Shopee mencatat pertumbuhan signifikan pada 2025 dengan GMV mencapai Rp2.150 triliun, pesanan naik 27,5%, dan pendapatan tumbuh 33,9% YoY. [583] url asal
Bisnis.com, JAKARTA — Platform e-commerce Shopee mencatat pertumbuhan kinerja sepanjang 2025, termasuk peningkatan signifikan pada nilai transaksi, jumlah pesanan, serta pendapatan.
Dalam laporan keuangan tahunan yang dirilis Sea Limited, sepanjang 2025 nilai transaksi bruto atau gross merchandise value (GMV) Shopee mencapai US$127,4 miliar atau sekitar Rp2.150,13 triliun (kurs Rp16.877 per dolar AS). Angka tersebut meningkat 27% secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan US$100,5 miliar atau sekitar Rp1.696,14 triliun pada 2024.
“GMV tumbuh 27% YoY untuk tahun penuh 2025, bersamaan dengan peningkatan profitabilitas yang signifikan,” tulis manajemen Sea Ltd dalam laporan tersebut dikutip pada Selasa (10/3/2026).
Pertumbuhan transaksi juga tercermin dari peningkatan jumlah pesanan. Sepanjang 2025, jumlah pesanan bruto atau gross orders mencapai 13,9 miliar, meningkat dari 10,9 miliar pesanan pada 2024, atau naik sekitar 27,5% YoY.
Peningkatan aktivitas transaksi tersebut turut mendorong pertumbuhan pendapatan perusahaan. Sepanjang 2025, pendapatan Shopee berdasarkan standar akuntansi GAAP tercatat mencapai US$16,6 miliar atau sekitar Rp280,16 triliun, meningkat dari US$12,4 miliar atau sekitar Rp209,27 triliun pada 2024. Dengan demikian, pendapatan Shopee tumbuh 33,9% YoY.
Dalam laporan tersebut juga disebutkan Shopee mencatat EBITDA lebih dari US$880 juta atau sekitar Rp14,85 triliun pada 2025. Kinerja yang kuat juga terlihat pada periode Kuartal IV/2025.
Pada periode ini, pendapatan GAAP Shopee mencapai sekitar US$5 miliar atau sekitar Rp84,39 triliun, meningkat dari US$3,7 miliar atau sekitar Rp62,45 triliun pada kuartal IV 2024, atau naik sekitar 35,1% secara tahunan.
Dari sisi transaksi, GMV Shopee pada kuartal IV/2025 saja mencapai sekitar US$36,7 miliar atau sekitar Rp619,38 triliun, meningkat dari US$28,6 miliar atau sekitar Rp482,69 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Dengan demikian, GMV kuartal/IV meningkat sekitar 28,3% secara tahunan.
Sementara itu, jumlah pesanan bruto pada kuartal IV/2025 meningkat dari 3,0 miliar pesanan pada kuartal IV 2024 menjadi 4,0 miliar pesanan, atau tumbuh sekitar 33,3% secara tahunan.
Logo Shopee
Perusahaan juga mencatat peningkatan profitabilitas sepanjang tahun. Adjusted EBITDA Shopee pada 2025 tercatat sebesar US$880,6 juta atau sekitar Rp14,86 triliun, meningkat signifikan dibandingkan US$155,8 juta atau sekitar Rp2,63 triliun pada 2024. Artinya, adjusted EBITDA meningkat sekitar 465% secara tahunan.
Margin EBITDA terhadap GMV juga meningkat dari sekitar 0,2% pada 2024 menjadi 0,7% pada 2025. Pada Kuartal IV/2025 sendiri, adjusted EBITDA tercatat sebesar US$202,5 juta atau sekitar Rp3,42 triliun, dengan margin sekitar 0,6% dari GMV.
Sea Limited dalam laporannya juga menyoroti peningkatan monetisasi platform Shopee.
“Secara konsisten meningkatkan monetisasi sepanjang tahun melalui tingkat penerimaan iklan yang lebih tinggi,” tulis laporan.
Dalam laporan tersebut disebutkan pendapatan iklan meningkat lebih dari 80% secara tahunan pada Kuartal IV/2025, sementara rata-rata pengeluaran iklan per penjual meningkat sekitar 45% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sepanjang 2025, take rate Shopee tercatat sekitar 13,0%, meningkat dibandingkan 12,4% pada 2024, atau naik sekitar 0,6 poin persentase.
Pertumbuhan aktivitas di platform juga didukung oleh peningkatan jumlah pengguna dan frekuensi transaksi. Sea Limited menyebutkan jumlah pembeli aktif bulanan pada 2025 meningkat sekitar 15% secara tahunan, sementara frekuensi pembelian rata-rata per pengguna meningkat sekitar 10% secara tahunan.
Perusahaan juga menyoroti peningkatan efisiensi operasional, khususnya pada sektor logistik. Dalam laporan tersebut dijelaskan Shopee memperluas layanan pengiriman instan dan same-day delivery, meningkatkan kecepatan logistik, serta meningkatkan penggunaan layanan logistik internal untuk mendukung aktivitas transaksi di platform.
Shopee mencatat pendapatan Rp71,97 triliun di Q3 2025, naik 34,9% YoY, didorong peningkatan transaksi dan monetisasi iklan. Asia dan Brasil jadi pasar utama. [288] url asal
Bisnis.com, JAKARTA — Sea Ltd, perusahaan teknologi asal Singapura, membukukan pendapatan sebesar US$4,29 miliar dari sektor e-commerce yang dijalankan oleh Shopee. Nilai tersebut tumbuh 34,9% year on year/YoY dari pencapaian tahun lalu yang sebesar US$3,2 miliar atau Rp53,63 triliun. Jika dibandingkan dengan kuartal II/2025, pendapatan Shopee tumbuh 13,9%.
Shopee menjadi tulang punggung bagi bisnis Sea Ltd dengan kontribusi hingga 71% terhadap total pendapatan Sea Ltd yang sebesar US$5,98 miliar atau Rp100,34 triliun.
Sementara segmen layanan keuangan digital berkontribusi sebesar US$989 juta, hiburan dan digital sebesar US$653 juta, dan layanan lainnya US$48,4 juta.
Dalam laporan keuangannya, dikutip Selasa (18/11/2025), Manajemen Shopee menyampaikan pertumbuhan pendapatan didorong oleh peningkatan aktivitas pembeli dan transaksi yang tinggi.
“Peningkatan profit tersebut terjadi di kawasan Asia dan Brasil,” tulis manajemen.
Manajemen menambah pertumbuhan juga dipengaruhi oleh keberhasilan perusahaan dalam memonetisasi iklan dengan pendapatan yang tumbuh lebih 70% secara tahunan.
Jumlah pedagang di platform yang menggunakan layanan iklan Shopee naik 25% YoY dengan rerata uang yang mereka habiskan untuk menggunakan layanan tersebut juga meningkat 40%.
Inisiatif kecerdasan buatan (AI) yang didorong perusahaan juga berhasil meningkatkan keterikatan antara pedagang dengan pembeli dengan konversi rate naik 10% YoY.
Manajemen menyampaikan Shopee juga gencar melakukan peningkatan layanan di berbagai negara. Di Indonesia, Shopee menerapkan instant delivery dengan waktu 2 jam lebih cepat dari sebelumnya.
Sementara itu di Taiwan, Shopee melakukan automasi 2.500 loker di toko, yang membuat ongkos per pesanan 30% lebih murah dibandingkan dengan metode konvensional.
Shopee juga bekerja sama dengan YouTube untuk meningkatkan transaksi dengan mendekatkan produk yang mereka miliki pada masing-masing platform. Kerja sama juga dilakukan dengan Facebook, yang membuat proses checkout menjadi lebih mudah.
#50 tag sepekan
Warning: file_get_contents(): php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: file_get_contents(http://ekbis.blog/adminv2/tag7day.json): Failed to open stream: php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56