Bisnis.com, JAKARTA — Presiden RI Prabowo Subianto mengundang tamu World Economic Forum 2026 di Davos untuk menghadiri agenda besar pada Juni 2026 di Bali. Agenda itu akan turut mengundang orang terkaya di dunia Elon Musk hingga investor global, Ray Dalio.
Dalam pidatonya di World Economic Forum 2026 di Davos, Prabowo menjelaskan bahwa di Bali pada Juni 2026 akan digelar Ocean Impact Summit (OIS) 2026 pertama. Acara itu juga digelar bersama World Economic Forum.
"Ada partisipasi penting dari Ray Dalio dengan OceanX. Ada SpaceX saya rasa, dari Elon Musk," ujar Prabowo di World Economic Forum 2026 di Davos pada Jumat (23/1/2026).
Prabowo menjelaskan bahwa Ray Dalio merupakan salah satu pelopor dalam penelitian kelautan. OceanX yang didirikannya merupakan inisiatif eksplorasi laut nirlaba.
"Dan Indonesia, yang tiga perempatnya adalah laut, kita sangat peduli dengan masa depan laut kita," kata Prabowo.
World Economic Forum 2026 di Davos sendiri dihadiri para kepala negara, pemimpin pemerintahan, serta tokoh ekonomi global. World Economic Forum 2026 di Davos menjadi panggung internasional pertama bagi Presiden Prabowo untuk memaparkan arah kebijakan ekonomi Indonesia di tingkat global.
Sebelum menghadiri World Economic Forum 2026 di Davos, Prabowo terlebih dahulu berkunjung ke Inggris. Hasil lawatan ke Inggris, terdapat komitmen investasi sebesar Rp90 triliun.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan bentuk komitmen investasi itu guna menggenjot potensi laut Indonesia. Bentuknya adalah kerja sama di bidang maritim yaitu pembuatan kapal-kapal tangkap sebanyak 1.582 kapal.
"Sebagaimana yang pernah kami sampaikan bahwa tiga perempat wilayah negara kita adalah lautan, jadi kita ingin betul-betul meningkatkan potensi laut kita, yang itu tentu saja nanti kita berharap akan meningkatkan kesejahteraan saudara-saudara kita yang berprofesi sebagai nelayan," ujar Prasetyo dalam konferensi pers pada Kamis (22/1/2026).
Terlebih, menurutnya pemerintah berupaya mendongkrak produksi protein berbasis ikan dari laut. Sebab, asupan protein Indonesia dari ikan masih cukup rendah.
"Jadi ini adalah sebuah kerja sama yang betul-betul sangat strategis," tuturnya.
Apalagi, Prasetyo menuturkan Indonesia juga sedang mengembangkan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).
"Kita membangun kurang lebih 100 kampung nelayan di seluruh wilayah Tanah Air, yang mungkin dalam waktu dekat ini juga sudah selesai. Kampung-kampung nelayan ini memang kita modernisasi, yang biasanya selama ini belum memiliki dermaga kita buat dermaga, yang tidak memiliki cold storage nelayan-nelayan kita bangunkan dalam satu paket," ujarnya.