PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT) selaku Badan Usaha Jalan Tol Cimanggis Cibitung bersama PT DMS Laguna (DMSL) membangun tempat istirahat dan pelayanan ... [450] url asal
Serta untuk memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat pengguna jalan tol dengan tetap memperhatikan aspek Standar Pelayanan Minimal
Jakarta (ANTARA) - PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT) selaku Badan Usaha Jalan Tol Cimanggis Cibitung bersama PT DMS Laguna (DMSL) membangun tempat istirahat dan pelayanan (TIP) atau Rest Area KM 63 Jalan Tol Cimanggis-Cibitung dengan nilai investasi Rp300 miliar.
Direktur Utama CCT Y. Widi Suharyanto mengatakan kerja sama itu merupakan langkah strategis kedua perusahaan dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan operasional Jalan Tol Cimanggis Cibitung secara berkelanjutan
"Serta untuk memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat pengguna jalan tol dengan tetap memperhatikan aspek Standar Pelayanan Minimal (SPM)," kata Widi sebagaimana keterangan di Jakarta, Kamis.
PT CCT bersama DMSL menyepakati kerja sama melalui pembentukan joint venture company(JVC). Hal itu ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU).
MoU dilakukan Direktur Utama CCT Y. Widi Suharyanto dan Direktur Keuangan CCT Ruddyar Ruslan, serta Direktur DMSL Tatang Sukmana pada Rabu (24/6) bertempat di Plaza Tol Jatikarya Bekasi.
Widi menuturkan kehadiran Rest Area KM 63 adalah wujud komitmen perusahaan untuk terus meningkatkan pelayanan kepada pengguna Jalan Tol Cimanggis-Cibitung.
Kehadiran fasilitas itu tidak hanya memberikan tempat beristirahat yang nyaman dan aman bagi pengguna jalan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya perusahaan mendukung pertumbuhan ekonomi dan pengembangan kawasan di sekitar koridor Jalan Tol Cimanggis-Cibitung.
Penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) oleh Direktur Utama CCT Y. Widi Suharyanto dan Direktur Keuangan CCT Ruddyar Ruslan, serta Direktur DMSL Tatang Sukmana di Plaza Tol Jatikarya Bekasi, Rabu (24/6/2026). ANTARA/HO-PT CCT
Rest Area KM 63 yang akan dibangun di kedua sisi (jalur A dan B) memiliki total luas kurang lebih 12 hektare dan berada di wilayah Kabupaten Bekasi. Rest area tipe A dengan nilai investasi mencapai Rp300 miliar itu akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas dan layanan serta area komersil.
Selain pemenuhan standar fasilitas yang dipersyaratkan, pembangunan dan pengembangan rest area juga akan memperhatikan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan melalui penerapan konsep ramah lingkungan, efisiensi energi, serta pengelolaan kawasan yang berorientasi pada keberlanjutan.
Direktur Utama PT DMS Propertindo Tbk, Mohamad Prapanca mengatakan kerja sama itu merupakan langkah strategis bagi DMSL untuk berkontribusi dalam pengembangan kawasan komersial terintegrasi yang mampu menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.
Menurutnya Rest Area KM 63 memiliki lokasi strategis dan berpotensi menjadi destinasi layanan dan komersial unggulan.
Melalui kolaborasi itu, pihaknya optimistis dapat menghadirkan rest area yang modern, berdaya saing, dan memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi pengguna jalan tol, pelaku usaha, serta para pemangku kepentingan lainnya.
Rest Area KM 63 yang ditargetkan beroperasi pada Semester II 2028 diharapkan dapat menjadi ikon baru pelayanan jalan tol di koridor JORR 2.
PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT) selaku Badan Usaha Jalan Tol Cimanggis Cibitung bersama PT DMS Laguna (DMSL) membangun tempat istirahat dan pelayanan ... [450] url asal
Serta untuk memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat pengguna jalan tol dengan tetap memperhatikan aspek Standar Pelayanan Minimal
Jakarta (ANTARA) - PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT) selaku Badan Usaha Jalan Tol Cimanggis Cibitung bersama PT DMS Laguna (DMSL) membangun tempat istirahat dan pelayanan (TIP) atau Rest Area KM 63 Jalan Tol Cimanggis-Cibitung dengan nilai investasi Rp300 miliar.
Direktur Utama CCT Y. Widi Suharyanto mengatakan kerja sama itu merupakan langkah strategis kedua perusahaan dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan operasional Jalan Tol Cimanggis Cibitung secara berkelanjutan
"Serta untuk memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat pengguna jalan tol dengan tetap memperhatikan aspek Standar Pelayanan Minimal (SPM)," kata Widi sebagaimana keterangan di Jakarta, Kamis.
PT CCT bersama DMSL menyepakati kerja sama melalui pembentukan joint venture company(JVC). Hal itu ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU).
MoU dilakukan Direktur Utama CCT Y. Widi Suharyanto dan Direktur Keuangan CCT Ruddyar Ruslan, serta Direktur DMSL Tatang Sukmana pada Rabu (24/6) bertempat di Plaza Tol Jatikarya Bekasi.
Widi menuturkan kehadiran Rest Area KM 63 adalah wujud komitmen perusahaan untuk terus meningkatkan pelayanan kepada pengguna Jalan Tol Cimanggis-Cibitung.
Kehadiran fasilitas itu tidak hanya memberikan tempat beristirahat yang nyaman dan aman bagi pengguna jalan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya perusahaan mendukung pertumbuhan ekonomi dan pengembangan kawasan di sekitar koridor Jalan Tol Cimanggis-Cibitung.
Penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) oleh Direktur Utama CCT Y. Widi Suharyanto dan Direktur Keuangan CCT Ruddyar Ruslan, serta Direktur DMSL Tatang Sukmana di Plaza Tol Jatikarya Bekasi, Rabu (24/6/2026). ANTARA/HO-PT CCT
Rest Area KM 63 yang akan dibangun di kedua sisi (jalur A dan B) memiliki total luas kurang lebih 12 hektare dan berada di wilayah Kabupaten Bekasi. Rest area tipe A dengan nilai investasi mencapai Rp300 miliar itu akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas dan layanan serta area komersil.
Selain pemenuhan standar fasilitas yang dipersyaratkan, pembangunan dan pengembangan rest area juga akan memperhatikan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan melalui penerapan konsep ramah lingkungan, efisiensi energi, serta pengelolaan kawasan yang berorientasi pada keberlanjutan.
Direktur Utama PT DMS Propertindo Tbk, Mohamad Prapanca mengatakan kerja sama itu merupakan langkah strategis bagi DMSL untuk berkontribusi dalam pengembangan kawasan komersial terintegrasi yang mampu menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.
Menurutnya Rest Area KM 63 memiliki lokasi strategis dan berpotensi menjadi destinasi layanan dan komersial unggulan.
Melalui kolaborasi itu, pihaknya optimistis dapat menghadirkan rest area yang modern, berdaya saing, dan memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi pengguna jalan tol, pelaku usaha, serta para pemangku kepentingan lainnya.
Rest Area KM 63 yang ditargetkan beroperasi pada Semester II 2028 diharapkan dapat menjadi ikon baru pelayanan jalan tol di koridor JORR 2.
CitraLand Cibubur meluncurkan ruko The Avenue 5 di Transyogi, memanfaatkan pertumbuhan infrastruktur dan populasi untuk meningkatkan aktivitas komersial. [383] url asal
Bisnis.com, JAKARTA — Pertumbuhan pesat kawasan timur Cibubur–Cileungsi (Transyogi) mendorong pengembang memperkuat portofolio produk komersial. Ciputra Group melalui CitraLand Cibubur meluncurkan ruko The Avenue 5 guna menangkap peluang bisnis seiring meningkatnya konektivitas dan populasi kawasan.
Pengembangan kawasan Transyogi dalam beberapa tahun terakhir ditopang oleh infrastruktur, terutama sejak beroperasinya penuh Jalan Tol Cimanggis–Cibitung pada pertengahan 2024. Jalan tol ini menghubungkan sejumlah wilayah strategis seperti Depok, Bekasi, Kabupaten Bogor hingga Cibitung, sekaligus memperkuat jaringan Jakarta Outer Ring Road (JORR) 2.
General Manager CitraLand Cibubur Galih PS Putri mengatakan peluncuran The Avenue 5 merupakan bagian dari strategi perseroan dalam memperkuat ekosistem kawasan terpadu yang tidak hanya mengandalkan hunian, tetapi juga aktivitas komersial.
“Produk ini kami rancang untuk menjawab kebutuhan pelaku usaha masa kini, dengan mengedepankan keseimbangan antara fungsi dan estetika,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (10/4/2026).
Ruko yang dikembangkan di area Cluster Modbury tersebut mengusung konsep Neo Klasik Modern. Salah satu diferensiasi utama terletak pada kehadiran area selasar depan berkonsep alfresco yang memungkinkan pemanfaatan ruang semi-terbuka untuk berbagai jenis usaha, mulai dari kuliner hingga lifestyle retail.
Selain itu, sejumlah unit dilengkapi area backyard yang dapat dimanfaatkan sebagai ruang tambahan seperti outdoor seating, perluasan dapur, maupun area servis. Kombinasi ini dinilai dapat meningkatkan fleksibilitas usaha sekaligus efisiensi operasional tenant.
Dari sisi lokasi, The Avenue 5 berada di dekat gerbang Cluster Modbury dan fasilitas utama seperti clubhouse, sehingga memiliki visibilitas tinggi dan potensi trafik yang kuat dari penghuni maupun pengunjung kawasan.
Putri menambahkan, pengembangan ruko ini juga mempertimbangkan rencana peningkatan konektivitas kawasan, termasuk potensi integrasi dengan moda transportasi seperti sky train di masa mendatang.
Sementara itu, Marketing Manager CitraLand Cibubur Hadi Rasyid menyampaikan bahwa jumlah unit yang terbatas menjadi salah satu daya tarik utama bagi investor maupun pelaku usaha.
“Ke depan, kawasan Modbury diproyeksikan memiliki sekitar 3.500 penghuni. Ini akan menjadi captive market yang solid dan berkelanjutan bagi aktivitas komersial,” katanya.
Ruko dua lantai tersebut ditawarkan mulai dari kisaran Rp1 miliaran dengan beberapa pilihan tipe, termasuk unit standar dan huk (sudut), yang memberikan fleksibilitas bagi pelaku usaha dalam menyesuaikan kebutuhan bisnis.
Dengan dukungan fasilitas kawasan seperti ruang terbuka hijau dan clubhouse, serta perkembangan infrastruktur yang berlanjut, aktivitas ekonomi di koridor Transyogi diperkirakan semakin meningkat. Peluncuran The Avenue 5 sekaligus mempertegas posisi CitraLand Cibubur sebagai kawasan terpadu berbasis hunian dan komersial yang terintegrasi.
Bakrie & Brothers (BNBR) optimistis akan pemulihan kinerja pada 2026 seiring aksi akuisisi jalan tol Cimanggis-Cibitung yang dilakukan perseroan. [954] url asal
Bisnis.com, JAKARTA — Kinerja keuangan PT Bakrie & Brothers Tbk. (BNBR) sepanjang 2025 masih tertekan, tercermin dari pelemahan laba bersih dan pendapatan di tengah kenaikan beban usaha. Namun, perseroan mulai menyiapkan pijakan pemulihan menuju 2026. Akuisisi ruas Tol Cimanggis–Cibitung menjadi salah satu langkah strategis yang ditempuh perseroan dalam memperkuat fondasi pemulihan tersebut.
Berdasarkan laporan keuangan per kuartal III/2025, BNBR membukukan laba bersih sebesar Rp11,7 miliar, amblas 97,73% secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp516 miliar. Pendapatan perseroan juga susut 3% YoY menjadi Rp2,65 triliun, dari Rp2,73 triliun pada kuartal III/2024.
Tekanan kinerja tidak hanya datang dari sisi pendapatan. Beban pokok pendapatan meningkat dari Rp2,06 triliun menjadi Rp2,15 triliun. Beban karyawan naik dari Rp176,6 miliar menjadi Rp197,67 miliar, sementara beban umum dan administrasi membengkak dari Rp146,46 miliar menjadi Rp172,76 miliar. Kombinasi pelemahan top line dan kenaikan beban inilah yang membuat kinerja BNBR sepanjang 2025 terlihat tertahan.
Meski demikian, manajemen menilai tekanan tersebut bersifat sementara. Perseroan optimistis 2026 dapat menjadi momentum pembalikan kinerja, seiring proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional serta berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai mampu mengerek sektor manufaktur dan infrastruktur yang merupakan dua pilar utama bisnis BNBR.
“Untuk 2026, kami pun fokus di bisnis eksisting, manufaktur dan infrastuktur, sambil mengembangkan bisnis terkait dengan prinsip berkelanjutan,” ujar Direktur BNBR Kartini Sally dalam public expose pada Rabu (17/12/2025).
Pada bisnis manufaktur, BNBR mengandalkan penguatan anak usaha PT Bakrie Autoparts. Strategi yang dijalankan meliputi peningkatan utilitas kapasitas produksi, masuk ke produksi komponen kendaraan penumpang dan pasar komponen pengganti, serta memperluas segmen non-otomotif. Langkah ini diarahkan untuk memperbaiki efisiensi sekaligus memperluas sumber pendapatan.
Sementara itu, melalui PT Bakrie Metal Industries, perseroan berupaya meningkatkan kapasitas di bidang engineering, procurement, and construction (EPC). Anak usaha ini juga memperbesar porsi proyek konstruksi nonmigas, termasuk jembatan, sosrobahu, dan guardrail.
Selain itu, Bakrie Metal Industries memperkuat kapasitas pipa baja nonmigas untuk mendukung pembangunan jalan, pembangkit listrik, hingga infrastruktur kelistrikan nasional, disertai revitalisasi fasilitas eksisting guna meningkatkan kapasitas dan produktivitas.
Di luar manufaktur konvensional, BNBR juga membangun portofolio bisnis berkelanjutan. Perseroan memiliki PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk. (VKTR) yang memproduksi bus listrik hingga truk listrik, serta Bakrie Power atau Helio yang mengembangkan bisnis energi terbarukan.
Pada saat yang sama, anak usaha PT Multi Kontrol Nusantara menangkap peluang digitalisasi melalui pembangunan jaringan kabel fiber optik dan fiber to the home (FTTH), seiring meningkatnya kebutuhan konektivitas.
Namun, langkah paling strategis BNBR pada 2025 datang dari sektor infrastruktur jalan tol. Pada akhir November 2025, BNBR melalui PT Bakrie Toll Indonesia merampungkan akuisisi 90% saham PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT) dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dan PT Waskita Toll Road (WTR) dengan nilai transaksi Rp3,56 triliun. Akuisisi ini dipandang sebagai upaya memperkuat struktur arus kas perseroan melalui pendapatan berulang jangka panjang.
Direktur BNBR Roy Hendrajanto M. Sakti menilai CCT akan memberikan kontribusi arus kas yang kuat sekaligus memperkokoh posisi BNBR di sektor infrastruktur.
“[Akuisisi jalan tol] sejalan dengan strategi bisnis jangka panjang perseroan. Tujuan kami lainnya adalah optimalkan sinergi usaha atas aset jalan tol, dan dorong kontribusi atas kinerja konsolidasi. Ditopang revenue stream yang kuat, maka kami akan mendapat profit stabil,” ujar Roy.
CCT mencatatkan lalu lintas harian rata-rata sebanyak 42.760 kendaraan per November 2025, dengan pendapatan sekitar Rp2,3 miliar per hari. Karakteristik pendapatan yang relatif stabil inilah yang menjadi daya tarik utama aset jalan tol bagi BNBR.
Wakil Direktur Utama BNBR A. Ardiansyah Bakrie menyebut perseroan belum memikirkan langkah akuisisi lanjutan jalan tol, namun menilai CCT memiliki prospek menjanjikan.
“Akan tetapi, kami lihat kalau CCT prospeknya menjanjikan, karena jalan tol memberikan suatu recurring income [pendapatan berulang] perseroan di masa depan,” kata Ardi.
Ia juga menegaskan posisi strategis tol Cimanggis–Cibitung dalam jaringan Jakarta Outer Ring Road (JORR) 2, yang berpotensi mendorong peningkatan lalu lintas seiring pesatnya pengembangan kawasan industri, logistik, dan perumahan.
“Jalan tol ini sebagai penghubung penting kawasan Selatan dan Timur Jabodetabek,” ujarnya.
Anindya Bakrie
Sebelumnya, Direktur Utama & CEO BNBR Anindya N. Bakrie menyampaikan bahwa akuisisi tersebut dilakukan sejalan dengan peluang strategis yang dibidik perseroan.
“Transaksi ini dilakukan sehubungan dengan adanya peluang strategis bagi perseroan untuk mengakuisisi seluruh kepemilikan saham CCT yang saat ini dimiliki oleh SMI sebesar 55% dan WTR 35%,” kata Anindya.
Menurut Anindya, kepemilikan penuh diharapkan dapat mengoptimalkan sinergi usaha, meningkatkan kontrol operasional dan strategis, serta mendorong kontribusi pendapatan yang berkelanjutan terhadap kinerja konsolidasi ke depan.
Seiring dengan aksi akuisisi tersebut, harga saham PT Bakrie & Brothers Tbk. terpantau menguat signifikan sepanjang Desember 2025 hingga akhirnya disuspensi Bursa Efek Indonesia (BEI). Pada perdagangan terakhir sebelum suspensi, Senin (15/12/2025), saham BNBR naik 9,43% ke level Rp116 per lembar. Secara bulanan, saham BNBR melonjak 143,81%, sementara secara year to date (ytd) menguat 231,43%.
Menanggapi pergerakan tersebut, Wakil Direktur Utama BNBR A. Ardiansyah Bakrie menegaskan bahwa dinamika harga saham sepenuhnya ditentukan oleh mekanisme pasar dan berada di luar kendali perseroan.
“Pelaku pasar mempunyai penilaian sendiri terhadap perkembangan suatu industri atau perusahaan, atau prospek sektor ekonomi secara umum, juga kebijakan pemerintah,” ujarnya.
Dari sisi analis, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas M. Nafan Aji Gusta menilai kenaikan saham BNBR didorong oleh manuver perseroan melalui aksi korporasi. Namun, ia menegaskan saham BNBR saat ini masih tergolong not rated.
“Sahamnya kurang likuid,” kata Nafan kepada Bisnis, Rabu (17/12/2025).
________
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
#50 tag sepekan
Warning: file_get_contents(): php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: file_get_contents(http://ekbis.blog/adminv2/tag7day.json): Failed to open stream: php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56