Bisnis.com, JAKARTA — SpaceX dikabarkan sedang mengembangkan telepon seluler khusus yang terhubung langsung dengan konstelasi satelit internet Starlink.
Rencana ambisius ini menjadi bagian dari strategi diversifikasi pendapatan perusahaan antariksa milik Elon Musk menjelang potensi penawaran umum perdana (IPO) pada tahun ini. Perangkat ini berpotensi menjadi pesaing bagi smartphone yang ada di pasaran saat ini.
Meskipun detail spesifik mengenai desain perangkat atau jadwal pasti pengembangannya masih belum jelas, rencana ini telah ada dalam peta jalan perusahaan selama bertahun-tahun.
CEO SpaceX Elon Musk memberikan tanggapan terkait spekulasi ini melalui platform media sosial X pada pekan lalu. Menanggapi pertanyaan pengguna mengenai rencana ponsel Starlink, Musk menyatakan bahwa hal tersebut bukanlah sesuatu yang mustahil pada titik tertentu.
“Perangkat tersebut akan dioptimalkan murni untuk menjalankan neural nets dengan kinerja/watt maksimum,” kata Musk. Pernyataan ini merujuk pada perangkat keras komputasi yang meniru cara kerja otak manusia di balik kecerdasan artifisial (AI).
Visi ini sejalan dengan rencana Musk untuk membangun pusat data yang mengorbit Bumi. Inisiatif tersebut menjadi dasar dari penggabungan (merger) yang baru-baru ini diumumkan antara SpaceX dan xAI, perusahaan AI milik Musk.
Dorongan untuk ekspansi produk ini didukung oleh kinerja keuangan yang solid dari unit bisnis Starlink. Melansir dari Techcentral, Jumat (6/2/2026), pada tahun lalu SpaceX menghasilkan keuntungan sekitar Rp134 triliun dari total pendapatan sebesar Rp252 triliun hingga Rp269 triliun.
Starlink tercatat sebagai pendorong pendapatan utama, menyumbang sekitar 50% hingga 80% dari total pendapatan perusahaan. Saat ini, SpaceX merupakan operator satelit terbesar di dunia dengan lebih dari 9 juta pengguna layanan internet broadband.
Keseriusan SpaceX dalam memasuki pasar komunikasi seluler terlihat dari investasi terbesarnya tahun lalu, yakni pembelian spektrum satelit dari EchoStar senilai Rp330 triliun.
Sekitar 650 satelit Starlink yang saat ini berada di luar angkasa dibangun khusus untuk mendukung bisnis direct-to-device yang sedang dirintis perusahaan.
Musk menulis dalam sebuah unggahan blog SpaceX pada hari Senin bahwa tujuan akhirnya adalah untuk memberikan jangkauan seluler penuh di mana saja di Bumi. Visi ini menempatkan SpaceX pada posisi unik dalam ekosistem telekomunikasi global.
Namun, rencana pembuatan perangkat keras atau ponsel sendiri memicu skeptisisme dari para analis industri. Presiden Summit Ridge Group Armand Musey memberikan pandangannya mengenai tantangan yang akan dihadapi Starlink jika benar-benar memproduksi ponsel.
“Kemungkinan akan sulit bagi Starlink untuk membuat ponsel dan bersaing dengan MNO (Mobile Network Operator), MNO lain akan menghindari penggunaannya,” ujar Musey.