang likuid dan optimal untuk pengelolaan dana jangka pendek. Ketiganya dirancang untuk menghadirkan kinerja konsisten sekaligus manfaat sosial yang terukur,” pungkasnya.
#50 tag sepekan
Warning: file_get_contents(): php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: file_get_contents(http://ekbis.blog/adminv2/tag7day.json): Failed to open stream: php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56