Bisnis.com, JAKARTA — X, platform media sosial yang dimiliki oleh Elon Musk, meluncurkan sebuah aplikasi perpesanan instan, XChat. Aplikasi yang nantinya terpisah oleh X akan dijadwalkan hadir untuk perangkat Apple pada pekan depan.
Melansir informasi dari akun resmi XChat di platform X, aplikasi perpesanan ini akan mulai tersedia bagi pengguna iPhone dan iPad pada Jumat (17/4/2026).
Saat ini, daftar aplikasi tersebut telah muncul di Apple App Store. Pengguna sudah dapat melakukan pemesanan (pre-order) sebelum tanggal perilisan resmi untuk memastikan aplikasi segera terpasang saat peluncuran.
Pengembangan aplikasi mandiri ini menandai keseriusan perusahaan setelah melakukan pengujian internal selama kurang lebih satu tahun. Kehadiran XChat bertujuan untuk memisahkan fungsi percakapan privat dari aplikasi utama X.
Melalui deskripsi resminya, XChat memungkinkan pengguna untuk melakukan percakapan dengan siapa pun di platform X dalam ruang yang lebih fokus. Aplikasi ini dirancang khusus untuk memperlancar komunikasi interpersonal secara privat.
Pihak X mengklaim bahwa keunggulan utama dari layanan ini adalah keamanan. Perusahaan menyatakan bahwa XChat tidak akan menyertakan iklan maupun fitur pelacakan (tracking) untuk menjamin kenyamanan pengguna.
"Obrolan terenkripsi Anda layak mendapatkan aplikasinya sendiri," tulis pernyataan resmi akun XChat di X, dikutip Senin (13/4/2026).
Aplikasi ini mendukung berbagai fitur komunikasi modern, termasuk pesan teks terenkripsi ujung-ke-ujung (end-to-end encryption), serta panggilan audio dan video. Selain itu, pengguna dapat melakukan obrolan grup dan berbagi dokumen secara langsung.
XChat juga memungkinkan pengguna untuk menyunting atau menghapus pesan yang telah terkirim. Antarmuka aplikasi dibuat minimalis guna menonjolkan percakapan aktif dalam tata letak yang sederhana.
Namun, terdapat catatan kritis terkait aspek privasi pada kartu data App Store. Meskipun mengklaim tanpa pelacakan, kartu privasi Apple menunjukkan bahwa aplikasi ini tetap mengumpulkan data yang ditautkan ke identitas pengguna.
Data yang dikumpulkan tersebut meliputi lokasi, informasi kontak, konten pengguna, riwayat pencarian, hingga pengenal unik. Terkait ini, timbul pertanyaan mengenai konsistensi janji privasi yang ditawarkan perusahaan.
Untuk menggunakan layanan ini, pengguna diwajibkan memiliki akun X yang aktif untuk proses masuk. Hingga saat ini, XChat baru tersedia untuk ekosistem iOS, sementara versi Android belum diumumkan secara resmi.
Kehadiran XChat diprediksi akan memperketat persaingan di pasar aplikasi perpesanan instan global. Saat ini, pasar tersebut masih didominasi oleh pemain besar seperti WhatsApp milik Meta, Messenger, hingga Signal.
Strategi ini menjadi bagian dari visi besar Elon Musk untuk mentransformasi X menjadi aplikasi superapp. Dengan memisahkan fitur pesan, X berupaya meningkatkan retensi pengguna melalui layanan komunikasi yang lebih personal.