Bisnis.com, JAKARTA — PT PP (Persero) Tbk. (PTPP) merombak jajaran dewan komisaris dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025. Perseroan mengangkat empat nama baru untuk mengisi posisi komisaris dan komisaris independen.
Dalam RUPST PTPP pada Selasa (19/5/2026), ada 7 mata acara yang menjadi pembahasan. Pada mata acara ke-7, Pemegang Saham menyetujui perubahan susunan pengurus perseroan.
Dengan demikian, susunan Dewan Komisaris dan Direksi PTPP menjadi sebagai berikut:
Dewan Komisaris
- Komisaris Utama / Komisaris Independen : Dhony Rahajoe
- Komisaris : Setya Nugraha
- Komisaris : Aisyah Zakiyyah
- Komisaris : Giri Suprapdiono
- Komisaris Independen : Tjia Marwan
- Komisaris Independen : Ain Rika Armina
Dewan Direksi
- Direktur Utama : Novel Arsyad
- Direktur Keuangan : Faizal Rahmad
- Direktur Manajemen Risiko & Legal : Tommy Wiranata A
- Direktur Strategi Korporasi dan HCM : I Gede Upeksa Negara
- Direktur Operasi Bidang Infrastruktur : Yul Ari Pramuraharjo
- Direktur Operasi Bidang Gedung : Yuyus Juarsa
Dengan demikian, RUPST PTPP mengangkat 4 komisaris baru, dan 2 di antaranya perempuan. Sebelumnya susunan komisaris PTPP adalah sebagai berikut.
Komisaris Independen:
- Istiono
- Jaya Kesuma
- Pundjung Setya Brata
Komisaris
- Ernadhi Sudarmanto
- Hedy Rahadian
Selain itu, pada mata acara ke-6 terkait Perubahan Anggaran Dasar, pemegang saham menyetujui pengalihan saham Seri B sebanyak 31.619.477 lembar saham dari PT Danantara Asset Management (Persero) kepada BP BUMN.
Saham Seri B tersebut selanjutnya akan diubah menjadi Saham Seri A Dwiwarna dalam rangka pemenuhan ketentuan Pasal 2 ayat (3) Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang BUMN yang mengatur bahwa Negara Republik Indonesia memiliki 1% (satu persen) saham Seri A Dwiwarna pada BUMN melalui Kepala BP BUMN.
Selanjutnya, perseroan menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dedikasi serta kontribusi jajaran pengurus sebelumnya dalam mendukung transformasi dan pengembangan bisnis selama masa jabatan.
Sepanjang Tahun Buku 2025, PTPP berhasil mencatatkan perolehan nilai kontrak baru sebesar Rp24,95 triliun. Berdasarkan sumber pendanaan, komposisi perolehan kontrak baru terdiri atas 45% proyek pemerintah, 35% proyek BUMN, dan 20% proyek swasta.
Dari sisi segmentasi usaha, kontribusi terbesar berasal dari sektor gedung sebesar 35%, jalan dan jembatan 16%, pertambangan 12%, power plant 11%, pelabuhan 10%, irigasi 6%, bendungan 4%, minyak dan gas 3%, industri 2%, serta bandara 1%.
Beberapa proyek dengan kontribusi terbesar terhadap perolehan kontrak baru Perseroan antara lain proyek PLTGU Batam, New Priok East Access Phase II, Itacha 2 – Provision of Procurement & Construction for Haul Road, Tol Kataraja Phase 2, Fuel Pipeline Cikampek – Plumpang, Gedung DPD IKN, dan Proyek Konstruksi Bendungan Karian – Serpong Water Conveyance System (KSCS) Paket 1.