Purwokerto (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, memperkuat integrasi transportasi umum bus dan kereta api di Purwokerto melalui pemanfaatan pintu barat Stasiun Purwokerto sebagai titik drop off gratis serta akses langsung layanan Trans Banyumas ke kawasan stasiun.
Ditemui usai uji coba akses masuk bus Trans Banyumas di area parkir pintu barat Stasiun Purwokerto, Rabu, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengatakan kebijakan tersebut diambil untuk meningkatkan kenyamanan penumpang sekaligus mengurai kepadatan lalu lintas di sekitar stasiun.
“Drop off (penurunan penumpang) gratis khusus di pintu barat. Kalau semua titik digratiskan justru berpotensi menambah kemacetan karena kawasan stasiun sudah padat,” katanya.
Menurut dia, keputusan itu merupakan hasil diskusi pemerintah daerah bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 5 Purwokerto dan perwakilan sejumlah pihak menyusul berbagai keluhan masyarakat terkait akses penurunan penumpang.
Ia mengapresiasi langkah KAI Purwokerto yang telah menyiapkan akses pintu barat sekaligus membuka jalur bagi armada Trans Banyumas untuk masuk langsung ke area stasiun.
Ia mengharapkan integrasi tersebut mempermudah mobilitas warga, terutama penumpang kereta api yang melanjutkan perjalanan menggunakan angkutan umum.
“Kalau bus datang 15 menit sekali, penumpang kereta yang tiba di Purwokerto bisa langsung lanjut naik Trans Banyumas. Murah dan nyaman,” katanya.
Direktur Utama PT Banyumas Raya Transportasi Ipoeng Martha Marsikun mengatakan armada Trans Banyumas yang terhubung langsung dengan Stasiun Purwokerto terdiri atas Koridor 1 yang melayani rute Ajibarang-Pasar Pon, Koridor 3A rute Terminal Bulupitu-Kebondalem (jalur dalam kota), dan Koridor 3B rute Terminal Bulupitu-Kebondalem (jalur pinggiran kota/kawasan perkotaan).
Sementara untuk Koridor 2 rute Notog-Baturraden terintegrasi dengan Koridor 3A di Halte SMA Negeri 1 Purwokerto, sedangkan Koridor 4 rute Terminal Bulupitu-Banyumas Kota Lama terintegrasi dengan Koridor 3A dan Koridor 3B di Terminal Bulupitu.
“Headway masing-masing koridor sekitar 15 menit. Jika digabung, kedatangan bus bisa sekitar lima menit sekali,” kata Ipoeng menjelaskan.
Menurut dia, sistem tarif terintegrasi memudahkan penumpang karena cukup membayar satu kali perjalanan dengan fasilitas gratis tap hingga 90 menit untuk perpindahan moda.
“Jadi perpindahan antarkoridor masih gratis dalam durasi itu,” katanya.
Terkait dengan jam operasional, ia mengatakan layanan Trans Banyumas masih mengikuti ketentuan subsidi dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, yakni mulai pukul 04.45 WIB hingga 20.30 WIB.
Sementara itu, Kepala PT KAI Daop 5 Purwokerto Mohamad Arie Fathurrochman mengatakan KAI Purwokerto saat sekarang tengah menyiapkan fasilitas pendukung berupa kantong parkir baru di sisi barat stasiun.
Selain untuk mendukung integrasi antarmoda dengan Trans Banyumas, kata dia, fasilitas tersebut diharapkan dapat memecah konsentrasi kendaraan yang selama ini terpusat di area parkir pintu timur stasiun.
“Harapannya arus lalu lintas di sekitar stasiun bisa lebih longgar dan tidak terjadi penumpukan kendaraan,” katanya.
Ia menargetkan pembangunan fasilitas parkir sisi barat segera rampung, sehingga dapat diuji coba dalam waktu dekat sebelum diresmikan penggunaannya.
“Mudah-mudahan dua hari lagi selesai, setelah itu bisa kita uji coba terlebih dahulu,” kata Arie.
Pewarta: Sumarwoto
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026