Bisnis.com, JAKARTA — Emiten telekomunikasi PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk. (EXCL) menggenjot implementasi jaringan 5G untuk kebutuhan operasional otonom di sektor pertambangan.
Langkah ini menjadi salah satu strategi utama perseroan dalam mendongkrak pendapatan business-to-business (B2B) sekaligus menjawab tantangan lonjakan harga solar lewat pemanfaatan armada truk listrik otonom yang diklaim mampu meningkatkan efisiensi hingga 80%.
Segmen korporasi ini diproyeksikan mampu berkontribusi hingga 20% terhadap total pendapatan perseroan. Pada kuartal I/2026, XLSMART membukukan total pendapatan Rp11,84 triliun atau tumbuh 38% secara tahunan (year-on-year/YoY), dengan laba bersih yang dinormalisasi melonjak 254% YoY menjadi Rp1,37 triliun. Capaian positif ini diraih lewat transformasi model bisnis yang fokus pada pendapatan berulang (recurring business).
Direktur & Chief Enterprise Strategic Relationship Officer XLSmart Andrijanto Muljono mengungkapkan pertumbuhan solid pada awal tahun ini merupakan hasil dari penguatan fondasi konektivitas berkelanjutan. Kontrak layanan jangka panjang ini memberikan aliran kas stabil setiap bulan dan meminimalkan fluktuasi dari proyek berkala. Hingga saat ini, kontribusi pasar terbesar disumbang oleh sektor Internet Service Provider (ISP), pertambangan, perbankan, dan ritel.
Melihat potensi besar di sektor hulu, XLSmart kini mengincar digitalisasi area tambang sebagai mesin pertumbuhan baru. Korporasi memanfaatkan momentum peralihan industri ke kendaraan listrik otonom akibat mahalnya bahan bakar fosil.
“Jadi nanti di sepanjang jalan hauling itu ada antena 5G untuk mengoperasikan truk otonom ini. Efisiensi yang dihadirkan dengan sistem ini bisa 80%," kata Andrijanto kepada Bisnis, dikutip Selasa (18/5/2026).
Dia mengatakan saat ini solusi Autonomous truck dengan 5G sudah ada, XLSMART tengah proof of concept(POC) di beberapa mining Sumatera, sudah ada use case juga di Kalimantan.
Bukan sekadar menyediakan konektivitas seluler, EXCL turut mengandalkan platform ESTA. Sistem terintegrasi ini mampu mengakomodasi kebutuhan manajemen operasional mulai dari tahap perencanaan hingga eksekusi secara real-time.
Di sisi lain, perseroan menyediakan sovereign cloud lokal demi menjamin keamanan data krusial milik pemerintah maupun korporasi yang enggan menggunakan layanan hyperscalerasing.
Andrijanto menyampaikan perusahaan memprioritaskan penyediaan solusi relevan guna membantu agenda efisiensi nasional.
“Moto kami, solusi untuk korporasi solusi untuk negeri. Karena kondisi seperti saat ini harga bahan baku mahal, digital harus maju, jadi efisiensi bisa meningkat tinggi," tambahnya.
Meski menorehkan raport merah pada awal tahun, XLSmart tetap memasang sikap waspada untuk sisa tahun ini. Kinerja kuartal II/2026 diprediksi masih aman karena ditopang kepastian target purchase order (PO) dari para mitra. Namun, tantangan makroekonomi diproyeksikan baru akan terasa pada paruh kedua tahun ini.
Pihak manajemen mengidentifikasi sejumlah faktor risiko yang berpotensi menahan laju ekspansi korporasi dalam waktu dekat. Beberapa perusahaan diperkirakan mulai memperketat anggaran akibat dinamika pasar global. Kondisi tersebut diperparah oleh tren pelemahan kurs rupiah serta kelangkaan pasokan semikonduktor global yang masih membayangi industri teknologi.