Bisnis.com, JAKARTA — Aplikasi kencan Tinder, menghadirkan fitur-fitur baru untuk mengurangi geser layar tanpa henti yang dirancang khusus untuk pengguna Generasi Z.
Adapun Gen Z merupakan pasar terbesar mereka, di mana sekitar 60% dari basis pengguna Tinder berasal dari generasi ini.
Dengan fitur-fitur baru yang diluncurkan tinder berharap dapat mengajak lebih banyak para pencari jodoh yang lebih muda. Saat ini Tinder mengandalkan kecerdasan buatan (AI) untuk menjodohkan generasi Z dan mengatasi kejenuhan pada aplikasi.
Wakil Presiden Manajemen Produk Tinder Hillary Paine, mengatakan aplikasi ini awalnya dibuat untuk generasi milenial, yang mengutamakan kemudahan. Namun, Generasi Z mencari pengalaman berbeda dalam berkencan.
Mereka ingin bertemu orang baru di dunia nyata, mengutamakan keaslian dan kecocokan, bukan sekadar kenyamanan atau jumlah pasangan yang banyak.
“Sebagian besar pekerjaan yang kami lakukan merupakan reaksi terhadap cara berkencan generasi baru ini,” kata Paine dikutip dari Independent, Senin (30/3/2026).
Untuk menjawab kebutuhan ini, Tinder menambahkan sejumlah fitur berbasis kecerdasan buatan (AI). Salah satunya memungkinkan pengguna memindai galeri foto orang lain untuk mengenali minat, gaya hidup, dan ciri kepribadian, lalu menerima rekomendasi pasangan yang lebih tepat setiap hari.
Selain itu, aplikasi ini memperkenalkan fitur baru lainnya termasuk mode khusus, seperti musik dan astrologi untuk membantu orang menemukan pasangan berdasarkan selera tertentu.
Sementara fitur lain menyesuaikan pengalaman mahasiswa, sehingga mereka bisa terhubung dengan orang lain di kampus atau universitas yang sama.
Hampir 85% pengguna fitur kencan ganda yang diluncurkan di Inggris musim panas lalu berusia di bawah 30 tahun. Fitur ini terbukti populer, terutama selama momen puncak seperti Natal dan Malam Tahun Baru.
Tinder juga tengah menguji fitur acara baru di Los Angeles untuk memfasilitasi pengalaman kencan di dunia nyata, serta menghadirkan opsi kencan kilat melalui video yang akan segera diluncurkan.
Sejak diluncurkan pada 2012, Tinder berhasil membuat kencan online menjadi populer dan kini menjadi aplikasi kencan terpopuler di dunia dengan lebih dari 630 juta kali diunduh. (Nur Amalina)