Bisnis.com, JAKARTA — Lonjakan ancaman siber meningkat seiring dengan serangan distributed denial-of-service (DDoS) yang makin kompleks dengan skala besar.
IDCloudHost memperkuat layanan anti-distributed denial-of-service (DDoS) dengan menggandeng StormWall guna meningkatkan kapasitas mitigasi serangan hingga 1 Tbps di kawasan regional.
Melalui integrasi itu, proses mitigasi serangan dapat dilakukan lebih awal sebelum trafik berbahaya mencapai server pelanggan. Langkah tersebut dinilai penting di tengah meningkatnya kebutuhan dunia usaha terhadap stabilitas layanan digital dan perlindungan dari potensi downtime.
Chief Technology Officer IDCloudHost Faisal Reza mengatakan pola serangan DDoS saat ini semakin kompleks dengan skala yang lebih besar dibanding sebelumnya.
“Serangan DDoS semakin kompleks dan masif. Oleh karena itu, kolaborasi antara IDCloudHost dengan StormWall fokus menghadirkan proteksi dengan kapasitas besar dan respon real-time. Tujuannya agar pelanggan tetap dapat menjalankan bisnisnya aman dan lancar tanpa gangguan,” ujar Faisal dalam keterangannya, Jumat (22/5/2026).
Sejalan dengan meningkatnya permintaan layanan proteksi DDoS, IDCloudHost meningkatkan kapasitas proteksi regional hingga 1 Tbps atau setara 1.000 Gbps. Kapasitas tersebut didistribusikan melalui node scrubber di Singapura, Hong Kong, dan Jakarta agar proses filtering trafik berjalan cepat dan stabil saat terjadi lonjakan trafik dalam skala besar.
Dia menambahkan Layanan Anti-DDoS IDCloudHost dikembangkan melalui tiga lapisan perlindungan utama, yakni website protection, server protection, dan network protection.
Pada level website, lanjutnya, sistem melakukan filtering trafik untuk mengurangi beban server sehingga performa dan kecepatan akses tetap terjaga ketika terjadi lonjakan trafik akibat serangan. Sementara itu, perlindungan server mencakup layanan TCP dan UDP tanpa pembatasan port maupun volume trafik serangan.
Filtering dilakukan pada layer 3 hingga layer 5 model OSI guna menghadapi berbagai jenis serangan DDoS. Dengan skema tersebut, server tetap dapat beroperasi stabil meski berada dalam tekanan trafik tinggi.
Adapun pada level jaringan, sistem melakukan analisa trafik secara real-time untuk mendeteksi aktivitas mencurigakan. Proteksi DNS, notifikasi otomatis, serta dukungan API memungkinkan pelanggan memantau kondisi jaringan dan merespons ancaman lebih cepat.
IDCloudHost juga menyebut layanan DDoS Protection Network diberikan secara inklusif kepada seluruh pelanggan tanpa pembatasan trafik maupun port. Sistem proteksi berjalan otomatis sejak aktivasi layanan tanpa konfigurasi tambahan dari sisi pengguna.
Perusahaan turut mengandalkan teknologi berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk mendeteksi anomali trafik, menganalisis pola serangan, hingga memprediksi potensi ancaman sebelum terjadi.
“Fokus kami adalah menghadirkan solusi yang siap digunakan dan memberikan dampak nyata bagi bisnis. Dengan kapasitas hingga 1 Tbps di regional dan dukungan teknologi global hingga lebih dari 5 Tbps, pelanggan tidak perlu lagi khawatir terhadap gangguan akibat serangan DDoS,” kata Faisal.
Layanan Anti-DDoS hasil kolaborasi IDCloudHost dan StormWall menyasar sektor dengan potensi trafik tinggi seperti perbankan, penyedia layanan internet atau ISP, pendidikan, hingga pemerintahan. Perusahaan juga menyediakan dukungan technical support 24 jam dan layanan konsultasi untuk menyesuaikan kebutuhan proteksi sesuai skala infrastruktur pelanggan.