Google merilis Lyria 3 Gemini AI yang memungkinkan pengguna membuat lagu dan sampul album dengan cepat. Fitur ini mendukung berbagai bahasa dan tersedia di Gemini dan YouTube. [423] url asal
Bisnis.com, JAKARTA — Google baru-baru ini menambahkan kemampuan membuat musik langsung di aplikasi Gemini. Fitur ini memanfaatkan model musik Lyria 3 dari DeepMind dan saat ini masih dalam tahap beta.
Dengan fitur baru ini, pengguna cukup menuliskan deskripsi lagu yang ingin dibuat, dan Gemini akan menghasilkan trek musik beserta liriknya.
Contoh, kamu bisa meminta aplikasi membuat “Nuansa Synth-Pop era 80-an yang jenaka tentang momen "tercyduk" batal puasa,” dan Gemini akan menciptakan trek sekitar 30 detik lengkap dengan sampul album yang dihasilkan oleh Nano Banana.
Tidak hanya itu, kamu juga bisa mengunggah foto atau video, dan Gemini akan membuat lagu yang menyesuaikan suasana dari file media tersebut.
Mengutip dari Tech Crunch Kamis (19/2/2026), Google mengatkan Lyria 3 merupakan penyempurnaan dari versi sebelumnya, mampu menciptakan musik yang lebih kompleks dan realistis. Pengguna juga bisa mengatur elemen lain, seperti gaya musik, vokal, hingga tempo lagu sesuai keinginan.
Fitur pembuatan musik AI Gemini yang menggunakan model Lyra 3 dari DeepMind saat dicoba membuat musik dengan bahasa Indonesia
Selain di Gemini, model ini juga diperkenalkan di YouTube melalui fitur Dream Track, yang membantu kreator membuat lagu AI untuk konten mereka. Sebelumnya, Dream Track hanya tersedia untuk kreator di AS, tetapi kini telah diperluas secara global.
Dengan kemampuan AI yang bisa membuat lagu dengan cepat, hal ini membuat keresahan bagi para seniman musik. Muncul banyak pertanyaan apakah hal ini akan mengancam para seniman, atau bagaimana jika fitur ini melanggar hak cipta dengan meniru karya-karya artis tertentu?
Google menegaskan Lyria 3 tidak dibuat untuk meniru artis tertentu. Jika pengguna menyebut nama artis, aplikasi hanya akan menjadikan gaya atau suasana musik sebagai inspirasi, bukan menyalin karya yang sebenarnya.
“Pembuatan musik dengan Lyria 3 dirancang untuk ekspresi orisinal, bukan untuk meniru artis yang sudah ada,” tulis Google di blog resminya.
Setiap lagu yang dihasilkan Lyria 3 akan memiliki tanda air digital SynthID, yang memungkinkan konten AI dikenali. Pengguna juga bisa mengunggah lagu dan memeriksa apakah musik tersebut dibuat oleh AI melalui Gemini.
Fitur ini tersedia untuk semua pengguna Gemini berusia 18 tahun ke atas, dengan dukungan bahasa Inggris, Jerman, Spanyol, Prancis, Hindi, Jepang, Korea, dan Portugis. Saat dicoba, fitur ini juga sudah mendukung bahasa Indonesia.
Musik yang dihasilkan AI kini menjadi sorotan di industri. Platform seperti YouTube dan Spotify telah memanfaatkan AI untuk membuat konten baru dan menandatangani kerja sama dengan label musik.
Namun, ada juga tantangan hukum, terutama terkait hak cipta materi pelatihan yang digunakan untuk melatih AI. Beberapa platform seperti Deezer bahkan membuat alat khusus untuk menandai musik AI agar mencegah streaming ilegal. (Nur Amalina)
#50 tag sepekan
Warning: file_get_contents(): php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: file_get_contents(http://ekbis.blog/adminv2/tag7day.json): Failed to open stream: php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56