Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan menambah kuota penerbitan Sukuk Ritel perdana 2026 SR024 sebesar Rp2,5 triliun atau menjadi Rp17,5 triliun.
Direktur Pembiayaan Syariah DJPPR Deni Ridwan, menerangkan bahwa tingginya animo investor ritel pada penerbitan SR024 telah tampak dari realisasi penjualan per 13 April 2026. Adapun, SR024 sudah ludes terjual senilai Rp15,49 triliun, melampaui target awal Rp15 triliun.
“Mengingat animo masyarakat untuk berinvestasi pada SR024 masih cukup tinggi, pemerintah telah menambah kuota sebesar Rp2,5 triliun,” katanya saat dihubungi Bisnis, Selasa (14/4/2026).
Diperinci, SR024-T3 mendapatkan tambahan kuota senilai Rp2 triliun dan hanya Rp500 miliar bagi SR024-T5. Namun, seiring penambahan kuota ini, pemerintah tidak turut memperpanjang masa penawaran. Periode penawaran SR024 akan tetap jatuh pada Rabu (15/4/2026).
Sebelumnya, Deni menerangkan bahwa animo masyarakat terhadap produk ini telah tercermin jauh sebelum periode masa penawaran berakhir. Kendati bertepatan dengan periode Lebaran, animo masyarakat dinilai masih cukup tinggi untuk menyerap produk ini.
Saat itu, DJPPR pede penjualan bakal memenuhi target Rp15 triliun, berbeda nasib dengan ORI029 yang hanya mencatatkan total penjualan setengah dari target.
”Di tengah kondisi perekonomian yang cukup dinamis akibat dinamika geopolitik dan perekonomian global, SR tetap menjadi pilihan menarik bagi masyarakat karena menawarkan keamanan serta imbal hasil yang cukup kompetitif,” katanya kepada Bisnis beberapa waktu lalu.
Melansir data Bibit pukul 12.07 WIB, penjualan SR024-T3 kini telah tersisa 5,5% atau sekitar Rp661,29 miliar. Sementara itu, SR024-T5 kini telah tersisa 8,4% atau sekitar Rp464,33 miliar.
Sebelumnya, Head of PR & Corporate Communication Bibit William, menerangkan realisasi penjualan sejauh ini masih sesuai ekspektasi perusahaan. Salah satu dasar kepercayaan diri itu berasal dari imbal hasil yang ditawarkan SR024 lebih tinggi ketimbang 3 seri SBN Ritel terakhir.
Belum lagi dibandingkan bunga deposito bank umum, SR024 dinilai memiliki daya tawar yang lebih menarik. Hal ini bahkan berada pada fakta bahwa produk SBN Ritel dijamin oleh negara, sehingga menurunkan risikonya.
”Sejauh ini penjualannya sesuai ekspektasi kami di awal, khususnya yang tenor tiga tahun. Kuota nasional tersisa sekitar 15%. Dengan sisa waktu satu minggu lagi, kami optimistis akan terserap oleh masyarakat, para investor,” katanya kepada Bisnis, Rabu (8/4/2026).