Bisnis.com — Bank Sentral China (People's Bank of China/PBOC) menegaskan komitmennya untuk mempermudah lembaga domestik maupun asing dalam menggunakan mata uang yuan. Langkah ini merupakan bagian dari upaya mendorong penggunaan yuan di kancah global.
Menurut sebuah artikel yang diterbitkan oleh surat kabar yang didukung oleh PBOC, Beijing akan mendukung penggunaan yuan sebagai mata uang pembiayaan bagi lembaga luar negeri dan akan mengambil langkah-langkah untuk membuka pasar keuangan mereka. Adapun, artikel tersebut juga dipublikasikan di akun media sosial resmi bank sentral pada Jumat (17/10/2025).
"Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi perdagangan lintas negara dan lebih mendukung ekonomi riil," kata seorang pejabat PBOC yang tidak disebutkan namanya dalam laporan tersebut, dikutip Bloomberg.
Pejabat itu menyatakan bahwa saat ini adalah waktu yang tepat untuk memperluas penggunaan yuan secara global, mengingat sistem moneter internasional semakin beragam, dan permintaan dari berbagai entitas terhadap penggunaan mata uang China semakin meningkat.
Meskipun tidak merinci langkah-langkah spesifik, laporan ini menjadi sinyal yang jelas atas komitmen China untuk menginternasionalkan yuan. Publikasi ini dirilis menjelang pertemuan para pejabat tinggi Partai Komunis akhir bulan ini, yang akan menyusun peta jalan pembangunan negara untuk lima tahun ke depan.
Dorongan ini juga muncul di tengah meningkatnya minat investor global untuk mencari alternatif selain dolar AS, di tengah pemangkasan suku bunga di AS dan kebijakan tarif Presiden Donald Trump.
Artikel tadi juga menyebut China menargetkan peningkatan transparansi, standardisasi, dan prediktabilitas pasar keuangannya, sambil meningkatkan efisiensi perdagangan dan likuiditas. Negeri Panda juga akan mendukung pengembangan Shanghai sebagai pusat keuangan global dan memperkuat peran Hong Kong sebagai pusat offshore yuan.
Dalam beberapa bulan terakhir, para pembuat kebijakan telah memperluas akses ke pasar repo obligasi China, meluncurkan sistem pembayaran bersama Hong Kong, dan mengungkapkan rencana untuk mengizinkan sebagian investor lokal mengalokasikan lebih banyak dana ke aset luar negeri.
Tahun ini, arus masuk dan keluar dana investasi di China untuk mencari peluang investasi telah melampaui nilai perdagangan barang dan jasa untuk pertama kalinya dalam sejarah.
Meskipun komitmen telah dinyatakan, yuan masih tertinggal dibandingkan dolar AS dan yen dalam hal penggunaan global karena masih dikendalikan secara ketat oleh PBOC melalui kurs referensi harian dan batasan kisaran perdagangan. Selisih suku bunga yuan terhadap dolar AS juga masih cukup lebar.