Bank terapung BRI Bahtera Seva I memudahkan warga Pulau Panggang, Kepulauan Seribu mengakses layanan keuangan tanpa harus menyeberang ke perkotaan. - Bagian all [832] url asal
JAKARTA, iNews.id - Kedatangan Teras BRI Kapal Bahtera Seva I selalu dinantikan warga Pulau Panggang, Kepulauan Seribu, Jakarta. Kapal bank terapung milik BRI itu menjadi penghubung layanan perbankan bagi masyarakat yang tinggal di pulau dan jauh dari perkotaan.
Salah satu nasabah BRI di Pulau Panggang, Mastunih (45) menganggap kehadiran kapal tersebut bukan sekadar layanan perbankan biasa. Sebagai warga Pulau Panggang yang sehari-hari berjualan jelly keliling, dia mengaku sangat terbantu karena tidak perlu lagi mengeluarkan biaya dan waktu untuk menyeberang ke perkotaan demi bertransaksi keuangan.
“Alhamdulillah terbantu, bagus,” ujar Mastunih saat ditemui di Teras BRI Kapal Bahtera Seva I, dikutip Minggu (21/6/2026).
Hari itu Mastunih datang untuk mengecek bantuan sosial yang diterimanya. Selain itu, dia juga sesekali menabung melalui layanan BRI yang hadir langsung di pulau tempat tinggalnya.
“Tadi cek bantuan BLT (Bantuan Langsung Tunai), bantuan bansos itu,” katanya.
Mastunih telah menjadi nasabah BRI sejak 2020. Menurut dia, alasan utama memilih BRI karena layanan perbankan bisa dijangkau lebih mudah melalui kapal yang rutin datang ke Pulau Panggang.
“Saya jadi nasabah dari tahun 2020, sudah lama juga sih. Sekarang lebih dekat ya, karena (Teras BRI Kapal) datang langsung, gak perlu menyeberang-menyeberang,” ujarnya.
Sebagai pedagang kecil dengan penghasilan yang tidak menentu, kemudahan akses tersebut menjadi sangat penting. Dalam sebulan, penghasilannya dari berjualan jelly keliling rata-rata sekitar Rp500.000, meski terkadang bisa lebih kecil tergantung kondisi penjualan.
Karena itu, dia berharap layanan Teras BRI Kapal Bahtera Seva I terus beroperasi untuk melayani masyarakat Kepulauan Seribu.
“Harus dilanjutkan sih,” ucapnya.
Cerita serupa datang dari Mustarini (49), warga Pulau Panggang yang akrab disapa Bu Neng. Selain mengelola usaha warung yang menjual soto ayam, sop iga dan minuman, dia juga memiliki usaha keramba ikan.
Menurut Bu Neng, layanan perbankan yang dibawa Kapal Bahtera Seva I telah membantu dirinya memperoleh akses pembiayaan usaha melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI.
“Waktu saya pinjam untuk katering pada waktu itu, Rp30 juta, KUR,” kata dia.
Pinjaman tersebut digunakan untuk mengembangkan usaha katering yang dijalaninya. Pengajuan kredit dilakukan melalui layanan yang hadir di kapal BRI.
“Iya, bermanfaat sekalilah. Membantu juga sih buat masyarakat,” ujarnya.
Tak hanya memanfaatkan fasilitas pinjaman, Bu Neng juga rutin menabung dari hasil usahanya. Setiap hari, dia menyisihkan sekitar Rp200.000 untuk ditabung dan disetorkan kepada BRI melalui fasilitas bank terapung seminggu sekali.
“Biasanya tabung Rp200.000 setiap hari,” katanya.
Menurut dia, keberadaan kapal BRI membuat aktivitas menabung menjadi lebih mudah karena petugas bank datang langsung ke pulau.
“Kalau kapal belum ada saya taruh dulu. Nanti kalau orang kapal telepon, langsung saya setor,” ujarnya.
Kepala Teras BRI Kapal Bahtera Seva I, Algi Meza, mengatakan layanan bank terapung tersebut memang dirancang untuk menjangkau masyarakat di pulau-pulau berpenduduk di Kepulauan Seribu.
Dalam sepekan, kata dia, kapal memiliki jadwal pelayanan yang berpindah-pindah dari satu pulau ke pulau lainnya. Senin melayani Pulau Pramuka, Selasa Pulau Panggang, Rabu Pulau Kelapa dan Pulau Harapan, Kamis Pulau Tidung, serta Jumat Pulau Untung Jawa.
Menurut Algi, layanan yang diberikan hampir sama dengan kantor bank di darat, mulai dari setor tunai, tarik tunai, penggantian kartu ATM, penggantian buku tabungan, pembukaan rekening hingga pengajuan pinjaman.
“Pelayanannya hampir sama dengan perbankan di darat, cuma bedanya kita bank terapung. Kita perbankan yang jemput bola,” ujarnya.
Setiap kali bersandar di Pulau Panggang, kapal rata-rata melayani lebih dari 20 nasabah per hari. Bahkan sebelum kapal merapat ke dermaga, warga sering kali sudah menunggu untuk mendapatkan pelayanan.
“Dari masyarakat mereka antusias banget. Sebelum kapal menyandar, mereka pasti sudah mengantre biasanya untuk pelayanan,” kata Algi.
Selain melayani masyarakat umum, kapal juga menjadi tempat transaksi bagi jaringan AgenBRILink yang tersebar di pulau-pulau. Para agen biasanya menyetorkan kembali uang hasil transaksi kepada petugas kapal untuk mengisi saldo layanan mereka.
Untuk menunjang operasional tersebut, Kapal Bahtera Seva I membawa kas dalam jumlah besar setiap pekannya. “Rata-rata dari Senin sampai Jumat kas kita paling besar Rp2 miliar,” ujarnya.
Meski menghadapi tantangan cuaca dan kondisi laut yang berubah-ubah, Algi menegaskan pihaknya tetap berupaya menghadirkan layanan terbaik bagi masyarakat pulau.
“Kalau nasabah sudah telanjur mengantre, kita tetap melayani sampai antreannya habis,” katanya.
Diketahui, Teras BRI Kapal pertama kali diluncurkan pada tahun 2015 melalui Bahtera Seva I. Bank terapung itu melayani nasabah yang tersebar di sejumlah pulau Kepulauan Seribu.
Sejak diluncurkan, BRI menjadi pelopor perbankan yang menjangkau wilayah kepulauan melalui moda transportasi laut.
Layanan ini memberikan kemudahan akses transaksi dan konsultasi keuangan yang sebelumnya hanya tersedia di wilayah daratan. Melalui layanan tersebut, BRI memperkuat jangkauan interaksi langsung dengan masyarakat serta membangun literasi keuangan di daerah pesisir.
Corporate Secretary BRI Dhanny menyampaikan Teras BRI Kapal merupakan bentuk konkret komitmen bank pelat merah itu dalam memperluas inklusi keuangan secara sistemik dan berkelanjutan.
“Teras BRI Kapal menjadi bukti nyata komitmen BRI dalam menghadirkan layanan keuangan bagi masyarakat di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di kepulauan dan daerah pesisir. Bagi kami, inklusi keuangan merupakan tanggung jawab sosial yang melekat pada identitas BRI sebagai bank rakyat. Melalui inisiatif ini, BRI memperluas akses keuangan sekaligus memperkuat peluang ekonomi dan ketahanan ekonomi masyarakat di kawasan pesisir,” ujar Dhanny.
Bahtera Seva I BRI menembus Laut Jawa membawa layanan perbankan ke Kepulauan Seribu, memudahkan warga bertransaksi tanpa ke Jakarta. - Bagian all [826] url asal
JAKARTA, iNews.id - Ombak Laut Jawa mengiringi laju Bahtera Seva I, Teras BRI Kapal yang menjadi andalan warga Kabupaten Kepulauan Seribu, Jakarta. iNews.id berkesempatan ikut berlayar bersama bank terapung itu pada Senin (15/6/2026).
Kapal bertolak dari Pelabuhan Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara, sekitar pukul 09.30 WIB, membawa layanan perbankan bagi masyarakat yang selama ini hidup jauh dari kantor cabang bank.
Di atas kapal, Nakhoda Bahtera Seva I, Andi Bagus Trianto mengawasi pelayaran yang pagi itu ditemani ombak cukup tinggi. Dia sesekali berkomunikasi dengan kapal lain melalui radio saat hendak melintas.
Sementara itu, Kepala Kamar Mesin (KKM) Gian duduk di samping Andi seraya mengawasi lalu lintas pelayaran di depan kapal.
"Coba lihat, ada jalanya enggak?" ujar Andi kepada Gian yang meneropong salah satu kapal nelayan di lintasan Bahtera Seva I.
Pulau Panggang menjadi tujuan pertama pelayaran kali ini. Secara administratif, pulau itu termasuk wilayah Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, Kabupaten Kepulauan Seribu.
Andi mengatakan pelayaran menuju Pulau Panggang menempuh jarak sekitar 25,5 mil laut atau 47 kilometer (km). Perjalanan memakan waktu sekitar tiga jam dengan kecepatan kapal rata-rata sembilan knot.
"Tergantung sama kekuatan arus, angin, sama keadaan cuaca. Itu pengaruh. Standarnya tiga jam kalau cuacanya baik," kata dia.
Bahtera Seva I beroperasi layaknya kantor cabang bergerak. Setiap pekan, kapal berangkat pada Senin dan kembali ke Jakarta pada Jumat setelah melayani sejumlah pulau berpenduduk di Kepulauan Seribu.
Pada pelayaran kali ini, Kapal Bahtera Seva I singgah di lima pulau yakni Panggang, Pramuka, Kelapa, Tidung, dan Untung Jawa.
Kapal Bahtera Seva I diawaki lima orang kru yang terdiri atas nakhoda, mualim I, kepala kamar mesin (KKM), masinis II, dan juru masak. Dalam kondisi ideal, kapal mampu melaju hingga 13 knot.
Menurut Andi, cuaca menjadi tantangan utama dalam operasional kapal. Jika kondisi laut dinilai berbahaya, pelayaran harus ditunda demi keselamatan awak kapal dan layanan yang dibawa.
"Kalau (cuaca) tidak memungkinkan, kami tidak berlayar karena tidak diperbolehkan Syahbandar. Keselamatan manusia, kapal, dan barang diutamakan," ujarnya.
Sekitar pukul 12.50 WIB, kapal merapat di dermaga Pulau Panggang. Sejumlah warga sudah menunggu untuk mengurus berbagai keperluan perbankan.
Awak Bahtera Seva I bergegas menambatkan tali kapal ke dermaga. Alat bantu penyeberangan pun dipasang untuk memudahkan mobilitas nasabah ke kapal.
Aktivitas pelayanan dimulai begitu sejumlah karyawan BRI siap. Dalam ruang perbankan, terdapat dua meja yang masing-masing diisi oleh teller dan customer service.
Tiga pegawai BRI termasuk satu sekuriti bersiap di tempatnya masing-masing. Satu per satu nasabah kemudian dipersilakan menaiki kapal.
Nasabah langsung menuju meja teller dan customer service untuk bertransaksi. Ada pula yang duduk di pojok ruangan untuk mengantre seraya menyiapkan berkas dibantu sekuriti.
Pelayanan nasabah dipimpin Kepala Teras BRI Kapal Bahtera Seva I, Algi Meza. Dia juga turun langsung melayani nasabah.
Algi mengatakan pelayanan yang diberikan di Kapal Bahtera Seva I tidak berbeda dengan kantor cabang bank di darat.
"Pelayanannya macam-macam, ada yang ganti kartu, PIN yang terblokir, ada yang ganti buku, ada yang penarikan, ada yang setor tunai, ada juga yang pengajuan pinjaman," tutur Algi.
Dalam satu kali kunjungan ke Pulau Panggang, lebih dari 20 nasabah rata-rata memanfaatkan layanan tersebut.
Mayoritas nasabah berprofesi sebagai nelayan yang menggantungkan aktivitas ekonomi pada kondisi cuaca. Selain itu, terdapat pedagang sembako dan pelaku usaha kecil lain.
Algi mengatakan karakteristik nasabah di wilayah kepulauan berbeda dengan di darat. Para nasabah di Pulau Panggang sebagian besar bergantung dari hasil melaut.
"Di sini mereka mengandalkan cuaca kalau untuk nelayan, kalau cuacanya lagi bagus ya mereka tidak ada kendala untuk pembayaran," ujarnya.
Algi menuturkan, Kapal Bahtera Seva I dapat membawa uang hasil transaksi nasabah di Kepulauan Seribu dalam jumlah besar setiap minggu. Setidaknya, kas sejumlah Rp1 miliar dibawa ke darat menjelang akhir pekan.
"Kas yang kami bawa dari Senin sampai Jumat bisa sampai Rp2 miliar. Paling kecil di bawah Rp1 miliar," kata Algi.
Selain melayani transaksi masyarakat, kapal ini juga menjadi tempat penyetoran dana bagi para AgenBRILink yang tersebar di Kepulauan Seribu. Beberapa AgenBRILink bahkan mampu menyetorkan dana hingga Rp1 miliar karena tingginya aktivitas transaksi masyarakat.
"Kebanyakan di sini kita terima setoran dari AgenBRILink. Karena mitra kita yang membantu kita sewaktu-waktu gak ke pulau, jadi kebanyakan nasabah kita setor tariknya di AgenBRILink," ujarnya.
Dia mengatakan antusiasme warga terhadap layanan Bahtera Seva I pun sangat tinggi. Bahkan sebelum kapal bersandar, masyarakat kerap sudah menunggu di dermaga.
"Sebelum kapal menyandar mereka biasanya sudah antre. Kadang ada yang bertanya kenapa datangnya lama, padahal perjalanan juga bergantung ombak dan cuaca," katanya.
Salah satu warga Pulau Panggang yang memanfaatkan layanan Bahtera Seva I adalah Mastunih (45). Pagi itu, dia datang untuk mengecek bantuan sosial yang diterimanya melalui rekening BRI.
"Alhamdulillah terbantu, bagus. Jadi enggak perlu menyeberang ke kota," ujarnya.
Mastunih mengaku sudah menjadi nasabah BRI sejak 2020. Selain menerima bantuan sosial, dia juga sesekali menabung dari hasil berjualan jelly secara keliling di Pulau Panggang.
Menurut dia, kehadiran kapal layanan BRI membuat akses perbankan menjadi lebih mudah dan dekat dengan masyarakat.
"Lebih dekat karena datang langsung ke sini. Harapannya kapal BRI terus dilanjutkan," katanya.
Teras BRI Babelan menjadi pilihan utama pedagang Pasar Babelan untuk setor uang karena lokasinya dekat, cepat, dan tanpa antre. - Bagian all [389] url asal
BABELAN, iNews.id – Teras BRIBabelan menjadi andalan pedagang Pasar Babelan untuk menyetor uang hasil usaha harian, salah satunya Bukhori, pedagang kelapa yang sudah belasan tahun menggantungkan hidup dari pasar tradisional tersebut.
Bukhori mengaku hampir setiap hari mendatangi Teras BRI Babelan yang lokasinya tepat di seberang Pasar Babelan. Jarak yang dekat membuat aktivitas setor uang bisa dilakukan tanpa mengganggu waktu berdagang.
"Saya hampir setiap hari setor uang hasil dagang di sini," kata Bukhori.
Pilihan Bukhori sebenarnya bukan tanpa alternatif. Dia bisa saja menyetor uang melalui mesin ATM setor tunai atau mendatangi kantor cabang perbankan terdekat. Namun, kemudahan dan kecepatan layanan Teras BRI membuatnya tetap setia.
Teras BRI Babelan menjadi pusat pengecekan dan pencairan Program Indonesia Pintar yang membuat orang tua murid rutin memadati layanan ini. - Bagian all [468] url asal
BABELAN, iNews.id – Teras BRI Babelan mendadak selalu ramai dan menjadi tujuan utama orang tua murid setiap kali musim pencairan bantuan pendidikan tiba, terutama Program Indonesia Pintar (PIP).
Layanan Teras BRI di Babelan berlokasi di kawasan pesisir, tepatnya di seberang Pasar Babelan. Keberadaan kantor ini memegang peran penting bagi warga sekitar, khususnya wali murid yang ingin memastikan hak bantuan pendidikan anaknya dari pemerintah.
Teras BRI merupakan bagian dari layanan Bank Rakyat Indonesia yang dirancang untuk memperluas akses perbankan ke wilayah pesisir, kepulauan, hingga daerah yang jauh dari kantor cabang utama.
Di Babelan, fungsi itu terasa nyata. Setiap musim pencairan PIP, orang tua murid dari berbagai sekolah datang silih berganti hanya untuk satu tujuan utama, mengecek status pencairan bantuan PIP anak mereka.
Warning: file_get_contents(http://ekbis.blog/adminv2/tag7day.json): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found
in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56