Bisnis.com, JAKARTA— Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memprediksi fenomena penguatan angin dari utara akan kembali terjadi pada pertengahan hingga akhir Februari 2026.
Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan intensitas hujan di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).
Peneliti Bidang Klimatologi dan Perubahan Iklim BRIN Erma Yulihastin mengatakan, meskipun saat ini terjadi reduksi atau penurunan curah hujan, potensi hujan lebat kembali meningkat dalam beberapa pekan ke depan.
“Pada pertengahan hingga akhir Februari, fenomena penguatan angin dari utara kembali terjadi yang dapat meningkatkan hujan kembali untuk wilayah Jabodetabek,” kata Erma saat dihubungiBisnis, Kamis (29/1/2026).
Erma menjelaskan, wilayah Bogor dan Bandung masih akan mengalami curah hujan tinggi hingga April. Dengan kondisi tersebut, lanjut Erma, Bogor dan Bandung memiliki potensi lebih besar terdampak hujan deras yang dapat memicu banjir dan longsor hingga April.
Selain kedua wilayah tersebut, peningkatan curah hujan juga berpeluang terjadi di Kabupaten Agam dan Kota Padang, Sumatera Barat, serta wilayah Tapanuli di Sumatera Utara.
Menurut Erma, kondisi itu dipengaruhi dinamika vortex di Samudra Hindia yang dapat memicu hujan berintensitas tinggi pada periode Maret hingga April. Erma juga memaparkan terdapat dua jenis angin kencang, yakni angin kencang yang tidak disertai hujan dan angin kencang yang disertai hujan.
Dia menjelaskan, angin kencang tanpa hujan umumnya berkaitan dengan fenomena angin darat–laut yang dipicu aktivitas konvektif atau badai di laut. Kondisi tersebut kemudian dapat memengaruhi munculnya angin kencang di daratan, khususnya di wilayah pesisir.
Sementara itu, angin kencang yang disertai hujan biasanya berasal dari awan cumulonimbus atau awan badai.
“Yang akhir-akhir ini terjadi di Jakarta bisa kedua jenis angin kencang tersebut namun jenis pertama lebih sering terjadi,” katanya.
Di sisi lain, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat adanya fenomena fase perigee pada 30 Januari 2026 serta bulan purnama pada 2 Februari 2026 yang berpotensi meningkatkan ketinggian maksimum air laut.
Berdasarkan pantauan datawater leveldan prediksi pasang surut, banjir pesisir atau rob berpotensi terjadi di sejumlah wilayah pesisir Indonesia, meliputi:
- Pesisir Sumatera Utara
- Pesisir Riau
- Pesisir Kepulauan Riau
- Pesisir Sumatera Barat
- Pesisir Jambi
- Pesisir Banten
- Pesisir Jakarta
- Pesisir Jawa Barat
- Pesisir Jawa Tengah
- Pesisir Jawa Timur
- Pesisir Bali
- Pesisir Nusa Tenggara Barat
- Pesisir Nusa Tenggara Timur
- Pesisir Kalimantan Utara
- Pesisir Kalimantan Timur
- Pesisir Kalimantan Selatan
- Pesisir Kalimantan Tengah
- Pesisir Kalimantan Barat
- Pesisir Sulawesi Utara
- Pesisir Maluku
- Pesisir Maluku Utara
- Pesisir Papua Selatan
BMKG menyebutkan potensi banjir pesisir tersebut secara umum dapat berdampak pada aktivitas masyarakat di wilayah pesisir, seperti kegiatan bongkar muat di pelabuhan, aktivitas permukiman pesisir, serta usaha tambak garam dan perikanan darat.