Bisnis.com, JAKARTA — Emiten Grup MAP PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) memperkirakan momentum libur sekolah pada Juni 2026 menjadi salah satu pendorong kinerja pada kuartal II/2026.
Periode liburan ini dinilai menjadi katalis musiman yang mampu menjaga pertumbuhan penjualan, terutama karena berdekatan dengan musim belanja kebutuhan sekolah pada kuartal III/2026.
VP Investor Relations, Corporate Communications, and Sustainability MAP Group Ratih Darmawan Gianda mengatakan bahwa pada periode April, kinerja biasanya cenderung lebih lemah setelah momentum Lebaran berakhir.
Namun, kondisi tersebut mulai membaik pada Mei dan Juni seiring meningkatnya mobilitas masyarakat dan aktivitas konsumsi keluarga.
Dia menyebut secara historis kontribusi kinerja pada kuartal II/2026 hampir setara dengan kuartal III/2026 . Jika kuartal III ditopang oleh momentum back to school pada Juli, maka kuartal II/2026 mendapat dukungan dari peningkatan aktivitas belanja selama Mei dan Juni, termasuk saat libur sekolah.
"Kami perkiraan pada Juni mulai mengalami peningkatan aktivitas. Secara kontribusi kuartalan, kuartal II hampir mirip dengan kuartal III karena ada faktor musiman [libur sekolah] yang cukup kuat," ujarnya dalam public expose yang dikutip, Senin (29/6/2026).
MAP menilai daya tahan kinerjanya turut ditopang oleh segmen pelanggan yang menjadi target utama perusahaan, yakni kelompok menengah hingga atas. Segmen ini dinilai relatif lebih resilien terhadap tekanan ekonomi dibandingkan kelompok konsumen lainnya.
Meski demikian, perseroan tetap mengakui bahwa ketidakpastian global dan domestik masih menjadi faktor yang perlu diwaspadai. Mulai dari perkembangan geopolitik hingga dinamika ekonomi dalam negeri berpotensi memengaruhi tingkat konsumsi masyarakat.
"Konsumen yang kami sasar memang lebih resilien. Namun bukan berarti mereka sepenuhnya kebal terhadap berbagai tekanan ekonomi. Karena itu kami tetap berhati-hati dalam menyusun strategi bisnis," ujar manajemen.
Strategi tersebut dinilai menjadi salah satu alasan MAP tetap optimistis menjaga pertumbuhan kinerja sepanjang 2026 meski lingkungan bisnis masih dibayangi ketidakpastian.
Ekspansi Tetap Jalan, Tapi Lebih Selektif
Wakil Presiden Direktur MAPI, V.P. Sharma mengatakan di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih, pihaknya memilih mempertahankan strategi ekspansi yang terukur.
Perseroan menargetkan pembukaan sekitar 550-600 gerai secara bruto sepanjang tahun ini dengan alokasi belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar Rp2 triliun. Per kuartal I/2026, perseroan telah merealisasikan sebanyak 200 toko baru.
Dia menegaskan langkah tersebut bukan berarti perusahaan menahan ekspansi secara signifikan, melainkan menyesuaikan dengan peluang pasar yang tersedia.
MAP mengaku selalu melakukan studi kelayakan secara mendalam sebelum membuka gerai baru, termasuk mempertimbangkan demografi, lokasi, dan potensi pasar jangka panjang.
"Kami tidak ingin membuka lalu menutup toko. Karena itu setiap ekspansi selalu dilakukan dengan sangat hati-hati dan berbasis studi yang matang," kata manajemen.
Meski mencatat pertumbuhan laba yang cukup tinggi pada awal tahun, MAP memilih mempertahankan target pertumbuhan konservatif pada level high single digit sepanjang 2026.
Berdasarkan laporan keuangan per Maret 2026, MAPI membukukan pendapatan bersih sebesar Rp12,29 triliun, melonjak 32,03% dibandingkan Rp9,31 triliun pada periode sebelumnya.
Sejalan dengan itu, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp628,03 miliar, meningkat 32,98% dari posisi Rp472,26 miliar.
Perseroan menilai capaian kuartal I/2026 yang kuat turut dipengaruhi basis perbandingan yang lebih rendah pada tahun sebelumnya. Selain itu, peluncuran produk baru seperti iPhone 16 serta meningkatnya kontribusi segmen digital dan perbaikan kinerja bisnis makanan dan minuman turut menjadi pendorong utama.