Bisnis.com, JAKARTA — PT Astra Agro Lestari Tbk. (AALI) menargetkan penanaman kembali atau replanting hingga 8.000 hektar lahan sawit tahun 2026. AALI menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp1,4 triliun tahun ini.
Presiden Direktur Astra Agro Lestari Djap Tet Fa menuturkan replanting memang menjadi fokus strategi utama perseroan pada 2026. Menurutnya, target minimal replanting AALI tahun ini adalah 6.000 Ha, tetapi perseroan ingin mencapai replanting 8.000 Ha.
“Target tahun ini kami ingin mencapai 8.000 ha, artinya 4% dari kira-kira 280.000 Ha,” tutur Tet Fa, pada public expose Astra Agro Lestari di Jakarta, Rabu (15/4/2026).
Tet Fa menuturkan untuk kegiatan replanting ini pihaknya menganggarkan belanja modal atau capex sebesar Rp1,4 triliun. Menurutnya, capex ini naik 79% dibandingkan tahun 2025 yang sebesar Rp782 miliar.
Menurut Tet Fa, mayoritas capex tahun ini sebesar 63,8% yang akan digunakan untuk mendukung replanting, kemudian sebesar 19,8% untuk mill and port, serta non-plantation sebesar 16,4%.
Lebih lanjut, Tet Fa menuturkan pada 2025 AALI telah melakukan replanting seluas 5.080 hektar.
Lebih lanjut, Tet Fa juga menjelaskan industri CPO menghadapi berbagai tantangan struktural dan dinamis, di antaranya pergerakan harga minyak, fluktuasi mata uang asing, hingga geopolitik.
Faktor suplai dan demand global menurutnya menjadi katalis utama yang mendorong harga CPO di tengah stagnasi produksi minyak kelapa sawit dalam beberapa tahun terakhir.
Di sisi lain, kata dia, harga CPO juga naik seiring kuatnya permintaan global, termasuk dorongan kebijakan mandatori biodiesel Indonesia yang terus menopang harga.
Pada tahun lalu, AALI membukukan laba bersih sebesar Rp1,47 triliun, yang didukung oleh pendapatan sebesar Rp28,6 triliun. Pendapatan ini naik 31,35% secara tahunan, dari sebelumnya sebesar Rp21,81 triliun.
Pendapatan Astra Agro Lestari berasal dari minyak sawit mentah dan turunannya sebesar Rp25,52 triliun, inti sawit dan turunannya sebesar Rp3,12 triliun, dan pendapatan lainnya senilai Rp10,92 miliar.
Sementara itu, berdasarkan segmen operasinya, AALI memperoleh pendapatan bersih sebesar Rp11,77 triliun dari segmen operasi di Sumatra, lalu Rp12,88 triliun dari Kalimantan, dan sebesar Rp16,67 triliun dari Sulawesi.
Adapun laba bersih AALI juga tercatat meningkat 28,25% secara tahunan menjadi Rp1,47 triliun. Laba bersih ini naik secara tahunan dari Rp1,14 triliun pada tahun 2024.
______
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.