Janji Manis Eri Cahyadi, Kolaborasi dengan Danantara Hingga Revitalisasi Wisata Kota Lama Surabaya

Janji Manis Eri Cahyadi, Kolaborasi dengan Danantara Hingga Revitalisasi Wisata Kota Lama Surabaya

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, berkomitmen mengembangkan Kawasan Kota Lama dengan menggandeng BUMN dan Danantara, untuk meningkatkan pariwisata dan ekonomi lokal.

(Bisnis.Com) 19/01/26 10:45 106940

Bisnis.com, SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi berjanji untuk terus mematangkan rencana pengembangan destinasi wisata Kawasan Kota Lama.

Dia juga mengatakan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan menggandeng Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang tergabung dalam Badan Pengelola Investasi Danantara.

Kawasan Kota Lama Surabaya diketahui terbagi dalam tiga zona utama, yakni zona Eropa, Pecinan, dan Arab, di mana masing-masing area tersebut memiliki nilai historis dan bangunan dengan gaya arsitektur yang berbeda-beda.

Mengacu pada data Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Surabaya 2026, jumlah kunjungan wisatawan ke Kota Pahlawan menunjukkan tren yang impresif, di mana Kawasan Kota Lama tercatat memberikan kontribusi yang cukup signifikan.

Pada 2023, wisatawan Nusantara yang berkunjung ke Surabaya tercatat lebih dari 16,1 juta orang, di mana angka itu meningkat menjadi sekitar 19 juta orang pada 2024. Sementara, wisatawan mancanegara pada 2024 tercatat hampir menyentuh 2 juta kunjungan.

Kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian daerah juga disebut cukup krusial. Sektor pajak hotel, restoran, dan hiburan tercatat menyumbang hampir 19% dari total pendapatan asli daerah (PAD) Kota Surabaya pada periode 2024.

Sebagai salah satu destinasi wisata sejarah unggulan, Eri menjelaskan proses revitalisasi terhadap Kawasan Kota Lama Surabaya tidak hanya berhenti pada penataan fisik dan pelestarian bangunan sejarah semata. Namun, juga dibarengi dengan penguatan sistem keamanan di wilayah tersebut.

Oleh sebab itu, Eri berharap penguatan sistem keamanan yang dilakukan pihaknya akan semakin menciptakan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan dan masyarakat yang menghabiskan waktunya di Kawasan Kota Lama Surabaya.

"Kalau kawasan ini aman, tertib, dan nyaman, maka wisatawan akan betah. Dampaknya bukan hanya pada kunjungan wisata, tapi juga pada perputaran ekonomi warga,” ungkap Eri, Kamis (15/1/2026).

Dirinya menyebut rangkaian proses revitalisasi diarahkan untuk memperkuat daya tarik wisata. Sekaligus, menjaga kelestarian berbagai situs dan bangunan bersejarah di kawasan tersebut.

Dilakukan secara bertahap, revitalisasi nantinya melibatkan para pemilik bangunan cagar budaya. Di antaranya adalah sejumlah korporasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan juga Danantara, yang notabene tercatat sebagai pemilik sejumlah aset bangunan yang berdiri di wilayah itu.

“Kita kan bergerak bersama dengan pemilik bangunan ya. Rata-rata di sana [pemiliknya] adalah BUMN. Maka kami sudah berkoordinasi dengan Danantara,” beber mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya itu.

Menurut Eri, kolaborasi menjadi faktor utama supaya revitalisasi tidak sekadar mempercantik kawasan. Namun, juga memberi manfaat langsung bagi pemilik bangunan serta masyarakat sekitar.

Oleh sebab itu, pihaknya menargetkan kawasan Kota Lama dapat berkembang menjadi ruang publik yang senantiasa lestari, nyaman, dan produktif tanpa menghilangkan nilai sejarah yang terkandung pada setiap situs yang ada.

"Ada sejumlah pengembangan yang terus dilakukan," tambahnya.

Pengembangan Kota Lama juga sejalan dengan kebijakan penguatan pada sektor pariwisata Kota Pahlawan. Pengembangan kawasan wisata, seperti Kota Lama sudah sepatutnya dijadikan sebagai kebijakan strategis dalam usaha untuk menggerakkan roda perekonomian masyarakat urban.

Seiring meningkatnya jumlah wisatawan, Pemkot Surabaya juga mencatat adanya pengembangan destinasi wisata berbasis kriteria sapta pesona. Terdapat tujuh destinasi wisata yang berhasil dikembangkan, termasuk kawasan Kota Lama zona Pecinan di sekitar Jalan Kembang Jepun, yang perlahan menarik minat wisatawan Nusantara maupun mancanegara.

Ketua Dewan Pengurus APEKSI itu pun menegaskan kembali bahwa tujuan akhir dari rangkaian tahapan revitalisasi Kota Lama tidak semata-mata hanya untuk meningkatkan kunjungan wisatawan saja. Namun, juga memastikan kelestarian benda, situs, dan cagar budaya yang ada.

Dengan upaya revitalisasi yang berjalan berkelanjutan dan kolaborasi antar pihak yang baik, kawasan ini diharapkan menjadi wajah baru pariwisata Surabaya yang naik kelas, berkelanjutan, dan tetap bertumpu pada kelestarian nilai-nilai sejarah.

"Dengan adanya revitalisasi ini tentu akan memberikan dampak positif khususnya bagi pemilik bangunan cagar budaya. Tujuan akhirnya adalah dapat terlestarikannya benda, situs, dan kawasan cagar budaya,” pungkasnya.

#kota-lama-surabaya #wisata-kota-lama #eri-cahyadi-surabaya #revitalisasi-kota-lama #wisata-sejarah-surabaya #kawasan-kota-lama #wisatawan-surabaya #pariwisata-surabaya #danantara-surabaya #bumn-suraba

https://surabaya.bisnis.com/read/20260119/531/1944647/janji-manis-eri-cahyadi-kolaborasi-dengan-danantara-hingga-revitalisasi-wisata-kota-lama-surabaya