Bisnis.com, JAKARTA — Pemegang saham PT J Resources Asia Pasifik Tbk. (PSAB) menyetujui rencana penjualan aset strategis berupa tambang emas Doup di Sulawesi Utara kepada entitas anak PT United Tractors Tbk. (UNTR).
Lampu hijau itu diperoleh PSAB dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dilaksanakan di Jakarta Selatan pada hari ini, Rabu (5/11/2025) pukul 14.00 WIB.
Agenda tunggal RUPSLB adalah persetujuan atas penjualan seluruh saham milik anak usaha PSAB, yakni PT J Resources Nusantara (JRN) dalam PT Arafura Surya Alam (ASA) sebanyak 2.331.139 lembar atau 99,99% saham kepada PT Danusa Tambang Nusantara (DTN) selaku anak usaha UNTR.
Presiden Direktur J Resources Asia Pasifik Edi Permadi mengatakan bahwa pemegang saham telah menyepakati penjualan seluruh saham JRN di dalam ASA kepada DTN.
“Ketentuan penjualan saham tersebut dilakukan setelah ASA mendapatkan persetujuan perubahan pemegang saham dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral,” ucapnya kepada Bisnis, Rabu (5/11/2025).
Sebelumnya, United Tractors melalui DTN telah menandatangani perjanjian jual beli bersyarat dengan JRN untuk mengakuisisi 99,99% saham ASA.
Anak usaha UNTR lainnya, yaitu PT Energia Prima Nusantara (EPN), turut meneken perjanjian dengan pemegang saham individu Jimmy Budiarto untuk membeli 0,00004% saham ASA serta 0,2% saham PT Mulia Bumi Persada (MBP).
Seluruh perjanjian jual beli telah dilakukan pada 12 September 2025, dengan nilai transaksi yang mencakup enterprise value mencapai US$540 juta. Nilai ini termasuk pembelian saham dan utang pemegang saham JRN di ASA.
Penyelesaian transaksi ditargetkan rampung paling lambat pada 23 Desember 2025, setelah seluruh syarat pendahuluan terpenuhi.
ASA merupakan pemegang Izin Usaha Pertambangan-Operasi Produksi (IUP-OP) atas Tambang Doup yang terletak di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Sulawesi Utara, dengan luas area mencapai sekitar 4.000 hektare.
Tambang emas Doup saat ini masih dalam tahap konstruksi dan diperkirakan menelan biaya investasi sekitar US$400 juta. Proyek tersebut ditargetkan beroperasi komersial pada akhir 2025 dan rampung penuh pada tahun depan.
Investment Analyst Infovesta Kapital Advisori Ekky Topan menilai tambang emas Doup dapat menjadi motor pertumbuhan UNTR setelah beroperasi penuh secara komersial. Pasalnya, tambang ini memiliki cadangan terbukti dan terduga sebesar 1,57 juta ons emas dengan total sumber daya mencapai 3,11 juta ons.
Menurut Ekky, potensi tersebut kian besar seiring dengan arah diversifikasi bisnis UNTR yang mulai berfokus pada sektor mineral khususnya emas.
“Arah diversifikasi menunjukkan UNTR sedang membangun pilar bisnis jangka panjang di sektor mineral, khususnya emas yang bersifat defensif dan berpotensi mendorong margin lebih tinggi,” ujarnya kepada Bisnis, beberapa waktu lalu.
Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia Miftahul Khaer juga memandang bahwa langkah diversifikasi ini cukup strategis karena UNTR sudah lama mengurangi ketergantungan pada siklus batu bara. Masuknya bisnis emas disebut akan memperluas portofolio perseroan di sektor mineral berharga.