Bisnis.com, JAKARTA —PT Master Print Tbk. (PTMR) berencana mengakuisisi 49% saham PT Samudera Layar Nusantara dari Darmawan Wangsa senilai Rp89,51 miliar.
Manajemen Master Print menyampaikan perseroan tengah merancang tiga aksi korporasi. Pertama, perubahan kegiatan usaha menjadi perusahaan holding, aktivitas kantor pusat, dan aktivitas konsultasi manajemen lainnya.
Kedua, penjualan seluruh aktiva kewajiban perseroan kepada PT Mitra Pack Tbk. (PTMP) senilai Rp102,18 miliar.
Ketiga, pengambilalihan seluruh saham Darmawan Wangsa di PT Samudera Layar Nusantara (SLN) oleh perseroan dengan nilai Rp89.518.000.000 (Rp89,51 miliar) atau 68.600 lembar saham yang mewakili sebesar 49,00% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor SLN.
Terkait dengan rencana akuisisi SLN, PTMR menyampaikan aksi korporasi itu akan dituangkan dalam Perjanjian Pengikatan Jual Beli Saham Bersyarat.
“Transaksi akuisisi SLN dilakukan dalam rangka rencana ekspansi usaha Perseroan yang selaras dengan lini bisnis dan kegiatan usaha serta kompetensi dan strategi bisnis calon pengendali baru,” papar manajemen PTMR dalam keterbukaan informasi, Senin (26/1/2026).
Sebagai informasi, grup perusahaan calon pengendali baru PTMR bergerak di bidang perdagangan dan angkutan laut untuk pengangkutan komoditas. PTMR menyebut SLN merupakan perusahaan yang juga bergerak di bidang angkutan laut, termasuk penyewaan angkutan laut, sehingga sesuai dengan lini bisnis calon pengendali baru perseroan.
Profil Samudera Layar Nusantara
SLN didirikan pada 28 Agustus 2022 dan berdomisili di Gold Coast Office Tower, Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara. Perusahaan tersebut bergerak dalam bidang angkutan laut dalam negeri tramper untuk barang termasuk usaha persewaan angkutan laut berikut operatornya.
Hingga 20 Juni 2025, susunan pemegang saham SLN terdiri atas PT Prima Dharma Karsa 51% dan Darmawan Wangsa 49%. Adapun, Komisaris SLN dijabat oleh Wang Jinge dan Darmawan Wangsa sebagai Direktur.
SLN tercatat memiliki total aset Rp171,85 miliar, liabilitas Rp1,48 miliar, dan total ekuitas Rp170,36 miliar per 30 September 2025. Sepanjang Januari—September 2025, SLN membukukan pendapatan Rp57,57 miliar, laba bruto Rp21,39 miliar, dan laba bersih periode berjalan Rp19,66 miliar.
Manajemen PTMR menyampaikan tidak terdapat hubungan afiliasi antara perseroan dan Darmawan Wangsa.
“Namun demikian, transaksi akuisisi SLN merupakan transaksi yang berpotensi mengandung benturan kepentingan karena dilakukan dalam kaitannya dengan penjualan saham PT Mitra Pack Tbk. dalam perseroan kepada Deep Source Pte. Ltd.”
Transaksi benturan kepentingan itu dilakukan sebagai bagian dari restrukturisasi bisnis untuk meningkatkan efisiensi operasional dan memperkuat struktur keuangan perseroan. Dibandingkan bertransaksi dengan pihak ketiga, pemilihan pihak afiliasi memberikan kepastian eksekusi yang lebih tinggi serta efisiensi biaya karena merupakan bagian dari rencana strategis masuknya Deep Source Pte. Ltd. sebagai pemegang saham.